FRASA
NOMINA PADA ESAI “TEMPUA BERSARANG RENDAH” KARYA UU.
HAMIDY
Nama :Astaria
Npm. : 116210880
Abstrak
Penelitian ini membahas mengenai
frasa nomina. Hal yang dianalisis meliputi fungsi, kategori, dan peran yang
terdapat pada frasa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
unsur yang terdapat pada struktur frasa nomina. Data yang diambil berasal dari
lima paragraf pertama yang terdapat pada esai tersebut. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode linguistik struktural. Hasil yang diperoleh berdasarkan
penelitian tersebut adalah bahwa di dalam frasa nomina terdapat beberapa struktur,
diantaranya: FN= A+Kop.+A, FN= D+N, FN= N+Neg.+V, FN= Konj.+V+FN/N, FN= D+FD+N, FN= Konj.+N+Kop.+V, FN= D+N+V, FN=
N+Kop.+V+N, FN= V+N+kop.+A, FN= N+V, FN= V+N.
Kata
Kunci : Frasa Nomina UU. Hamidy
I.
Latar
Belakang
Tak
dapat dipungkiri lagi bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi
manusia, karena dalam kehidupan manusia tidak dapat terpisahkan dari
pemakaian bahasa. Melalui bahasa manusia
dapat mengungkapkan segala pikiran, perasaan, ide, gagasan, dan keinginannya
kepada orang lain. Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang dipergunakan oleh
para anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan
mengidentifikasi diri. (Kridalaksana, 2008:24)
Berdasarkan
penjelasan tersebut, maka bahasa memiliki peranan penting di dalam komunikasi
bermasyarakat. Melalui bahasa setiap kelompok orang, masyarakat, ataupun bangsa
yang ada di dunia dapat melakukan
komunikasi. Hal ini penting karena dengan komunikasi dapat menjadi sarana
penyaluran ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bahasa
merupakan suatu sistem dan terdiri dari berbagai subsistem, satu diantaranya
adalah subsistem gramatika. Subsistem gramatika terbagi lagi menjadi dua yaitu
subsistem morfologi dan subsistem sintaksis. Subsistem morfologi membicarakan
pembentukan kata dari satuan-satuan yang
lebih kecil, yang lazim disebut sebagai morfem. Sedangkan subsistem sintaksis
membicarakan penataan dan pengaturan kata-kata itu kedalam satuan-satuan yang
lebih besar, yang disebut dengan satuan-satuan sintaksis, yakni kata, frase,
klausa,kalimat, dan wacana.
Markhamah (2010:2) menjelaskan ada
dua sisi yang perlu diperhatikan seseorang ketika berkumunikasi. Pertama
bahasanya itu sendiri. Yang kedua sikap atau prilaaku. Terkait dengan bahasanya
memiliki beberapa kaidah seperti fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik
yang berlaku pada bahasa yang digunakan. Berdasarkan pernyataan tersebut
peneliti tertarik untuk meneliti kajianbidang sintaksis yang terdapat pada esai
“Tempua Bersarang Rendah” karya UU Hamidy.
Peneliti
akan menggunakan aliran linguistik struktural dalam menganalisis frasa pada
penelitian tersebut. Peneliti mengadakan penelitian ini berdasarkan acuan salah
satu aliran linguistik struktural yang disebut aliran tagmemik. Chaer (2008:8)
mengatakan bahwa satuan dasar sintaksis
tidak dapat hanya dinyatakan dengan fungsi-fungsi saja, seperti subjek, + predikat +objek ;juga
tidak hanya menyatakan deretan bentuk seperti frase nominal +frase verba +frase nomina+, tetapi juga harus
dinyatakan bersamaan dan ditambahkan
dengan peran, yaitu pengisi makna.
Berdasarkan pernyataan tersebut maka peneliti akan
meneliti struktur lahir dari frasa tersebut. Kridalaksana (2008:228)
menjelaskan struktur lahir adalah
hubungan gramatikal antara kata-kata dalam frase atau kalimat yang kongkret,
mis. Meja kayu
dan meja
kantor mempunyai struktur lahir yang sama yaitu N+N, tetapi mempunyai struktur batin yang berlainan.
Peneliti
akan mengadakan penelitian yang berjudul “Frasa dalam Esai ‘Tempua Bersarang
Rendah’ Karya UU Hamidy pada Rubrik Khusus Riau Pos Edisi 2 September 2013”.
Peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian ini karena ingin melihat lebih
jauh frasa-frasa apa saja yang digunakan oleh penulis sehingga karya yang
dihasilkannya menarik untuk dibaca walaupun memiliki susunan kalimat yang
panjang. Pada penelitian ini, penulis membatasi objek penelitian meliputi pada
fungsi, kategori dan peran frasa nomina
pada esai ‘Tempua Bers
II.
ISI
Esai “Tempua Bersarang Rendah” karya UU.
Hamidy terdiri dari beberapa paragraf, kalimat, klausa dan frasa. Penulis hanya mengambil frasa dengan kategori
frasa nomina. Karena esai yang terdapat pada rubrik khusus tersebut cukup panjang, penulis mengambil sampel pada
lima paragraf pertama yang terdapat frasa nomina. Berikut fungsi, kategori, dan
peran yang terdapat pada frasa nomina “Tempua Bersarang Rendah” karya UU.
Hamidy.
1.1. /Allah
yang Maha Perkasa/
|
Allah yang Maha Perkasa
|
|||
|
Fungsi
|
S
|
||
|
Kategori
|
A
|
Kop
|
FA
|
|
Peran
|
Pengalam
|
Pengenal
|
|
Pada
tabel 1.1 frasa Allah yang Maha Perkasa memiliki fungsi sebagai subjek yang memiliki
unsur inti adalah Allah. Kategori
pada frasa ini terdiri dari FN=A+Kop+A. Allah merupakan adjektif karena berlaku
sebagai Allah adalah dzat bukan benda. Yang
merupakan kopula, Maha Perkasa merupakan FA karena
merupakan sifat yang dimiliki oleh Allah. Allah
memiliki peran sebagai pengalam, karena pengalam adalah peserta yang
mengalami keadaan yang dinyatakan predikat. Yang
Maha Perkasa memiliki peran sebagai pengenal, karena Maha Perkasa merupakan sifat dari Allah.
1.2. /
hanya amal/
|
Hanya
amal
|
||
|
Fungsi
|
Pel
|
|
|
Kategori
|
D
|
N
|
|
Peran
|
Penjelas
|
Hasil
|
Pada
tabel 1.2 frasa hanya amal memiliki fungsi sebagai pelengkap yang memiliki
unsur inti amal sebagai nomina.
Kategori pada frasa ini terdiri dari FN=D +N. Hanya merupakan preposisi yang memiliki fungsi menjelaskan nomina
yang ada setelahnya. Amal merupakan
nomina karena merupakan hasil perbuatan dari sebjek. Hanya memiliki peran sebagai penjelas karena hanya menjelaskan amal, sedangkan amal
merupakan nomina yang berperan
sebagai hasil.
1.3. /Amal
tanpa niat ikhlas /
|
Amal tanpa niat ikhlas
|
|||
|
Fungsi
|
S
|
||
|
Kategori
|
N
|
Neg.
|
FV
|
|
Peran
|
Pelaku
|
Pengingkaran
|
Keadaan
|
Pada tabel 1.3 terdapat frasa nomina yang
memiliki fungsi sebagai subjek. Frasa
ini memiliki unsur inti nomina yaitu amal.
Frasa ini memiliki kategori FN=N+Neg.+FV. Amal memiliki makna hasil perbuatan
pelaku, tanpa merupakan negasi yang
bermakna pengingkaran dari perbuatan yang dilakukan, serta niat ikhlas memiliki makna keadaan dari perbuatan yang dilakukan.
1.4. /dan
menyalahi Sunnah Nabi SAW/
|
dan
menyalahi
Sunnah Nabi SAW
|
|||
|
Fungsi
|
S
|
||
|
Kategori
|
Konj.
|
V
|
FN
|
|
Peran
|
|
Perbuatan
|
Sasaran
|
Pada tabel 1.4
terdapat frasa nomina yang memiliki unsurfungsi sebagai subjek. Frasa ini
merupakan frasa koordinatif dengan frasa sebelumnya (tabel 1.3) yang memiliki unsur
inti nomina pada kata amal. Frasa ini
memiliki kategori FN=Konj. +V+FN. Dan merupakn
konjungsi dengan frasa sebelumnya (tabel 1.3), menyalahi merupakan verba
karena merupakan perbuatan dari pelaku, Sunnah
Nabi SAW merupakan frasa nomina yang
bermakna sasaran karena merupakan peserta yang dikenai perbuatan yang
dinyatakan oleh verba.
1.5. /hanya
akan jadi fatamorgana/
|
Hanya
akan jadi fatamorgana
|
|||
|
Fungsi
|
Pel
|
||
|
Kategori
|
D
|
FD
|
N
|
|
Peran
|
Penjelas
|
Tujuan
|
Hasil
|
Pada
tabel 1.5 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai pelengkap. Frasa
ini memiliki kategori FN=D+Fd+N. Hanya memiliki
kategori sebagai preposisi karena
memilik makna menjelaskan mengenai hasil dari perbuatan pada frasa sebelumnya.
Frasa akan jadi merupakan preposisi yang
menyatakan tujuan akibat dari klausa sebelumnya. Fatamorgana merupakan nomina yang menyatakan hasil dari perbuatan
klausa sebelumnya.
1.6. /atau debu yang beterbangan/
|
atau debu yang beterbangan
|
||||
|
Fungsi
|
Pel
|
|||
|
Kategori
|
Konj.
|
N
|
Kop.
|
V
|
|
Peran
|
|
Penderita
|
|
Perbuatan
|
Pada tabel 1.6 terdapat frasa nomina
yang memiliki fungsi sebagai pelengkap dan merupakan frasa koordinatif dengan tabel
sebelumnya (1.5). Frasa ini memiliki kategori FN=Konj.+ N+Kop.+V. Atau merupakan konjungsi karena
menghubungkan dengan frasa sebelumnya. Debu
merupakan nomina dan memiliki peran sebagai penderita karena debu yang menjadi unsur inti. Yang merupakan kopula, dan beterbangan merupakan verba yang
menyatakan perbuatan dari nomina
1.7. /inilah
bukti yang mendasar/
|
Inilah
bukti yang mendasar
|
||||
|
Fungsi
|
S
|
|||
|
Kategori
|
Konj.
|
N
|
Kop.
|
V
|
|
Peran
|
Penegas
|
Dikenal
|
|
Pengenal
|
Pada
tabel 1.7 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai subjek. Frasa ini
memiliki unsur inti nomina pada kata bukti.
Frasa ini memiliki kategori FN=Konj. +N+Kop.+V. inilah merupakan konjungsi yang berperan sebagai penegas pada unsur
inti pada frasa. Bukti merupakan nomina
yang berperan sebagai dikenal/hal yang dijelaskan oleh konjungsi. Yang merupakan kopula, dan mendasar merupakan verba dan bermakna
sebagai pengenal dari nomina yang dijelaskan.
1.8. /dalam
bingkai taat/
|
dalam bingkai taat
|
|||
|
Fungsi
|
K
|
||
|
Kategori
|
FD
|
N
|
V
|
|
Peran
|
Tempat
|
Tertuju
/Penderita
|
Keadaan
|
Pada tabel 1.8 terdapat frasa nomina
yang memiliki fungsi sebagai keterangan. Frasa ini memiliki unsur inti nomina
pada kata bingkai. Frasa ini memiliki
kategori FN= D+N+V. Dalam merupakan
preposisi/kata depan yang menyatakan tempat. Bingkai merupakan nomina dan berperan sebagai penderita karena
merupakan tujuan, dan taat merupakan verba dan bermakna keadaan. Keadaan
yang taat dan terdapat di dalam bingkai.
1.9. /
dengan pemimpin yang taat /
|
dengan
pemimpin
yang taat
|
|||
|
Fungsi
|
K
|
||
|
Kategori
|
D
|
N
|
FV
|
|
Peran
|
Kesertaan
|
Pelaku
|
Keadaan
|
Pada
tabel 1.9 terdapat frasa nomina yang
berfunsi sebagai keterangan. Frasa ini memiliki unsur inti nomina pada kata pemimpin. Frasa ini memiliki kategori
FN=D+N+V. Dengan merupakan preposisi yang bermakna
kesertaan. Pemimpin merupakan nomina
yang berperan sebagai pelaku, serta yang
taat merupakan frasa verba yang
menyatakan keadaan. Disertai dengan keadaan pemimpin yang taat.
1.10. /kepada
Allah dan Rasulnya/
|
kepada Allah
dan Rasul
-Nya
|
|||
|
Fungsi
|
K
|
||
|
Kategori
|
D
|
FA/N
|
N
|
|
Peran
|
Tujuan
|
Penerima
|
Pron.
Ketiga tunggal
|
Pada tabel 1.10 terdapat frasa
nomina yang berfungsi sebagai keterangan. Frasa ini memiliki unsur inti pada
frasa Allah dan RasulNya. Frasa ini
memiliki kategori FN=D+N. Kepada merupakan
preposisi yang bermakna yang dituju/tujuan, Allah
dan Rasul merupakan nomina yang bermakna penerima dari tujuan pada
preposisi. –Nya merupakan pronominal
ketiga tunggal yang memiliki kategori nomina. Frasa tersebut bermakna ditujukan
kepada Allah dan Rasul yang diikutinya.
1.11.
/orang yang haus kekuasaan/
|
Orang yang haus kekuasaan
|
||||
|
Fungsi
|
S
|
|||
|
Kategori
|
N
|
Kop
|
V
|
N
|
|
Peran
|
Pelaku
|
|
Keadaan
|
Tujuan
|
Pada
tabel 1.11 terdapat frasa nomina yang berfungsi sebagai S . Frasa ini memiliki unsur
inti pada kata orang. Frasa ini
memiliki kategori FN=N+Kop.+V+N. Orang merupakan nomina yang berperan sebagai pelaku.
Yang merupakan kopula, haus memiliki kategori sebagai verba dan berperan
sebagai keadaan. Kekuasaan memiliki kategori sebagai nomina yang berperan
sebagai tujuan. Frasa tersebut bermakna pelakunya adalah orang yang keadaannya
haus akan kekuasaan.
1.12. /mendapat
jalan yang lapang /
|
mendapat jalan yang lapang
|
||||
|
Fungsi
|
K
|
|||
|
Kategori
|
V
|
N
|
Kop.
|
A
|
|
Peran
|
Pemerolehan
|
Penderita
|
|
Keadaan
|
Pada
tabel 1.12 terdapat frasa nomina yang
memiliki fungsi sebagai keterangan. Frasa
ini memiliki kategori FN=V+N+Kop.+A. Mendapat
merupakan verba dan memiliki peran pemerolehan, jalan merupakan nomina dan
berperan sebagai penderita karena merupakan hasil pemerolehan dari verba
sebelumnya. Yang merupakan kopula dan lapang merupakan adjektiva
karena merupakan keadaan dari nomina yang disebutkan diawal.
1.13. /mereka
terampil/
|
mereka
terampil
|
||
|
Fungsi
|
S
|
|
|
Kategori
|
N
|
V
|
|
Peran
|
Pelaku
|
Keadaan
|
Pada
tabel 1.13 terdapat frasa nomina yang
memiliki fungsi sebagai subjek. Unsur
inti dari frasa ini adalah mereka. Frasa
ini memiliki kategori FN=N+V. Mereka berkategori nomina dan memiliki peran sebagai
pelaku karena mereka adalah unsuryang
melakukan kegiatan. Terampil memiliki kategori sebagai verba dan berperan
sebagai keadaan karena menjelaskan keaadaan dari nomina.
1.14.
/membanggakan amalnya/
|
membanggakan
amal
-nya
|
|||
|
Fungsi
|
P
|
||
|
Kategori
|
V
|
N
|
N
|
|
Peran
|
Perbuatan
|
Hasil
|
Pron.
|
Pada
tabel 1.14 terdapat frasa nomina yang
memiliki fungsi sebagai predikat. Unsur inti dari frasa ini adalah amal. Frasa ini memiliki kategori
FN=V+N. Membanggakan memiliki
kategori verba karena merupakan perbuatan. Amal
memiliki kategori nomina dan
berperan sebagai hasil karena merupakan
hal yang dibanggakan
1.15. /takkan
tempua bersarang rendah/
|
takkan
tempua bersarang rendah
|
||||
|
Fungsi
|
P
|
|||
|
Kategori
|
Neg.
|
N
|
N
|
A
|
|
Peran
|
Pengingkaran
|
Pelaku
|
Kepunyaan
|
Keadaan
|
Pada
tabel 1.15 terdapat frasa nomina yang
memiliki fungsi sebagai predikat. Frasa ini memiliki unsur inti pada tempua. Frasa ini memiliki kategori FN=N+A. Takkan memiliki kategori
sebaagai negasi dan berperan sebagai pengingkar. Tempua memiliki kategori
sebagai nomina dan memiliki peran sebagai pelaku, bersarang memiliki kategori
sebagai nomina dan memiliki peran sebagai kepunyaan artinya sarang milik
nomina. Rendah merupakan adjektiva dan memiliki peran sebagi
keadaan, karenaa menggambarkan keaadaan sarang tempua.
1.16.
/inilah taruhan tempua/
|
inilah
taruhan
tempua
|
|||
|
Fungsi
|
Pel
|
||
|
Kategori
|
Konj.
|
V
|
N
|
|
Peran
|
Penegas
|
Perbuatan
|
Pelaku
|
Pada
tabel 1.16 terdapat frasa nomina yang memiliki fungsi sebagai pelengkap. Frasa
ini memiliki unsur inti terdapat pada taruhan
tempua. Frasa ini memiliki kategori
FN=Konj.V+N. Inilah merupakan konjungsi yang berperan sebagai
penegas dari frasa taruhan tempua.
Taruhan tempua merupakan nomina karena menunjukkan hal yang menjadi
taruhan, tertapi memiliki unsurkategori yang berbeda yaitu verba dan nomina.
PENUTUP/SIMPULAN
Setelah menganalisis tentang frasa
nomina yang terdapat dalam esai “Tempua Bersarang Rendah” karya UU. Hamidy
dengan menggunakan aliran linguistik struktural. Chaer (2008:8) mengatakan
bahwa satuan dasar sintaksis tidak dapat
hanya dinyatakan dengan fungsi-fungsi saja, seperti subjek, + predikat +objek ;juga tidak hanya menyatakan
deretan bentuk seperti frase nominal +frase verba +frase nomina+, tetapi juga harus dinyatakan bersamaan dan
ditambahkan dengan peran, yaitu pengisi
makna.
Berdasarkan
teori dan pembahasan yang peneliti lakukan, maka dapat disimpulkan:
1. Frasa
nomina adalah apabila unsur inti yang terdapat dalam frasa memiliki kategori
nomina.
2. Frasa
nomina yang ditemukan terdapat beberapa kategori, meliputi
a. FN=
N+Kop.+A
b. FN=
D+N
c. FN=
N+Neg.+V
d. FN=
Konj.+V+FN/N
e. FN= D+FD+N
f. FN=
Konj.+N+Kop.+V
g. FN=
D+N+V
h. FN=
N+Kop.+V+N
i.
FN= V+N+kop.+A
j.
FN= N+V
k. FN=
V+N
DAFTAR
PUSTAKA
Alwi, Hasan, dkk. 2003.Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai Pustaka
Chaer,
Abdul.2008. Sintaksis Bahasa Indonesia
Pendekatan Proses. Jakarta:Rineka Cipta
Kridalaksana, Harimurti.2008. Kamus Linguistik Edisi Keempat.Jakarta
:Gramedia Pustaka Utama
Markhamah.
2010.Sintaksis 2 Keselarasan Fungsi,
Kategori, dan Peran dalam Surakarta:KlausMuhammadyah
University Pres.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar