Unsur
Semantik yang Terdapat pada Buku Paket Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas
VII SMP dan MTs Bumi Aksara
1. Gaya
Bahasa
Gaya
bahasa yang dibahas pada buku ini ialah
a. Personifikasi,
yaitu gaya bahasa yang memuat suatu benda
yang statis menjadi dinamis seperti
manusia. Contoh Bumipun menangis mengiringi kepergiannya.
b. Metafora,
yaitu gaya bahasa yang memuat suatu benda memiliki sifat yang berbeda. Contoh hatiku lelah menanti
kepulanganmu.
c. Pengulangan,
penjajaran beberapa kata, frasa atau kalimat yang sama. Contoh kau.kau.kau.
hanya kau yang kunanti.
d. Simbolik
Gaya
bahasa kiasan untuk melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda benda sebagai simbol atau perlambang.
Contoh
: Warna putih lambang kesucian.
e. Hiperbola
Gaya
bahasa perbandingan yang dipakai untuk melukiskan suatu peristiwa secara
berlebih – lebihan.Contoh: Hatiku terbakar mendengar berita itu.
f. Litotes
Gaya
bahasa yang menggunakan kata – kata yang berlawanan artinya dengan yang
dimaksud si pembicara, dengan tujuan merendahkan diri. Contoh :Mudah – mudahan
saudara mau mendengarkan nasihatku yang tidak berarti.
g. Metonimia
Gaya bahasa menggunakan
sebuah nama yang berasiosiasi dengan suatu benda dan dipakai untuk menggantikan
benda yang dimaksud. Contoh : Ayah naik kijang ke kantor (mobil).
h. Ironi
Gaya
bahasa sindiran yang dikatakan sebaliknya dari kejadian yang sebenarnya dengan
maksud menyindir secara halus. Contoh: “Rajin bener engkau belajar”, kata ibu
kepada anaknya yang sedang membaca komik.
i.
Paradoks
Gaya
bahasa yang terlihat sepintas lalu seolah- olahada pertentangan, tetapi jika
diperhatikan lebih teliti ternyata tidak bertentangan karena objek yang
diungkapkan berlainan. Contoh: Ia miskin tapi hidupnya bahagia.
j.
Eufemisme
Gaya
bahasa yang menggunakan sepatah kata untuk menggantikan kata lain agar
terdengar lebih sopan. Contoh: Dia kalut, makanya penek akal.
k. Klimaks
Semacam gaya bahasa yang mengandung
urutan-urutan pikiran yang setiap kali semakin meningkat kepentingannya dari
gagasan-gagasan sebelumnya.contoh : Kami
mendoakan agar suatu waktu-kapan saja waktunya- mereka dapat berdiri
sendiri,bukan spaya mereka tidak bisa tunduk di bawah pengaruh kita, mengabdi
dan berbakti kepada kita, tetapi karena justeru inilah keadilan sosial yang
selama ini kita perjuangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar