Minggu, 04 Mei 2014

Analisis surat Al Fatihah




ayat 6 yang artinya “Tunjukilah kami jalan yang lurus”.
Hal yang menjadi pertanyaan adalah kenapa “Jalan yang lurus” bukan jalan yang benar?  Saya menganalisis ayat makna ayat tersebut dari segi semantik.
Menurut saya benar itu relatif, karena  untuk mendapatkan sesuatu yang benar dapat melalui jalan alternatif. Misalnya  seseorang yang ingin mengerjakan soal matematika yang memiliki hasil akhir sembilan. Orang tersebut dapat mencari jawaban tersebut dengan  berbagai  cara tetapi tetap  memiliki hasil akhir yang sama. Misalnya  (1) 3+3+3 = 9, (2) 3 X 3 = 9, (3) 12-3 = 9, dll. Hal ini jika dikaitkan dengan agama maka manusia hanya akan melakukan suatu perintah demi  hasil akhir (pahala/dosa) bukan proses yang diharapkan. Proses yang diharapkan disini adalah IKHLAS. Ikhlas melakukan semua perintah agama demi mendapatkan hasil akhir yang diinginkan.
Lurus berarti tidak terdapat tikungan atau belokan. Lurus berarti jalan terbut hanya satu arah. Hal ini berarti jika dihubungkan dengan rumus matematika tadi, maka “lurus” di sini telah memiliki spesifikasi/ terarah. Tidak ada pilihan jalan/alternative dari yang telah ditetapkan. Jalan yang harus ditempuh hanya satu untuk memperoleh hasil akhir yang diinginkan. Artinya semua perbuatan yang dilakukan jika dilakukan dengan ikhlas maka akan mendapatkan hasil akhir yang diinginkaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar