Senin, 12 Mei 2014

Gaya Bahasa



Unsur Semantik yang Terdapat pada Buku Paket Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas VII SMP dan MTs Bumi Aksara
1.      Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang dibahas pada buku ini ialah
a.       Personifikasi, yaitu gaya bahasa yang memuat suatu benda  yang statis menjadi  dinamis seperti manusia. Contoh Bumipun menangis mengiringi kepergiannya.
b.      Metafora, yaitu gaya bahasa yang memuat suatu benda memiliki sifat  yang berbeda. Contoh hatiku lelah menanti kepulanganmu.
c.       Pengulangan, penjajaran beberapa kata, frasa atau kalimat yang sama. Contoh kau.kau.kau. hanya kau yang kunanti.
d.      Simbolik
Gaya bahasa kiasan untuk melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda  benda sebagai simbol atau perlambang.
Contoh : Warna putih lambang kesucian.
e.       Hiperbola
Gaya bahasa perbandingan yang dipakai untuk melukiskan suatu peristiwa secara berlebih – lebihan.Contoh: Hatiku terbakar mendengar berita itu.
f.       Litotes
Gaya bahasa yang menggunakan kata – kata yang berlawanan artinya dengan yang dimaksud si pembicara, dengan tujuan merendahkan diri. Contoh :Mudah – mudahan saudara mau mendengarkan nasihatku yang tidak berarti.
g.      Metonimia
Gaya bahasa menggunakan sebuah nama yang berasiosiasi dengan suatu benda dan dipakai untuk menggantikan benda yang dimaksud. Contoh : Ayah naik kijang ke kantor (mobil).
h.      Ironi
Gaya bahasa sindiran yang dikatakan sebaliknya dari kejadian yang sebenarnya dengan maksud menyindir secara halus. Contoh: “Rajin bener engkau belajar”, kata ibu kepada anaknya yang sedang membaca komik.
i.        Paradoks
Gaya bahasa yang terlihat sepintas lalu seolah- olahada pertentangan, tetapi jika diperhatikan lebih teliti ternyata tidak bertentangan karena objek yang diungkapkan berlainan. Contoh: Ia miskin tapi hidupnya bahagia.
j.        Eufemisme
Gaya bahasa yang menggunakan sepatah kata untuk menggantikan kata lain agar terdengar lebih sopan. Contoh: Dia kalut, makanya penek akal.
k.      Klimaks
Semacam gaya bahasa yang mengandung urutan-urutan pikiran yang setiap kali semakin meningkat kepentingannya dari gagasan-gagasan sebelumnya.contoh :  Kami mendoakan agar suatu waktu-kapan saja waktunya- mereka dapat berdiri sendiri,bukan spaya mereka tidak bisa tunduk di bawah pengaruh kita, mengabdi dan berbakti kepada kita, tetapi karena justeru inilah keadilan sosial yang selama ini kita perjuangkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar