Minggu, 23 Maret 2014

Frasa Nomina



FRASA NOMINA PADA ESAI “TEMPUA BERSARANG RENDAH” KARYA UU. HAMIDY
Nama :Astaria
Npm. : 116210880




Abstrak                 

            Penelitian ini membahas mengenai frasa nomina. Hal yang dianalisis meliputi fungsi, kategori, dan peran yang terdapat pada frasa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur yang terdapat pada struktur frasa nomina. Data yang diambil berasal dari lima paragraf pertama yang terdapat pada esai tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode linguistik struktural. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian tersebut adalah bahwa di dalam frasa nomina terdapat beberapa struktur, diantaranya: FN= A+Kop.+A, FN= D+N, FN= N+Neg.+V, FN= Konj.+V+FN/N, FN=  D+FD+N, FN= Konj.+N+Kop.+V, FN= D+N+V, FN= N+Kop.+V+N, FN= V+N+kop.+A, FN= N+V, FN= V+N.





Kata Kunci : Frasa Nomina UU. Hamidy













I.                   Latar Belakang

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi manusia, karena dalam kehidupan manusia tidak dapat terpisahkan dari pemakaian  bahasa. Melalui bahasa manusia dapat mengungkapkan segala pikiran, perasaan, ide, gagasan, dan keinginannya kepada orang lain. Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. (Kridalaksana, 2008:24)
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka bahasa memiliki peranan penting di dalam komunikasi bermasyarakat. Melalui bahasa setiap kelompok orang, masyarakat, ataupun bangsa yang ada di dunia  dapat melakukan komunikasi. Hal ini penting karena dengan komunikasi dapat menjadi sarana penyaluran ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bahasa merupakan suatu sistem dan terdiri dari berbagai subsistem, satu diantaranya adalah subsistem gramatika. Subsistem gramatika terbagi lagi menjadi dua yaitu subsistem morfologi dan subsistem sintaksis. Subsistem morfologi membicarakan pembentukan kata  dari satuan-satuan yang lebih kecil, yang lazim disebut sebagai morfem. Sedangkan subsistem sintaksis membicarakan penataan dan pengaturan kata-kata itu kedalam satuan-satuan yang lebih besar, yang disebut dengan satuan-satuan sintaksis, yakni kata, frase, klausa,kalimat, dan wacana.
            Markhamah (2010:2) menjelaskan ada dua sisi yang perlu diperhatikan seseorang ketika berkumunikasi. Pertama bahasanya itu sendiri. Yang kedua sikap atau prilaaku. Terkait dengan bahasanya memiliki beberapa kaidah seperti fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik yang berlaku pada bahasa yang digunakan. Berdasarkan pernyataan tersebut peneliti tertarik untuk meneliti kajianbidang sintaksis yang terdapat pada esai “Tempua Bersarang Rendah” karya UU Hamidy.
Peneliti akan menggunakan aliran linguistik struktural dalam menganalisis frasa pada penelitian tersebut. Peneliti mengadakan penelitian ini berdasarkan acuan salah satu aliran linguistik struktural yang disebut aliran tagmemik. Chaer (2008:8) mengatakan bahwa satuan  dasar sintaksis tidak dapat hanya dinyatakan dengan fungsi-fungsi saja, seperti subjek, + predikat +objek ;juga tidak hanya menyatakan deretan bentuk seperti frase nominal +frase verba +frase nomina+, tetapi juga harus dinyatakan bersamaan dan ditambahkan  dengan peran,  yaitu pengisi makna.  
Berdasarkan pernyataan tersebut maka peneliti akan meneliti struktur lahir dari frasa tersebut. Kridalaksana (2008:228) menjelaskan  struktur lahir adalah hubungan gramatikal antara kata-kata dalam frase atau kalimat yang kongkret, mis.  Meja kayu   dan  meja kantor mempunyai struktur lahir yang sama yaitu N+N, tetapi mempunyai  struktur batin yang berlainan.
Peneliti akan mengadakan penelitian yang berjudul “Frasa dalam Esai ‘Tempua Bersarang Rendah’ Karya UU Hamidy pada Rubrik Khusus Riau Pos Edisi 2 September 2013”. Peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian ini karena ingin melihat lebih jauh frasa-frasa apa saja yang digunakan oleh penulis sehingga karya yang dihasilkannya menarik untuk dibaca walaupun memiliki susunan kalimat yang panjang. Pada penelitian ini, penulis membatasi objek penelitian meliputi pada fungsi, kategori dan peran  frasa nomina pada esai ‘Tempua Bers


II.                ISI
 Esai “Tempua Bersarang Rendah” karya UU. Hamidy terdiri dari beberapa paragraf, kalimat, klausa dan frasa.  Penulis hanya mengambil frasa dengan kategori frasa nomina. Karena esai yang terdapat pada rubrik khusus tersebut  cukup panjang, penulis mengambil sampel pada lima paragraf pertama yang terdapat frasa nomina. Berikut fungsi, kategori, dan peran yang terdapat pada frasa nomina “Tempua Bersarang Rendah” karya UU. Hamidy.

1.1.   /Allah yang Maha Perkasa/
                                 Allah                    yang                             Maha            Perkasa
Fungsi
S
Kategori
A
Kop
FA
Peran
Pengalam
                          Pengenal

Pada tabel 1.1 frasa     Allah yang Maha Perkasa memiliki fungsi sebagai subjek yang memiliki unsur inti adalah Allah. Kategori pada frasa ini  terdiri dari FN=A+Kop+A. Allah merupakan adjektif karena berlaku sebagai Allah adalah dzat bukan benda. Yang  merupakan kopula, Maha Perkasa merupakan FA karena merupakan sifat yang dimiliki oleh Allah. Allah memiliki peran sebagai pengalam, karena pengalam adalah peserta yang mengalami keadaan yang dinyatakan predikat. Yang Maha Perkasa memiliki peran sebagai pengenal, karena Maha Perkasa merupakan sifat dari Allah. 
1.2.   / hanya amal/
                                                    Hanya                                              amal                      
Fungsi
Pel
Kategori
D  
N
Peran
Penjelas  
Hasil

Pada tabel 1.2 frasa hanya amal  memiliki fungsi sebagai pelengkap yang memiliki unsur inti amal sebagai nomina. Kategori pada frasa ini terdiri dari FN=D +N. Hanya merupakan preposisi yang memiliki fungsi menjelaskan nomina yang ada setelahnya. Amal merupakan nomina karena merupakan hasil perbuatan dari sebjek. Hanya memiliki peran sebagai penjelas karena hanya menjelaskan  amal,  sedangkan amal  merupakan nomina yang berperan sebagai hasil.           
1.3.   /Amal tanpa niat ikhlas /
                                             Amal                 tanpa                               niat ikhlas
Fungsi
S
Kategori
N
Neg.
FV
Peran
Pelaku
Pengingkaran
Keadaan  

 Pada tabel 1.3 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai  subjek. Frasa ini memiliki unsur inti nomina yaitu amal. Frasa ini memiliki kategori FN=N+Neg.+FV. Amal  memiliki makna hasil perbuatan pelaku, tanpa merupakan negasi yang bermakna pengingkaran dari perbuatan yang dilakukan, serta niat ikhlas memiliki makna keadaan dari perbuatan yang dilakukan.

1.4.   /dan menyalahi Sunnah Nabi SAW/
                                         dan                         menyalahi                      Sunnah Nabi SAW
Fungsi
S
Kategori
Konj.
V
FN
Peran

Perbuatan
Sasaran

Pada tabel 1.4 terdapat frasa nomina yang memiliki unsurfungsi sebagai subjek. Frasa ini merupakan frasa koordinatif dengan frasa sebelumnya (tabel 1.3) yang memiliki unsur inti nomina pada kata amal. Frasa ini memiliki kategori FN=Konj. +V+FN. Dan merupakn konjungsi dengan frasa sebelumnya (tabel 1.3), menyalahi  merupakan verba karena merupakan perbuatan dari pelaku, Sunnah Nabi SAW  merupakan frasa nomina yang bermakna sasaran karena merupakan peserta yang dikenai perbuatan yang dinyatakan oleh verba.
1.5.   /hanya akan jadi fatamorgana/
                                      Hanya                             akan jadi                        fatamorgana                                                              
Fungsi
Pel
Kategori
D
FD
N
Peran
Penjelas 
Tujuan
Hasil

Pada tabel 1.5 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai pelengkap. Frasa ini memiliki kategori FN=D+Fd+N. Hanya memiliki kategori sebagai preposisi  karena memilik makna menjelaskan mengenai hasil dari perbuatan pada frasa sebelumnya. Frasa  akan jadi merupakan preposisi yang menyatakan tujuan akibat dari klausa sebelumnya. Fatamorgana merupakan nomina yang menyatakan hasil dari perbuatan klausa sebelumnya.
1.6.    /atau debu yang beterbangan/

                                      atau                   debu                     yang                beterbangan  
Fungsi
Pel
Kategori
Konj.
N
Kop.
V
Peran
 
Penderita

Perbuatan
                       
            Pada tabel 1.6 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai pelengkap dan merupakan frasa koordinatif dengan tabel sebelumnya (1.5). Frasa ini memiliki kategori FN=Konj.+ N+Kop.+V. Atau merupakan konjungsi karena menghubungkan dengan frasa sebelumnya. Debu merupakan nomina dan memiliki peran sebagai penderita karena debu yang menjadi unsur inti. Yang merupakan kopula, dan beterbangan merupakan verba yang menyatakan  perbuatan dari nomina


1.7.   /inilah bukti yang mendasar/
                                    Inilah                      bukti                 yang                  mendasar
Fungsi
S
Kategori
Konj.
N
Kop.
V
Peran
Penegas  
Dikenal  

Pengenal
           
Pada tabel 1.7 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai subjek. Frasa ini memiliki unsur inti nomina pada kata bukti. Frasa ini memiliki kategori FN=Konj. +N+Kop.+V. inilah merupakan konjungsi yang berperan sebagai penegas pada unsur inti pada frasa. Bukti merupakan nomina yang berperan sebagai dikenal/hal yang dijelaskan oleh konjungsi. Yang merupakan kopula, dan mendasar merupakan verba dan bermakna sebagai pengenal dari nomina yang dijelaskan.
1.8.   /dalam bingkai taat/
                                       dalam                          bingkai                                       taat
Fungsi
K
Kategori
FD
N
V
Peran
Tempat  
Tertuju /Penderita
Keadaan

Pada tabel 1.8 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai keterangan. Frasa ini memiliki unsur inti nomina pada kata bingkai. Frasa ini memiliki kategori FN= D+N+V. Dalam merupakan preposisi/kata depan yang menyatakan tempat. Bingkai merupakan nomina dan berperan sebagai penderita karena merupakan tujuan, dan taat  merupakan verba dan bermakna keadaan. Keadaan yang taat dan terdapat di dalam bingkai.  
1.9.   / dengan   pemimpin yang taat /
                                       dengan                          pemimpin                            yang taat
Fungsi
K
Kategori
D
N
FV
Peran
Kesertaan  
Pelaku
Keadaan
Pada tabel 1.9  terdapat frasa nomina yang berfunsi sebagai keterangan. Frasa ini memiliki unsur inti nomina pada kata pemimpin. Frasa ini memiliki kategori FN=D+N+V. Dengan  merupakan preposisi yang bermakna kesertaan. Pemimpin merupakan nomina yang berperan sebagai pelaku, serta yang taat  merupakan frasa verba yang menyatakan keadaan. Disertai dengan keadaan pemimpin yang taat.

1.10.  /kepada Allah dan Rasulnya/
                                       kepada                     Allah dan Rasul                              -Nya
Fungsi
K
Kategori
D
FA/N
N
Peran
Tujuan   
Penerima
Pron. Ketiga tunggal

            Pada tabel 1.10 terdapat frasa nomina yang berfungsi sebagai keterangan. Frasa ini memiliki unsur inti pada frasa Allah dan RasulNya. Frasa ini memiliki kategori FN=D+N. Kepada merupakan preposisi yang bermakna yang dituju/tujuan, Allah dan Rasul merupakan nomina yang bermakna penerima dari tujuan pada preposisi. –Nya merupakan pronominal ketiga tunggal yang memiliki kategori nomina. Frasa tersebut bermakna ditujukan kepada Allah dan Rasul yang diikutinya.
1.11.                 /orang yang haus kekuasaan/
                                       Orang                yang                   haus                      kekuasaan
Fungsi
S
Kategori
N
Kop
V
N
Peran
Pelaku    

Keadaan
Tujuan
Pada tabel 1.11 terdapat frasa nomina yang berfungsi sebagai S . Frasa ini memiliki unsur inti pada kata orang. Frasa ini memiliki kategori FN=N+Kop.+V+N. Orang  merupakan nomina yang berperan sebagai pelaku. Yang merupakan kopula, haus  memiliki kategori sebagai verba dan berperan sebagai keadaan. Kekuasaan  memiliki kategori sebagai nomina yang berperan sebagai tujuan. Frasa tersebut bermakna pelakunya adalah orang yang keadaannya haus akan kekuasaan.
1.12.     /mendapat jalan yang lapang /
                                      mendapat            jalan                  yang                         lapang
Fungsi
K
Kategori
V
N
Kop.
A
Peran
Pemerolehan
Penderita

Keadaan
Pada tabel 1.12 terdapat  frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai keterangan.  Frasa ini memiliki kategori FN=V+N+Kop.+A. Mendapat merupakan verba dan memiliki peran pemerolehan, jalan  merupakan nomina dan berperan sebagai penderita karena merupakan hasil pemerolehan dari verba sebelumnya. Yang  merupakan kopula dan lapang  merupakan adjektiva karena merupakan keadaan dari nomina yang disebutkan diawal.
1.13.     /mereka terampil/
                                                mereka                                                  terampil  
Fungsi
S
Kategori
N
            V
Peran
Pelaku
Keadaan
Pada tabel 1.13 terdapat  frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai  subjek. Unsur inti dari frasa ini adalah mereka. Frasa ini memiliki kategori FN=N+V. Mereka  berkategori nomina dan memiliki peran sebagai pelaku karena mereka adalah unsuryang melakukan kegiatan. Terampil  memiliki kategori sebagai verba dan berperan sebagai keadaan karena menjelaskan keaadaan dari nomina.
1.14.        /membanggakan amalnya/
                                           membanggakan                 amal                             -nya
Fungsi
P
Kategori
V
N
            N
Peran
Perbuatan
Hasil
Pron.
Pada tabel 1.14 terdapat  frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai predikat. Unsur inti dari frasa ini adalah amal. Frasa ini memiliki kategori FN=V+N. Membanggakan memiliki kategori verba karena merupakan perbuatan. Amal  memiliki kategori nomina dan berperan sebagai   hasil karena merupakan hal yang dibanggakan
1.15.  /takkan tempua bersarang rendah/
                                        takkan                 tempua            bersarang              rendah          
Fungsi
P
Kategori
Neg.
N
N
A  
Peran
Pengingkaran
Pelaku
Kepunyaan
Keadaan

Pada  tabel 1.15 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai predikat. Frasa ini memiliki  unsur inti pada tempua. Frasa ini memiliki kategori FN=N+A. Takkan  memiliki kategori sebaagai negasi dan berperan sebagai pengingkar. Tempua  memiliki kategori sebagai nomina dan memiliki peran sebagai pelaku, bersarang  memiliki kategori sebagai nomina dan memiliki peran sebagai kepunyaan artinya sarang milik nomina. Rendah  merupakan adjektiva dan memiliki peran sebagi keadaan, karenaa menggambarkan keaadaan sarang tempua.
1.16.                 /inilah taruhan tempua/
                                        inilah                          taruhan                                   tempua          
Fungsi
Pel
Kategori
Konj.
          V
               N
Peran
Penegas 
Perbuatan
Pelaku

Pada tabel 1.16 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai pelengkap. Frasa ini memiliki unsur inti terdapat pada taruhan tempua.  Frasa ini memiliki kategori FN=Konj.V+N. Inilah  merupakan konjungsi yang berperan sebagai penegas dari frasa taruhan tempua. Taruhan tempua merupakan nomina karena menunjukkan hal yang menjadi taruhan, tertapi memiliki unsurkategori yang berbeda yaitu verba dan nomina.




PENUTUP/SIMPULAN
            Setelah menganalisis tentang frasa nomina yang terdapat dalam esai “Tempua Bersarang Rendah” karya UU. Hamidy dengan menggunakan aliran linguistik struktural. Chaer (2008:8) mengatakan bahwa satuan  dasar sintaksis tidak dapat hanya dinyatakan dengan fungsi-fungsi saja, seperti subjek, + predikat +objek ;juga tidak hanya menyatakan deretan bentuk seperti frase nominal +frase verba +frase nomina+, tetapi juga harus dinyatakan bersamaan dan ditambahkan  dengan peran,  yaitu pengisi makna. 
Berdasarkan teori dan pembahasan yang peneliti lakukan, maka dapat disimpulkan:
1.      Frasa nomina adalah apabila unsur inti yang terdapat dalam frasa memiliki kategori nomina.
2.      Frasa nomina yang ditemukan terdapat beberapa kategori, meliputi
a.       FN= N+Kop.+A
b.      FN= D+N
c.       FN= N+Neg.+V
d.      FN= Konj.+V+FN/N
e.       FN=  D+FD+N
f.       FN= Konj.+N+Kop.+V
g.      FN= D+N+V
h.      FN= N+Kop.+V+N
i.        FN= V+N+kop.+A
j.        FN= N+V
k.      FN= V+N
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan, dkk. 2003.Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai  Pustaka
Chaer, Abdul.2008. Sintaksis Bahasa Indonesia Pendekatan Proses. Jakarta:Rineka Cipta
Kridalaksana, Harimurti.2008. Kamus Linguistik Edisi Keempat.Jakarta :Gramedia Pustaka Utama
Markhamah. 2010.Sintaksis 2 Keselarasan Fungsi, Kategori, dan Peran dalam  Surakarta:KlausMuhammadyah University Pres.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar