Rabu, 26 Maret 2014



Analisis Gaya  Bahasa dalam Puisi “Perjumpaan” dan “Patagonia” dalam Kumpulan Sajak Pilihan Riau Pos 2012


Perjumpaan
Selalu akan kita kenali nantinya
Seseorang bernama perpisahan
Segera kita kemasi segala kenangan
Sampai tangis tak sanggup lagi mendedah
Segeralah. Segeralah.
Jogjakarta, 14 Januari 2011

Puisi tersebut terdapat beberapa gaya bahasa, diantaranya:
1.      Seseorang bernama perpisahan, terdapat gaya bahasa personofikasi karena terdapat haal yang  menuliskan benda-benda mati menjadi seolah-olah hidup, perpisahan bukanlah benda hidup  tetapi pada larik puisi tersebut  perpisahan dianggap orang dan diberi nama layaknya seorang manusia.
2.      Segera kita kemasi segala kenangan, terdapat gaya bahasa metonimia karena memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang atau hal, sesuai penggantinya. Kenangan yang dimaksud bukanlah benda, tetaapi dianggap sebagai benda yang dapat dikemasi/dibereskan.
3.      Sampai tangis tak sanggup lagi mendedah, terdapat gaya bahasa hiperbola karena menyatakan sesuatu yang berlebih-lebihan. Tangis tak sanggup lagi mendedah berarti tangis tak dapat lagi ditunjukkan .




Patagonia
Perempuan itu terjatuh
Dari ketinggian
Dalam genggamannya;sebotol air mata,
Susu tumpah, dan keranjang
Berisi buah-buahan

Air terjun;kemanusiaan macam apakah
Pengap dalam mata dan lidahku.
Jogjakarta, 12 September 2011

Puisi tersebut terdapat beberapa gaya bahasa, diantaranya:
1.      Perempuan itu terjatuh dari ketinggian bait tersebut jika dilihat dari segi semantiknya bermakna jatuh dari suatu tempat tinggi ketempat yang rendah. Akan tetapi, jika dilihat dari segi gaya bahasa maka terdapat maksud lainnyaa. Gaya bahasa yang terdapat ialah gaya bahasa alegori  karena gaya bahasa ini adalah gaya bahasa yang dipakai sebagai lambing  perikehidupan manusia. Perempuan itu terjatuh dari ketinggian  bermakna mengalami masa yang sulit/permasalahan dari kehidupan yang mewah/nikmat sebelumnya.
2.      Dalam genggamannya;sebotol air mata, terdapat gaya bahasa hiperbola  karrena mengaandung unsure yang dilebih-lebihkan. Unsure yang dilebihkan adalah jumlah  air mata yang mencapai sebotol.
3.      Air terjun;kemanusiaan macam apakah, terdapat gaya bahasa alusio  karena mengandung unsur yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa atau hal.
4.      Pengap dalam mata dan lidahku,  terdapat gaya bahasa sinekdok pars prototo karena terdapat penyebutan unsure sebagian yang ditujukan untuk keseluruhan. Hal ini karena pengap yang dimaksudkan bukan hanya untuk mata dan lidah, tetapi untuk keseluruhan rasa pengap dan sesak yang meliputi fisik dan raga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar