Minggu, 23 Maret 2014



TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM


Logo-uir
 









DOSEN PEMBIMBING : DR. HIDAYATSYAH, MA
DISUSUN OLEH            : ASTARIA
NPM                                :116210880
KELAS                           :III D


FKIP BAHASA DAN SASTERA INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2012
Tujuan pendidikan islam
            Berbicara tentang tujuan pendidikan islam sama artinya dengan berbicara tentang hasil akhir yang akan diraih dari suatu  aktivitas yang disebut pendidikan. Pendidikan adalah suatu usaha pemanusiaan manusia, dapat juga berarti aktualisasi potensi diri, dapat juga berarti proses pewarisan nilai-nilai budaya dan norma yang mencakup baik,benar dan indah. Baik berarti perilaku yang pantas untuk dipuji. Benar berarti pernyataan yang sesuai dengan semestinya. Indah berarti dapat menimbulkan rasa senang oleh penikmatnya.
            Pendidikan selain merupakan proses, juga merupakan suatu aktivitas yang memiliki tujuan tertentu. Tujuan pendidikan pada hakekatnya  dirumuskan oleh bangsa/masyarakat itu sendirisecara singkat, padat, sesuai dengan filsafat dan kebudayaan bangsa yang bersangkutan. Atau dengan kata lain tujuan pendidikan merupakan gambaran dari filsafat atau pandangan hidup suatu bangsa  yang menyelenggarakan pendidikan tersebut. Filsafat atau pandangan hidup suatu bangsa berarti sesuatu yang dianggap penting dan berharga sehingga setiap orang berusaha untuk mendapatkannya.
            Tujuan pendidikan disetiap Negara itu berbeda dikarenakan:1. Karena tujuan pendidikan itu ditetapkan oleh suatu bangsa/masyarakat dan disesuaikan dengan filsafat dan kebudayaan dari masing-masing negara.2. karena perbedaan system nilai dari tiap masyarakat yang bersangkutan. System nilaai, norma dan moral dari setiap masyarakat/bangsa memiliki perbedaan sehingga menimbulkan perbedaan tujuan pendidikan itu sendiri.
            Penetapan tujuan pendidikan penting, karena tujuan pendidikan menurut Jhon S. Brubacher dalam Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan (2001;61) mempunyai fungsi yang bersifat normatif, yaitu memberi arah pada proses yang bersifat edukatif yaitu proses yang mendorong dan member motivasi yang baik dan dapat menjadi pedoman  atau kriteria  tertentu sebagai ukuran untuk mengevaluasi proses pendidikan.
            Berdasarkan uraian di atas  dapat dijelaskan bahwa tujuan pendidikan meliputi (1)pengarah. Berfungsi sebagai pengarah agar dapat mengarahkan peserta didik itu dan komponen-komponennya sehingga tujuan yang telah ditetapkan secara bersama oleh masyarakat dapat terwujud. (2)pedoman. Tujuan pendidikan yang telah ditetapkan  harus dapat menjadi pegangan bagi seluruh anggotannya/peserta didik dan komponennya. (3)pendorong. Motivasi yang diberikan kepada anggotanya/peserta didik dan komponennya harus ditingkatkan karena tujuan pendidikan yang telah ditetapkan merupakan cita-cita sehingga harus didorong untuk mendapatkan tujuan yang telah ditetapkan.(4)kriteria penilaian/evaluasi. Merupakan tolak ukur untuk menentukan keberhasilan pendidikan itu sendiri.
            Dalam penetapan tujuan pendidikan menurut Hummel yang dikutip dari Uyoh Sadullah (2004;58)nilai yang harus diperhatikan adalah;
1.      Outonomy, yaitu member kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan secara maksimum kepada individu atau kelompok  untuk dapat hidup mandiri dan hidup bersama  dalam kehidupan yang lebih baik. Hal ini berarti tujuan pendidikan yang dicapai mestinya dapat membuat siswa memiliki sikap mandiri
2.      Equity(keadilan). Yaitu memberi kesempatan kepada seluruh warga untuk berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi dengan memberikan pendidikan dasar yang sama. Hal ini berarti  bahwa pendidikan itu   harus merata kepada seluruh rakya tanpa ada pengecualian dan pilih kasih.
3.      Survival, yaitu pendidikan harus menjamin  pewarisan atau  transmisi kebudayaan suatu masyarakat  atau bangsa dari suatu  generasi ke generasi berikutnya  sehingga  bangsa tersebuut tetap eksis. Hal ini berarti  kegiatan yang melahirkan pendidikan  harus tetap mempertahankan kebudayaan yang dimiliki karena pendidikan itu sendiri berarti pewarisan nilai budaya dan norma.
Rumusan tujuan pendidikan dikatakan baik menurut Jhon Dawey dalam Prasetya (2002;180-181) apabila  (1)member peluang bagi terciptanya perkembangan lebih baik dari kondisi sebelumnya. Hal ini berarti pendidikan mestinya memberikan jaminan bagi kondisi yang lebih baik kedepannya daripada  sekarang. (2)dapat menyesuaikan dengan keadaan (fleksibel), maksudnya adalah pendidikan itu harus selalu mengalami perubahan dan harus dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan sesuai dengan kebutuhan yang akan datang. (3)harus mewakili kebebasan aktivitas, yaitu menempatkan sasaran-sasaran tujuan diatas mana aktivitas akan berakhir.
Tujuan pendidikan harus ditegakkan diatas aktivitas dan keperluan yang sesungguhnya (termasuk naluri, kebiasaan dan tingkah laku asli) dari orang-orang yang akan dididik  serta tujuan pendidikan harus dapat diterjemahkan menjadi metode atau pemerkarsa  bagi terciptanya  suatu situasi  yang diperlukan  untuk memberikan situasi  yang diperlukan, untuk membebaskan kemampuan mereka  membangkitkan kemampuan. Kemampuan yang diharapkan haruslah dapat membantu observasi, pilihan, dan perencanaan  dalam melaksnakan aktivitas dari waktu ke waktu dan bukan merupakan penghambat pikiran sehatatau yang bersifat negatif.
Dalam konteks pendidikan islam, hal yang hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan tujuan pendidikan islam ialah(1)tujuan, fungsi dan tugas manusia dimuka bumi ini baik secara vertical maupun horizontal. Tujuan penciptaan nmanusia di muka bumi adalah agar mengingat siapa dirinya dan mengabdi kepada pencipta seutuhnya serta menjadikan manusia khalifah dimuka bumi. Oleh karena itu maka pendidikan seharusnya menyadarkan manusia tentang tugasnya sebagai khalifah dan mengabdikan hidupnya kepada sang pencipta.(2)memperhatikan sifat-sifat dasar manusia. (3)memperhatikan tuntutan masyarakat dan dinamika peradaban kemanusiaan. Pendidikan harusnya menjadikan kehidupan kedepannya jauh lebih baik, sehingga pendidikan harus memperhatikan dan memperkirakan jenis kebutuhan dan tuntutan untuk kehidupan yang akan datang. Tetapi tetap dengan memperhatikan kebudayaan yang telah ada dan berlaku di masyarakat. (4)memperhatikan dimensi-dimensi kehidupan ideal islam:peningkatan kesejahteraan hidup, mendorong manusia berusaha keras untuk mencapi kehidupan yang baik, dan keterpaduan antara kepentingan kehidupan di dunia dan akhirat. Pendidikan harus mempersiapkan kehidupan yang layak di dunia dan di akhirat.
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dikatakan pendidikan tersebut memiliki tujuan menciptakan suatu kehidupan yang lebih baik. Karena mengemban tugas untuk menghasilkan generasi yang lebih baik, manusia-manusia yang yang berkebudayaan, dan memiliki kepribadian yang lebih baik. Al-Attas menyebutnya dengan menciptakan manusia yang baik, manusia sejati, atau manusia beradab;yaitu manusia yang menyadari sepenuhnya tanggung jawab dirinya  kepada tuhan yang Hak, memahami dan menunaikan keadilan terhadap diri sendiri dan orang lain, dan terus berupaya meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempatan manusia yang beradab(Mohammad Nor, 2003;172-174)
Pendidikan islam adalah pendidikan yang berlandaskan Al-Quran dan Sunah Rasullullah Saw. dua sumber yang berasal dari asasi ajaran islam. Sehingga pendidikan tidak akan terlepas dari ajaran pokok islam. (1)islam mengajarkan agar manusia beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. Dengan tujuan tersebut maka dalam konsep pendidikan isalm maka pendidikan tidak hanya mengedepankan ilmu pengetahuan untuk kehidupan yang lebuh baik. Akan tetapi, juga meningkatkan dan mengembangkan ketakwaan terhadap Allah Swt. seiring dengan ilmu pengetahuan tersebut. (2)islam menekankan urgensinya ilmu pengetahuan dan perlunya menggunakan akal untuk berpikir tentang alam semesta, maka pendidikan islam itu bertujuan untuk mengembangkan potensi manusia agar memperoleh pengetahuan dan memanfaatkannya untuk kehidupan yang lebih baik. Hal ini tidak terlepas dari fungsi manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah manusia harus mampu mengelola seluruh isi bumi untuk kehidupan yang lebih baik berdasarkan ajaran islam. Pengelolaan isi bumi ini membutuhkan keahlian, keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan. (3)islam menekankan pentingnya amal saleh (karya yang positif) dan mendudukkan amal saleh sebagai manifestasi iman. Oleh karena itu, pendidikan islam menekankan pentingnya belajar melalui berbuat dan melahirkan manusia terampil, beretos kerja tinggi dan siap mengaplikasikan ilmunya bagi kesejahteraan dan kemajuan hidup. Pendidikan hendaknya memunculkan etos kerja yang baik serta memunculkan sikap-sikap yang positif bagi kehidupan manusia. ilmu yang diperoleh hasil dari pendidikan seharusnya mampu mengaplikasikan ilmunya bagi kehidupan manusia yang lebih baik berdasarkan  Al-Quran dan Sunah Rasullullah Saw. (4)islam menekankan pentingnya akhlak atau etika  dalam kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan mampu melahirkan manusia yang berakhlak  mulia dan  berkepribadian terpuji yaitu mampu mengaplikasikan sifat-sifat asmaul husna dalam totalitas kehidupannya. Baik sebagai makhluk individu yang  berarti memiliki prilaku yang pantas dipuji untuk dirinya sendiri, makhluk social maupun makhluk yang berketuhanan.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar