TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
![]() |
DOSEN PEMBIMBING : DR. HIDAYATSYAH, MA
DISUSUN OLEH : ASTARIA
NPM :116210880
KELAS :III D
FKIP BAHASA DAN SASTERA INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2012
Tujuan
pendidikan islam
Berbicara tentang tujuan pendidikan
islam sama artinya dengan berbicara tentang hasil akhir yang akan diraih dari
suatu aktivitas yang disebut pendidikan.
Pendidikan adalah suatu usaha pemanusiaan manusia, dapat juga berarti
aktualisasi potensi diri, dapat juga berarti proses pewarisan nilai-nilai
budaya dan norma yang mencakup baik,benar dan indah. Baik berarti perilaku yang
pantas untuk dipuji. Benar berarti pernyataan yang sesuai dengan semestinya.
Indah berarti dapat menimbulkan rasa senang oleh penikmatnya.
Pendidikan selain merupakan proses,
juga merupakan suatu aktivitas yang memiliki tujuan tertentu. Tujuan pendidikan
pada hakekatnya dirumuskan oleh
bangsa/masyarakat itu sendirisecara singkat, padat, sesuai dengan filsafat dan
kebudayaan bangsa yang bersangkutan. Atau dengan kata lain tujuan pendidikan
merupakan gambaran dari filsafat atau pandangan hidup suatu bangsa yang menyelenggarakan pendidikan tersebut.
Filsafat atau pandangan hidup suatu bangsa berarti sesuatu yang dianggap
penting dan berharga sehingga setiap orang berusaha untuk mendapatkannya.
Tujuan pendidikan disetiap Negara
itu berbeda dikarenakan:1. Karena tujuan pendidikan itu ditetapkan oleh suatu
bangsa/masyarakat dan disesuaikan dengan filsafat dan kebudayaan dari masing-masing
negara.2. karena perbedaan system nilai dari tiap masyarakat yang bersangkutan.
System nilaai, norma dan moral dari setiap masyarakat/bangsa memiliki perbedaan
sehingga menimbulkan perbedaan tujuan pendidikan itu sendiri.
Penetapan tujuan pendidikan penting,
karena tujuan pendidikan menurut Jhon S. Brubacher dalam Hamdani Ihsan dan Fuad
Ihsan (2001;61) mempunyai fungsi yang bersifat normatif, yaitu memberi arah
pada proses yang bersifat edukatif yaitu proses yang mendorong dan member
motivasi yang baik dan dapat menjadi pedoman
atau kriteria tertentu sebagai
ukuran untuk mengevaluasi proses pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa tujuan pendidikan
meliputi (1)pengarah. Berfungsi sebagai pengarah agar dapat mengarahkan peserta
didik itu dan komponen-komponennya sehingga tujuan yang telah ditetapkan secara
bersama oleh masyarakat dapat terwujud. (2)pedoman. Tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan harus dapat menjadi
pegangan bagi seluruh anggotannya/peserta didik dan komponennya. (3)pendorong.
Motivasi yang diberikan kepada anggotanya/peserta didik dan komponennya harus
ditingkatkan karena tujuan pendidikan yang telah ditetapkan merupakan cita-cita
sehingga harus didorong untuk mendapatkan tujuan yang telah ditetapkan.(4)kriteria
penilaian/evaluasi. Merupakan tolak ukur untuk menentukan keberhasilan
pendidikan itu sendiri.
Dalam penetapan tujuan pendidikan
menurut Hummel yang dikutip dari Uyoh Sadullah (2004;58)nilai yang harus
diperhatikan adalah;
1. Outonomy,
yaitu member kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan secara maksimum kepada
individu atau kelompok untuk dapat hidup
mandiri dan hidup bersama dalam
kehidupan yang lebih baik. Hal ini berarti tujuan pendidikan yang dicapai
mestinya dapat membuat siswa memiliki sikap mandiri
2. Equity(keadilan).
Yaitu memberi kesempatan kepada seluruh warga untuk berpartisipasi dalam
kehidupan ekonomi dengan memberikan pendidikan dasar yang sama. Hal ini
berarti bahwa pendidikan itu harus merata kepada seluruh rakya tanpa ada
pengecualian dan pilih kasih.
3. Survival,
yaitu pendidikan harus menjamin
pewarisan atau transmisi
kebudayaan suatu masyarakat atau bangsa
dari suatu generasi ke generasi
berikutnya sehingga bangsa tersebuut tetap eksis. Hal ini
berarti kegiatan yang melahirkan pendidikan harus tetap mempertahankan kebudayaan yang
dimiliki karena pendidikan itu sendiri berarti pewarisan nilai budaya dan
norma.
Rumusan tujuan
pendidikan dikatakan baik menurut Jhon Dawey dalam Prasetya (2002;180-181)
apabila (1)member peluang bagi
terciptanya perkembangan lebih baik dari kondisi sebelumnya. Hal ini berarti
pendidikan mestinya memberikan jaminan bagi kondisi yang lebih baik kedepannya
daripada sekarang. (2)dapat menyesuaikan
dengan keadaan (fleksibel), maksudnya adalah pendidikan itu harus selalu
mengalami perubahan dan harus dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang
sesuai dengan perkembangan zaman dan sesuai dengan kebutuhan yang akan datang.
(3)harus mewakili kebebasan aktivitas, yaitu menempatkan sasaran-sasaran tujuan
diatas mana aktivitas akan berakhir.
Tujuan
pendidikan harus ditegakkan diatas aktivitas dan keperluan yang sesungguhnya
(termasuk naluri, kebiasaan dan tingkah laku asli) dari orang-orang yang akan
dididik serta tujuan pendidikan harus
dapat diterjemahkan menjadi metode atau pemerkarsa bagi terciptanya suatu situasi
yang diperlukan untuk memberikan
situasi yang diperlukan, untuk
membebaskan kemampuan mereka
membangkitkan kemampuan. Kemampuan yang diharapkan haruslah dapat
membantu observasi, pilihan, dan perencanaan
dalam melaksnakan aktivitas dari waktu ke waktu dan bukan merupakan
penghambat pikiran sehatatau yang bersifat negatif.
Dalam konteks
pendidikan islam, hal yang hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan tujuan
pendidikan islam ialah(1)tujuan, fungsi dan tugas manusia dimuka bumi ini baik
secara vertical maupun horizontal. Tujuan penciptaan nmanusia di muka bumi
adalah agar mengingat siapa dirinya dan mengabdi kepada pencipta seutuhnya
serta menjadikan manusia khalifah dimuka bumi. Oleh karena itu maka pendidikan
seharusnya menyadarkan manusia tentang tugasnya sebagai khalifah dan
mengabdikan hidupnya kepada sang pencipta.(2)memperhatikan sifat-sifat dasar
manusia. (3)memperhatikan tuntutan masyarakat dan dinamika peradaban kemanusiaan.
Pendidikan harusnya menjadikan kehidupan kedepannya jauh lebih baik, sehingga
pendidikan harus memperhatikan dan memperkirakan jenis kebutuhan dan tuntutan
untuk kehidupan yang akan datang. Tetapi tetap dengan memperhatikan kebudayaan
yang telah ada dan berlaku di masyarakat. (4)memperhatikan dimensi-dimensi
kehidupan ideal islam:peningkatan kesejahteraan hidup, mendorong manusia
berusaha keras untuk mencapi kehidupan yang baik, dan keterpaduan antara
kepentingan kehidupan di dunia dan akhirat. Pendidikan harus mempersiapkan
kehidupan yang layak di dunia dan di akhirat.
Berdasarkan
uraian tersebut maka dapat dikatakan pendidikan tersebut memiliki tujuan
menciptakan suatu kehidupan yang lebih baik. Karena mengemban tugas untuk
menghasilkan generasi yang lebih baik, manusia-manusia yang yang berkebudayaan,
dan memiliki kepribadian yang lebih baik. Al-Attas menyebutnya dengan
menciptakan manusia yang baik, manusia sejati, atau manusia beradab;yaitu
manusia yang menyadari sepenuhnya tanggung jawab dirinya kepada tuhan yang Hak, memahami dan
menunaikan keadilan terhadap diri sendiri dan orang lain, dan terus berupaya
meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempatan manusia yang
beradab(Mohammad Nor, 2003;172-174)
Pendidikan islam
adalah pendidikan yang berlandaskan Al-Quran dan Sunah Rasullullah Saw. dua
sumber yang berasal dari asasi ajaran islam. Sehingga pendidikan tidak akan
terlepas dari ajaran pokok islam. (1)islam mengajarkan agar manusia beriman dan
bertakwa kepada Allah Swt. Dengan tujuan tersebut maka dalam konsep pendidikan
isalm maka pendidikan tidak hanya mengedepankan ilmu pengetahuan untuk
kehidupan yang lebuh baik. Akan tetapi, juga meningkatkan dan mengembangkan
ketakwaan terhadap Allah Swt. seiring dengan ilmu pengetahuan tersebut. (2)islam
menekankan urgensinya ilmu pengetahuan dan perlunya menggunakan akal untuk
berpikir tentang alam semesta, maka pendidikan islam itu bertujuan untuk
mengembangkan potensi manusia agar memperoleh pengetahuan dan memanfaatkannya
untuk kehidupan yang lebih baik. Hal ini tidak terlepas dari fungsi manusia
sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah manusia harus mampu mengelola
seluruh isi bumi untuk kehidupan yang lebih baik berdasarkan ajaran islam.
Pengelolaan isi bumi ini membutuhkan keahlian, keterampilan yang diperoleh
melalui pendidikan. (3)islam menekankan pentingnya amal saleh (karya yang
positif) dan mendudukkan amal saleh sebagai manifestasi iman. Oleh karena itu,
pendidikan islam menekankan pentingnya belajar melalui berbuat dan melahirkan manusia
terampil, beretos kerja tinggi dan siap mengaplikasikan ilmunya bagi
kesejahteraan dan kemajuan hidup. Pendidikan hendaknya memunculkan etos kerja
yang baik serta memunculkan sikap-sikap yang positif bagi kehidupan manusia.
ilmu yang diperoleh hasil dari pendidikan seharusnya mampu mengaplikasikan
ilmunya bagi kehidupan manusia yang lebih baik berdasarkan Al-Quran dan Sunah Rasullullah Saw. (4)islam
menekankan pentingnya akhlak atau etika
dalam kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan mampu melahirkan manusia
yang berakhlak mulia dan berkepribadian terpuji yaitu mampu
mengaplikasikan sifat-sifat asmaul husna dalam totalitas kehidupannya. Baik
sebagai makhluk individu yang berarti
memiliki prilaku yang pantas dipuji untuk dirinya sendiri, makhluk social
maupun makhluk yang berketuhanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar