Prang,…..
Terdengar suara vas bunga merah marun kesayangan tante Diana terjatuh
dari atas rak yang berdiri angkuh di
sudut ruang tamu rumah yang megah itu. Bersamaan dengan itu vheya yang baru
pulang sekolah langsung menuju dapur dan
mengambil segelas air putih untuk membabat rasa lelahnya di siang hari yang sombong itu. Baru seteguk vheya
menenggak airnya, tante Diana sudah berdiri di depan pintu dapur sambil
tersenyum yang dipaksakan. Tante Diana mendekati Vheya dengan tenang dan
merapikan tatanan rambut Vheya yang terlihat berantakan
“Vheya, vas bunga yang kamu jatuhkan
tadi nanti dibersihkan ya, Jangan dibiarkan berantakan!”
“vas bunga? Bukan Vheya tante, Vheya
baru saja pulang!”
“tidak
usah mengelak Vheya, bersihkan saja tante tidak marah!” ujar tante Diana yang
lembut seakan dipakssakan.
“baik tante” angguk Vheya karena
tidak ingin berdebat dengan tante Diana.
“anak
pintar” ucap tante Diana sambil mengacak-acak sedikit raambut Vheya yang sudah
mulai rapi tadi dan meninggalkannya begitu saja.
Sepeninggal tante Diana, Vheya
meneguk sekali lagi air yang
menertawakannya dari balik gelas.
Setelah itu ia kembali keruang depan untuk membersihkan vas bunga Tante
Diana yang berserakan di lantai. Sembari membersihkan serpihan vas itu Vheya
tak habis pikir apa penyebab pecahnya vas tersebut. Vas itu terletak di sudut
ruangan dan berukuran cukup besaar sehingga tidak mungkin jika tertiup angin
walaupun pintu terbuka sangat lebar. Apa mungkin tersenggol kucing? Akh, tidak
mungkin. Tante Diana phobia dengan kucing. Jangankan melihat kucing, mendengar
suaranya saja tante Diana teriak-teriak seperti orang kesurupan.
Sepertinya ada yang menyenggolnya, tapi siapa? Dirumah ini kan hanya ada tante
Diana, Vheya, dan Papa. Kalau sekarang papa sedang di Surabaya. Vheya sedang
astik dengan pikirannya sambil terus merapikan lantai yang dipenuhi dengan pasir Kristal yang berhamburan dari
vas bunga itu ketika suara klakson mobil
teman tante Diana membuyarkan pikirannya
“tante mau pergi dulu, ada acara sama temen-temen tante!”
ucap tante Diana sambil terusberjalan. Belum sempat Vheya menjawab tante Diana
sudah menutup pintu rumah dari luar.
Tante
Diana adalah istri kedua papa setelah kepergian mama Vheya. Vheya tidak mau
memanggil mama karena baginya tidak ada yang bisa menggantikan mamanya. Bagi
papa Vheya itu bukan masalah yang penting mereka bisa saling menerima. Vheya
sebenarnya kurang menyukai tante Diana sebagai mama tirinya, tetapi ia tidak
bisa mengatakan perasaannya kepada sang papa. Bukan karena takut tetapi sang
papa pasti akan berkata itu hanyalah perasaan yang berlebihan karena dihati
Vheya masih bertahta dengan anggunnya
sosok mama yang sudah tiada. Vheya tidak menyukai tante Diana karena berbagai
alasan. Pertama tante Diana terpaut usia yang sangat jauh dengan papanya. Tante
Diana masih berusia 25 tahun sedangkan papa Vheya 45 tahun. Kedua, tante Diana
lebih suka menghabiskan waktu seharian
bersama teman-temannya daripada dirumah mengurusi keluarga seperti yang
dulu dilakukan mama Vheya. Ketiga tante Vheya sering diantar dan dijemput
temannya yang tidak dikaetahui laki laki atau perempuan. Karena tante Vheya
tidak pernah membawa temannya masuk ke rumah dan hanya menunggu di mobil. Dan
masih banyak lagi yang tidak disukai Vheya terhadap tante Diana.
Hari
sudah larut malam tante Diana belum juga pulang ke rumah. Vheya tidak cemas
karena tante Diana sering melakukan hal seperti ini. tetapi, ketika Vheya
mengatakannya ke papa, tante Diana berdalih bahwa ia menemani temannya si A
yang sedang sedih, si B yang sedang frustasi si C yang sedang pesta dan Si Z
yang entah lagi ngapain. Vheya pun akhirnya tidak peduli dan membiarkannya begitu saja.
Keesokan ketika vheya akan berangkat ke sekolah tante
Diana baru pulang.
“tante kok baru pulang?”
“saya banyak urusan” sahutnya sambil berlalu ke
kamarnya.
Vheya tidak begitu perduli dengan sikap tante Diana.
Vheya segera bergegas berangkat ke sekolah.
Di sekolah Vheya kurang begitu bersemangat belajar.
Sepertinya Vheya kurang enak badan. Ia akhirnya beristirahat di ruang UKS untuk
beberapa saat. Karena kondisinya yang tak kunjung membaik, akhirnya Vheya
diizinkan pulang terlebih dahulu oleh petugas piket di sekolahnya. Vheya pulang
diantar oleh Dheon pujaan hatinya. Sebelum ke rumah Dheon menyempatkan membawa
Vheya ke rumah sakit yang tidak jauh
dari sekolah.
Ketika sedang menunggu panggilan dokter secara
samar-samar Vheya melihat seseorang yang mirip tante Diana. orang yang mirip Tante
Diana bukan berada di antrean dokter
umum tetapi di dokter kandungan. Apa itu tante Diana? Tante Diana hamil? Vheya
bangkit dan ingin menghampiri dan memastikan orang itu tante Diana atau bukan.
“ Vheya Alizkia Syahra” salah seorang suster
memanggil, Dheon langsung menarik tangan Vheya dan membawanya ke ruang prakter
dokter. Sebelum masuk keruangan, Vheya melihat kearah antrean dokter kandungan,
ia melihat orang yang mirip tante Diana itu bergelayut mesra di pundak seprang
pria dengan air muka penuh kerisauan. Pemandangan itupun hilang dengan daun
pintu yang tertutup dari dalam ruang praktik dokter umum. Vheya menjalani
pemeriksaan dengan pikiran yang tertuju
pada wanita yang menyerupai tante Diana tersebut hingga pemeriksaan selesai.
“kamu tunggu disini dulu ya, aku ambil obatnya di
apotek” ujar Dheon. Vheya membalas dengan anggukan kepala. Setelah
bayangan Dheon menghilang si keramaian,
Vheya melihat kembali kearah ruang tunggu dokter kandungan. Ia tidak melihat
sosok yang mirip tante Diana. Vheya penasaran, ia berjalan ke ruang tunggu dokter kandungan dan melihat kearah ruang
periksa melalui celah-celah kaca ruang praktik dokter. Ia
tidak melihat sosok yang mirip tante Diana, dan matanya terus mencari orang
yang mirip tante Diana.
“kamu ngapai disini?” Dheon mengagetkan pencarian
Vheya
“eh,, enggak. Udah obatnya?” sahut Vheya karena kaget
“udah, ini. kamu ngapain ke sini?”
“tadi aku ngeliat orang mirip ante Diana disini”
“udah ketemu?
“gak” ucap Vheya sambil menggeleng kecewa
“mungkin Cuma orang lain yang mirip tante Diana”
“ia, mungkin. Ya udah yuk kita pulang”ajak Vheya
Mereka berjalan menyusuri lorang demi lorong hingga
menuju parker. Selama itu pula Vheya tetap melihat sekeliling dan ingin
memastikan siapa orang yang mirip tante Diana. Rasa penasarannya tetap tidak
terjawab hingga akhirnya Vheya sampai dirumah.
Bersambung….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar