Analisis Gaya Bahasa
dalam Puisi “Perjumpaan” dan “Patagonia” dalam Kumpulan Sajak Pilihan Riau Pos
2012
Perjumpaan
Selalu akan kita kenali nantinya
Seseorang bernama perpisahan
Segera kita kemasi segala kenangan
Sampai tangis tak sanggup lagi mendedah
Segeralah. Segeralah.
Jogjakarta,
14 Januari 2011
Puisi tersebut terdapat beberapa gaya bahasa,
diantaranya:
1.
Seseorang bernama perpisahan,
terdapat gaya bahasa personofikasi karena terdapat haal yang menuliskan benda-benda mati menjadi
seolah-olah hidup, perpisahan bukanlah benda hidup tetapi pada larik puisi tersebut perpisahan dianggap orang dan diberi nama
layaknya seorang manusia.
2.
Segera kita kemasi segala kenangan,
terdapat gaya bahasa metonimia
karena memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang atau
hal, sesuai penggantinya. Kenangan yang dimaksud bukanlah benda, tetaapi
dianggap sebagai benda yang dapat dikemasi/dibereskan.
3.
Sampai tangis tak sanggup lagi mendedah, terdapat gaya bahasa hiperbola karena menyatakan sesuatu yang
berlebih-lebihan. Tangis tak sanggup lagi mendedah berarti tangis tak dapat
lagi ditunjukkan .
Patagonia
Perempuan itu terjatuh
Dari ketinggian
Dalam genggamannya;sebotol air mata,
Susu tumpah, dan keranjang
Berisi buah-buahan
Air terjun;kemanusiaan macam apakah
Pengap dalam mata dan lidahku.
Jogjakarta,
12 September 2011
Puisi tersebut terdapat
beberapa gaya bahasa, diantaranya:
1.
Perempuan itu terjatuh dari ketinggian bait tersebut
jika dilihat dari segi semantiknya bermakna jatuh dari suatu tempat tinggi
ketempat yang rendah. Akan tetapi, jika dilihat dari segi gaya bahasa maka
terdapat maksud lainnyaa. Gaya bahasa yang terdapat ialah gaya bahasa alegori karena gaya bahasa ini adalah gaya bahasa yang
dipakai sebagai lambing perikehidupan
manusia. Perempuan itu terjatuh dari ketinggian
bermakna mengalami masa yang sulit/permasalahan
dari kehidupan yang mewah/nikmat sebelumnya.
2.
Dalam
genggamannya;sebotol air mata, terdapat
gaya bahasa hiperbola
karrena mengaandung unsure yang
dilebih-lebihkan. Unsure yang dilebihkan adalah jumlah air mata yang mencapai sebotol.
3. Air terjun;kemanusiaan
macam apakah,
terdapat
gaya bahasa
alusio karena mengandung unsur yang menunjuk secara tidak
langsung ke suatu peristiwa atau hal.
4.
Pengap dalam mata dan lidahku,
terdapat gaya bahasa sinekdok
pars prototo karena terdapat penyebutan unsure sebagian yang ditujukan
untuk keseluruhan. Hal ini karena pengap yang dimaksudkan bukan hanya untuk
mata dan lidah, tetapi untuk keseluruhan rasa pengap dan sesak yang meliputi
fisik dan raga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar