Beberapa pertanyaan mengenai semantik khususnya
mengenai jenis makna
1.
Mengapa makna afektif
lebih terasa secara lisan daripada tulisan?
Jawab :
Karena makna afektif adalah gaya atau makna yang menunjukkan
perasaan. Ungkapan perasaan akan lebih terasaa jika di utarakan dalam
bentuk lisan daripada tulisan.
2.
Apa perbedaan makna refrensial dan non refrensial?
Jawab :
Makna refrensial adalah makna yang memiliki
refrensi (rujukan) terhadap kata yang
diucapkannya. Misalnya meja memiliki refrensi terhadap perabotan. Sedangkan makna
non refrensial
adalah makna yang tidak memiliki refrensi terhadap kata tersebut. Misalnya preposisi
dan konjungsi.
3.
Apa yang membedakan makna
stilistika pada kata rumah, pondok, dan istana?
Jawab :
Makna stilistika berkenaan dengan gaya
pemilihan kata sehubungan dengan adanya perbedaan sosial dan bidang
kegiatan di dalam masyarakat. Rumah, pondok, dan istana merupakan sebuah tempat
yang dapat dijadikan tempat tinggal. Akan tetapi perbedaan latar sosial memilah orang yang layak menempati
rumah tersebut.
4.
Apa perbedaan idiom penuh
dan idiom sebagian?
Jawab:
·
Idiom penuh
adalah idiom yang unsur-unsurnya secara keseluruhan sudah merupakan satu kesatuan
dengan satu makna. Misalnya menjual gigi. Kedua kata tersebut memiliki
kesatuan makna idiom (tidak mengandung unsure leksikal)
·
Idiom sebagian
adalah idiom yang sebagian unsurnya masih memiliki unsur
leksikalnya sendiri. misalnya daftar hitam. Kata daftar merupakan makna
leksikal, eangkan hitam dimaknai sebagi orang yang memiliki kesalahan.
5.
Jelaskan perbedaan makna idiomatikal
dan peribahasa!
Jawab:
·
Makna idiomatikal
adalah makna sebuah satuan bahasa yang menyimpang dari makna leksikal atau gramatikal dari unsur-unsur
pembentuknya. Makna ini tidak dapat diramalkan baik secara leksikal maupun
gramatikal.
·
Makna peribahasa
ialah usaha penutur menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosinya dalam
bentuk-bentuk satuan tertentu yang dianggap paling tepat dan paling kena. Makna
ini dapat diramalkan karena ada asosiasi antara makna leksikal dengan makna
gramatikal unsur-unsur pembentuk peribahasa itu dengan makna lain yang menjadi tautannya.
6.
Jelaskan perbedaan makna
istilah dan makna kata!
Jawab :
Perbedaannya terletak
pada ketepatan kata itu dalam penggunaannya secara umum dan secara khusus.
7.
Apa perbedaan idiom,
ungkapan, dan metafora?
Jawab:
Idiom, ungkapan, dan metafora sebenarnya
mencakup objek pembicaraan yang sama, hanya saja segi pandangannya yang
berlainan.
·
Idiom
dilihat dari segi makna, yaitu “menyimpangnya”
makna idiom ini dari makna leksikal
dan makna gramatikal unsur-unsur pembentuknya. Contohnya otak minyak
artinya cerdas.
·
Ungkapan
dilihat dari segi ekspresi bahasanya, yaitu dalam usaha penutur menyampaikan
pikiran, perasaan, dan emosinya dalam bentuk-bentuk satuan tertentu
yang dianggap paling
tepat dan paling kena. Misalnya bagaikan melukis di atas air, bermakna
pekerjaan yang sia-sia.
·
Metafora
dilihat dari segi digunakannya suatu untuk memperbandingkan
terhadap sesuatu yang lain. Contohnya pahlawan sebagai bunga bangsa.
8.
Jelaskan perbedaan makna
leksikal dan denotatif!
Jawab :
Makna konotatif adalah makna yang sesuai dengan refrennya atau
makna yang sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan. Makna ini tidak mengandung
nilai rasa. Sedangkan makna denotatif dilihat dari ada tidaknya “nilai rasa”
pada sebuah kata tersebut.
9.
Apa penyebab perubahan
makna konotatif !
Jawab :
Karena pandangan
masyarakat berdasarkan nilai-nilai atau
norma yang berlaku pada budaya
masyarakat tertentu.
10. Jelaskan mengenai makna kolokatif!
Jawab :
Makna kolokatif adalaah makna kata dalam kaaitannya dengan makna kata
lain yang mempunyai tempat yang sama dalam sebuah frasa. Misalnya gadis cantik. Gadis dan cantik memiliki kolokasi yang sama
karena dapat menempati posisi. Akan tetapi jika diganti dengan pemuda cantik
, maka fraa tersebut sudah tidak memiliki kolokasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar