TAWA
Tawamu mengiris perih jiwaku
Jiwa yang terlanjur terhempas dalam kesepian
Sepi yang tiada bertepi dan demakin menepi
Tawamu menghantarkanku pada keterpurukan
Terpuruk yang semakin lama semakin buruk
Tawamu yang menertawakan gontai langkahku
Tawa yang menawarkan senyum sinis
Pada pengharapanku
Tawa yang mencibir pada sandaranku
Hahahahahahahahahahahahaha
Hihihihihihihihihihihihihihihihi
Tertawalah, ya tertawalah
Tertawalah sepuas hatimu
Menertawakan topeng-topeng laknat
Yang menutupi borok di wajahmu
Menertawakan panggung sandiwara
Yang mempermainkan hidupmu
Menertawakan kemunafikanmu
Dengan segala keterkutukanmu
Ibu
ibu
ku tau...
apa yang kamu rasakan
perih...... pedih.....
pilu......
ibu
apa yang kamu rasakan
itulah rasaku
apa yang kamu tahankan
itulah perjuanganku......
ibu,,,,,
kamu tumpuanku..
kamu harapanku..
kamu kekuatanku..
kamu segalanya buatku....
ibu.....
bertahanlah demi aku anakmu...
karna
aku juga akan bertahan demi
kamu
ibundaku....
genggam erat jemariku
kerena kita yang akan merubah
segalanya
menjadi lebih baik....
Mantra
tiada rasa gundah
jika ku pandangi wajahmu
tiada rasa gelisah
jika ku nikmati senyumanmu
tiada rasa resah
jika ku reguk cintamu
tiada rasa risau
jika ku miliki kasihmu
bersandar di bahumu
membuat rembulan cemburu
mereguk hangatnya
cintamu, seolah mentari tertunduk lesu di kakimu
menikmati manisnya
kasihmu tiada pernah tertandingi oleh apapun
tak ingin berakhir,
selamanya, selamanya bersamamu
sejuta syair
pujangga tiada berlaku bagiku
sejuta puisi cinta
tiada berdaya padaku
sejuta kalimat
syahdu tiada berguna bagiku
yang ku ingin hanya
mantra
mantra cintamu yang
menusuk ke relung jiwaku
mantra cintamu yang
hilangkan sadarku
mantra cintamu yang
menghidupkan denyut jantungku
Kasih Tak Sampai
ku sandarkan harapanku padamu
ku serahkan jiwaku padamu
yakin dan teguh hanya padamu
ku ingin berlabuh di dermaga cintamu
bagaikan kapal yang merapat di dermaga
ku ingin mendarat di landaan cintamu
bagaikan pesawat yang mendarat di bandara
tapi cintamu sulit kupahami
berliku dan berkelok tak tau arah dan tujuan
kau tarik ulur bagai layangan
kau gantung tiada bertali
kau hempaskan cintaku bagaikan ombak yang menerjang karang
cintaku terhempas di pantai padang
kau penjarakan kasihku kedalam
sukma tiada berperi
kasihku terkurung dalam penjara cintamu
kukira cintamu seindah istana pagaruyung
tapi ternyata sekaku benteng van de cock
Tidak ada komentar:
Posting Komentar