Sabtu, 03 Mei 2014

analisis iklan parpol "searle"




 












ILOKUSI  DALAM  IKLAN  PARTAI  POLITIK  DI TELEVISI





Oleh    :Astaria
Npm. :116210880
Kelas :VI D


Program Studi  Pendidikan Bahasa Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Islam Riau
Pekanbaru


KATA PENGANTAR



Alhamdulillah, puji syukur ke Hadirat Allah Swt. yang telah memberikan nikmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah  ini. Shalawat dan salam juga disampaikan kepada Nabi besar Muhammad Saw. yang telah membawa umatnya dari alam jahiliah kealam yang penuh pengetahuan dan teknologi.
            Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moril maupun materil kepada penulis dalam menyelesaikan tugas ini. Kepada Ibu Fatmawati M.Pd. selaku dosen pembimbing dan teman-teman yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu. Semoga Allah Swt. memberikan balasan atas budi baik yang telah diberikan kepada penulis.
            Penyusunan makalah  ini belum sempurna, masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan dari segi isi maupun cara penulisannya. Demi tercapainya kesempurnaan makalah ini penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun.
                                                                                                                
Pekanbaru, 1 April  2014
Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. 1
DAFTAR ISI
BAB   I      PENDAHLUAN ........................................................................ 2
                  1.1.  Latar belakang ...................................................................... 2
                  1.2  Rumusan masalah  ................................................................. 3
                  1.3  Tujuan masalah ...................................................................... 3
BAB   II    ISI  ............................................................................................... 4
                  2.1.  Tindak tutur ilokusi  ............................................................. 4
                  2.2.  Analisis Data ........................................................................ 7
           BAB   III  SIMPULAN DAN SARAN............................................ 14
                 3.1.Simpulan.................................................................................. 14
                  3.2. Saran ..................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 15


BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang  dan Masalah
1.1.1        Latar Belakang
Bahasa memegang peranan penting  dalam kehidupan kita. Bahasa mempunyai dua fungsi pertama  komunikasi, kedua digunakan untuk mengumpulkan ide-ide baik secara lisan maupun tulisan. Haliday dalam Wijana (1996:5) menyatakan “Bahasa adalah sistem yang membentuk budaya manusia”.  Bahasa memiliki berbagai cabang  disiplin ilmu, satu diantaranya adalah pragmatik. Pragmatik merupakan cabang linguisik  yang mempelajari bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dalam situasi tertentu (Moris dalam Nadar, 2009:2). Situasi tertentu disebut juga dengan konteks. Konteks adalah latar belakang pemahaman yang sama oleh penutur dan mitra tutur  pada waktu  membuat tuturan tertentu (Leech dalam Nadar, 2009:6).
            Tindak tutur memiliki tiga pembagian yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Chaer (2009:78)
Dalam kajian tindak tutur(speech act) dikenal adanya makna lokusi, makna ilokusi, dan makna perlokusi. Yang dimaksud dengan makna lokusi adalah makna seperti yang dinyatakan dalam ujaran makna harfiah, atau makna apa adanya. Sedangkan yang dimaksud dengan makna ilokusi adalah makna seperti yang dipahami oleh pendengar. Sebaliknya yang dimaksud dengan makna perlokusi adalah makna yang diinginkan oleh penutur.
Ketika seorang penutur  di dalam tuturan mengndung ilokusi atau jika seseorang melakukan suatu tindakan dalam melakukan sesuatu, Searle dalam Nadar (2009:15) membagi tindak ilokusi menjadi lima bagian(1) representative, (2) direktis, (3) komisif, (4) ekspresif, (5) deklarasi.
Semua ilokusi sangat mungkin terjadi pada lingkungan kita, seperti keluarga, tema, pasar, terminal, dsb. tetapi ada satu hal yang mungkin saja kita lupakan, bahwa tindak ilokusi juga terdapat pada program di televisi, baik itu penawaran produk maupun jasa. Selain digunakan sebagai sarana promosi  produk dan jasa, televise juga sering digunakan sebagai sarana kampanye oleh beberapa partai politik ketika menjelang pemilihan umum. Penelitian yang penulis lakukan ini membahasa mengenai tindak ilokusi yang disampaikan oleh tokoh-tokoh partai politik saat mengkampanyekan partainya.
1.1.2        Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah penulis nyatakan terdahulu, maka dapatlah diformulasikan  masalah penelitian  sebagai berikut:
1.      Ilokusi apa sajakah yang terdapat dalam iklan/kampanye partai politik?
2.      Ilokusi manakah yang paling dominan dalam iklan/kampanye partai politik?

1.2  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
1.      Mengetahui jenis ilokusi yang terdapat dalam iklan/kampanye partai politik.
2.      Mengetahui jenis ilokusi yang paling dominan dalam iklan/kampanye partai politik.














BAB II PEMBAHASAN
2.1    Tindak Tutur Ilokusi
Tindak tutur ilokusi menurut Tarigan (2009:35) “Melakukan sesuatu tindakan  dalam mengatakan sesuatu”. Tindak tutur ilokusi berdasarkan kriterianya  diklasifikasikan menjadi
A.       Tindak Tutur Ilokusi Asertif/Representatif. Tindak tutur ini melibatkan pembicara pada kebenaran proposisi yang di ekspresikan, misalnya menyatakan, memberitahukan, menyarankan, membanggakan, mengeluh, menuntut, melaporkan.
B.        Tindak Tutur Ilokusi Direktif. Tindak tutur ini dimaksudkan untuk menimbulkan  beberapa efek melalui tindakan sang penyimak, misalnya: memesan, memerintahkan, memohon, mengundang,  meminta, , menganjurkan, menasihatkan.
C.        Tindak Tutur Ilokusi Komisif. Tindak tutur ini  melibatkan pembicara pada beberapa tindakan yang akan datang, misalnya menjanjikan, sumpah, menawarkan, mengancam, memanjatkan (doa).
D.       Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif. Tindak tutur ini mempunyai fungsi  mengekspresikan, mengungkapkan atau memberitahukan sikap psikologis sang pembicara  menuju suatu pernyataan  keadaan yang diperkirakan  oleh ilokusinya. Misalnya mengucapkan terimakasih, mengucapkan selamat, memaafkan, mengampuni, menyalahkan, memuji, mengucapkan belasungkawa.
E.        Tindak Tutur Ilokusi Deklaratif. Tindak tutur ini ilokusi yang performansinya berhasil menyebabkan korespondensi yang sangat baik antara isi proposisional dengan realitas. Misalnya menyerahkan diri, memecat, membebaskan, membaptis, menamai, mengucilkan, menunjuk,  menentukan, menjatuhkan hukuman, memvonis.

2.2. Analisis Data
A.    Iklan Golkar (Urutan Presiden)
1.      Presiden  kita ni, sudah enam.
2.      Semua presiden meninggalkan legisty-nya, meninggalkan  sesuatu yang baik bagi bangsa ini.
3.      Presiden Soekarno mempersatukan Indonesia, Presiden Soeharto memajukan ekonomi Indonesia,  Presiden Habibi, Gusdur, Megawati,  Presiden SBY  memberikan image Indonesia yang baik di dunia internasional.
4.      Apakah kesemua presiden itu sudah berhasil? Tentu jawabnya belum, tapi mereka  sudah mencoba untuk bangsa ini .
5.      Saya harapkan kalian  adalah generasi emas Indonesia, yang pada seratus tahun Indonesia merdeka,2045, kalianlah pemimpin-pemimpin bangsa   segala bidang.
Iklan/ kampanye tersebut disampaikan oleh calon presiden dari Partai Golkar, ARB, menjelang pemilihan anggota legeslaatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a.       Tindak tutur ilokusi asertif  menyatakan. Pada kalimat (3) ARB menyatakan bahwa semua presiden yang pernah memimpin di Indonesia kecuali Soekarno (dari partai PNI) dan Soeharto (dari partai Golkar) tidak membuat perubahan apa-apa selain member image  baik di dunia Internasional. Semua Presiden (bukan dari Golkar) tidak memiliki program yang baik, sehingga Indonesia “jalan di tempat”.
b.      Tindak tutur ilokusi aekspresif  mengeluh. Pada kalimat (4) modus kalimatnya adalah interogatif, akan tetapi hal yang ingin disampaikan ialah bangsa Indonesia (diwakili ARB) mengeluh karena empat presiden terakhir tidak berhasil memimpin Indonesia.
c.       Tindak tutur deklaratif memvonis. Pada jawaban kalimat (3) ARB memvonis  bahwa tidak semua presiden tersebut berhasil memperbaiki roda kehidupan masyarakat di Indonesia.
d.      Tindak tutur ilokusi ekspresif memuji. Pada kalimat “tapi mereka  sudah mencoba untuk bangsa ini” merupakan pujian kepada keempat presiden yang terakhir walau hanya membuat Indonesia memiliki image  baik di mata dunia.
e.       Tindak tutur ilokusi asertif  menyarankan. Konteks kampanye ini adalah di depan para generasi mahasiswa. Pada kalimat (5) terdapat  maksud untuk menyarakan agar 2045 mahasiswa tersebut akan menjadi pemimpin dan harus mampu menjadi pemimpin yang baik (tidak hanya memberikan image baik di mata dunia)


B.     Iklan Gerindra (Macan Asia)
1.      Saat  Indonesia menjadi macan asia, kita berhasil menancapkan bendera  merah putih di Puncak Everst, puncak tertinggi di dunia.
2.      Saatnya membuat macan asia mengaum kembali.
3.      Dengan Petani dan nelayan terbaik di dunia kita dapat memberi pangan  kepada anak-anak kita.
4.      Dengan para pekerja yang terkuat  di dunia, kita dapat membangun  ekonomi kita yang akan menjadi terkuat di Asia.
5.      Jadilah macan asia mengaum. Coblos Gerindra.
Iklan/ kampanye tersebut disampaikan oleh calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo, menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a.       Tindak tutur ilokusi ekspresif memuji. Pada kalimat (1) Prabowo memuji pemerintahan (dulu) saat menjadi salah satu Negara yang disegani di  Asia (masa Soeharo) bahkan hampir merambah dunia internasional.
b.      Tindak tutur ilokusi ekspresif mengeluh. Pada kalimat (1 dan 2) terdapat keluhan, karena “predikat macan asia” tidak mampu di pertahankan oleh pemimpin setelah Soeharto.
c.       Tindak tutur ilokusi  komisif menjanjikan. Pada kalimat (2)  Prabowo menjanjikan akan menjadikan Indonesia disegani kembali di Asia seperti masa pemerintahan Soeharto terutama swasembada pangan. 
d.      Tindak tutur ilokusi komisif menjanjikan .  Pada kalimat (3) Prabowo menyampaikan programnya menjadikan petani, nelayan, pekerja (pekerjaan dominan di Indonesia) yang selama ini kurang di perhatikan akan disejahterakan (dibina dan dilatih) sehingga menjadi petani, nelayan, dan pekerja yang unggul sehingga tidak memerlukan produk /bahan makanan yang diimpor dari negara lain. Menjadikan Indonesia mandiri dan dapat mengekspor produk bukan mengimpor produk  dari negara lain.
e.       Tindak tutur ilokusi asertif  menyarankan. Pada kalimat (5) Prabowo  menyarankan agar mencoblos Gerindra. Jika Gerindra menang dan dapan memimpin negri ini, maka ia akan menjadikan Indonesia menjadi negara  yang disegani di Asia. Dan menjadikan macan asia adalah program yang akan dilaksanakannya.
C.     Iklan Hanura (Perubahan WIN-HT)
1.      Semua punya tujuan.
2.      Indonesia perlu  pertolongan, harus ada perubahan agar pembangunan berjalan maksimal.
3.       Agar ketidakpastian hukum dan  korupsi diberantas.
4.      Meningkatkan kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah agar rakyat Indonesia memperoleh pendidikan dan fasilitas kesehatan yang layak serta menciptakan lapangan pekerjaan .
5.      WIN-HT bertekad untuk berjuang  merubah Indonesia menjadi Negara yang maju seperti yang diharapkan masyarakat indonesia.
Iklan/ kampanye tersebut disampaikan oleh calon wakil presiden dari Partai Hanura, Hary Tanoe Soedibjo (HT), menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a.       Tindak tutur ilokusi asertif memberitahukan.  Pada kalimat (1) HT menyatakan semua partai yang ada memiliki tujuan yang berbeda-beda, tidak terkecuali Hanura.
b.      Tindak tutur ilokusi komisif menjanjikan. Pada kalimat (2) HT menyatakan bahwa program Gerindra ialah mengutamakan Indonesia bukan untuk kepentingan pribadi. Program tersebut dijelaskan pada kalimat selanjutnya.
c.       Tindak tutur ilokusi ekspresif mengeluh.  Pada kalimat (2 dan seterusnya) merupakan hal  yang menjadi keluhan di masyarakat. HT juga mengeluhkan kinerja  pemerintah  yang tidah pernah mementingkan masyarakat (pertolongan kepada Indonesia).
d.      Tindak tutur ilokusi komisif berjanji. Pada kalimat (5) WIN-HT berjanji akan memenuhi semua program yang telah dibuatnya demi kemajuan Indonesia.
e.       Tindak tutur ilokusi asertif  menyarankan. Pada kalimat (5)WIN-HT menyarankan kepada masyarakat agar memilih Gerindra  sehingga program tersebut dapat terlaksana dengan baik.


D.    Iklan PDIP (Mandat Jokowi)
1.      Berikan mandat  kepada Ir. Joko Widodo menjadi  calon presiden .
2.      Tahun ini, tahun penentuan untuk menjadikan Indonesia hebat yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian.
3.      Karnanya PDI Perjuangan  menyiapkan pemimpin berkarakter yang siap mendedikasikan hidupnya  untuk rakyat.
4.      “Bismilahirahmanirahim, saya siap” (Jokowi)
5.      Coblos PDI Perjuangan nomor 4. Jokowi Presiden.
Iklan/ kampanye tersebut disampaikan oleh ketua umum  dari PDI P, Megawai Soekarno Putri, menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a.       Tindak tutur ilokusi deklaratif menunjuk.  Pada kalimat (1) Megawati memberikan informasi kepada masyarakat bahwa dia telah memberikan mandat kepada Jokowi untuk menjadi calon presiden RI dari partai PDI P. 
b.      Tindak tutur ilokusi direktif meminta. Pada kalimat (1) Megawati meminta kepada masyarakat agar masyarakat juga memberikan mandate kepada Jokowi menjadi  capres RI dengan cara mencoblos PDI P pada saat pemilu legislatif. Karena apabila jumlah suara PDI P mencapai 20%, maka Jokowi dipastikan menjadi capres dari PDIP.
c.       Tindak tutur ilokusi ekspresif  mengeluh. Pada kalimat (2) terdapat keluhan, bahwa selama ini Indonesia walaupun sudah merdeka tetapi tidak berdaulat (karena masih mengharapkan bantuan negara lain) serta tidak memiliki kepribadian (tidak tegas)
d.      Tindak tutur ilokusi asertif memberitahukan. Pada kalimat (2) terdapat pernyataan bahwa tahun ini penentuan Indonesia hebat (penentuan pemimpin yang hebat) karena presiden yang saat ini memimpin (tidak hebat versi PDI P) tidak dapat mencalonkan diri kembali menjadi presiden.
e.       Tindak tutur ilokusi ekspresif memuji .Pada kalimat (3) Megawati  menyampaikan bahwa capres (Jokowi) yang mereka pilih bukan calon yang sembarangan, karna memiliki karakter dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat.
f.       Tindak tutur ilokusi deklarasi memutuskan /memvonis. Pada kalimat (4) Jokowi menyatakan diri siap menjadi capres RI dan siap menjalankan semua yang telah diprogramkan (yang telah disebutkan Megawati sebelumnya).
g.      Tindak tutur ilokusi direktif meminta. Pada kalimat (5) Megawati meminta agar  masyarakat mencoblos no urut 5 yaitu PDI P pada saat pemilu legislative tersebut, agar dapat mewujudkan semua program yang telah direncanakannya yang dipimpin oleh Jokowi nantinya.
E.     Iklan Nasdem (Pok Ame-Ame)
1.      Pok  ame ame belalang kupu-kupu, siang makan nasi kalau malam minum susu.
2.      Yok rame-rame kita pilih partai baru,( knapa???) kalau itu lagi nanti kita gak maju-maju (hahahaha).
3.      Pok ame -ame belalang kupu-kupu, ayo rame-rame coblos biru nomor 1
4.      (coblos apa?) biru nomor 1. biru nomor 1. biru nomor 1. biru nomor 1.
5.      (partai nasdem, gerakan perubahan)
Iklan/ kampanye tersebut disampaikan dalam bentuk lagu yang mengubah lirik lagu pok ame-ame. Iklan ini muncul menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a.       Tindak tutur ilokusi ekspresif mengeluh. Pada kalimat (2)  lirik lagu tersebut mengeluhkan  bahwa  partai yang selama ini ada tidak pernah memberikan kemajuan bagi masyarakat.
b.      Tindak tutur ilokusi komisif menjanjikan.  Pada kalimat (2) lirik lagu tersebut bermaksud mengajak masyarakat untuk memilih partai baru  serta menyatakan bahwa partai baru (Nasdem) akan membawa masyarakat hidup lebih maju lagi nantinya.
c.       Tindak tutur  ilokusi direktif menganjurkan. Pada kalimat (3) lirik lagu tersebut mengajak agar masyarakat jangan salah coblos dengan partai yang berwarna biru. Partai berwarna biru ada dua. Masyarakat diajak untuk memilih partai yang berwarna biru dengan nomor urut satu (Nasdem).
d.      Tindak tutur ilokusi asertif menyatakan. Pada kalimat (5) merupakan jargon kampanye dari Nasdem. Partai ini didirikan dengan tujuan untuk mengadakan perubahan dari pemerintahan yang ada selama ini.   
F.      Iklan PAN (Kerja nyata) 
1.      Ayo  kita kerja nyata, PAN PAN delapan.
2.      Ayo  kita kerja nyata, PAN PAN delapan .
Pada video yang ditampilkan  PAN menyampaikan visinya melalui visual.
·      Peningkatan kesejahteraan. Hal ini terlihat daei visual adanya orang  yang tidak mampu (pemulung) sedang sakit, dan ditolong oleh grup band ungu dengan pakaian safari.
·       Pemberantasan korupsi. Hal ini terlihat dari visual adanya seseorang yang membuka sebuah koper yang berisi penuh dengan uang, dengan wajah yang kurang senang Onci (gitaris ungu) menolak uang tersebut.
Iklan/ kampanye tersebut disampaikan dalam bentuk lagu yang mengubah lirik lagu grup bang Ungu. Iklan ini muncul menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a.       Tindak tutur ilokusi ekspresif mengeluh. Pada visual iklan ini mengeluhkan pemerintah yang kurang memerhatikan kesejahteraan masyarakat dan maraknya korupsi di Indonesia.
b.      Tindak tutur ilokusi komisif menjanjikan. Pada visual iklan ini PAN ingin menyampaikan bahwa partai PAN tidak akan membeda-bedakan masyarakat (tolong-menolong), mensejahterakan masyarakat, dan PAN anti korupsi.
c.       Tindak tutur ilokusi direktif menyarankan. Melalui visual tersebut PAN menyampaikan program kerjanya. Sehingga masyarakat mengetahui dan mau memilih PAN pada pemilu legislatif mendatang.

G.          Iklan Demokrat (Program Rakyat)
1.      a : “Kenapa tulis nomor 7 disitu kang?”
b : “Lho.. kan, saya dapat ini dari bantuan program rakyat  pak SBY, makanya saya pasti coblos nomor tujuh kang.”
2.      a : “Mbak yu,, bajumu demokrat to?”
b :  Enje buk, berkat demokrat anakku bisa sekolah lagi.
3.      Jika ingin sejahtera seperti kami. Pilih partai demokrat. Jangan lupa coblos nomor 7 partai demokrat.
Iklan/ kampanye tersebut disampaikan dalam bentuk  percakapan  yang antara warga desa. Iklan ini muncul menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
1.      Tindak tutur ilokusi asertif menyatakan.  Pada kalimat (1a) terdapat kalimat interogatif tentang angka 7, maksud yang ingin di sampaikan adalah angka 7 adalah nomor urut dari partai demokrat.
2.      Tindak tutur ilokusi ekspresif   memuji . Pada kalimat (1b) partai demokrat, pimpinan SBY pro terhadap rakyat. Partai ini dulunya berjanji adanya program bantuan rakyat, dan program tersebut dibuktikan ( masyarakat menyukainya sambil menunjuk kapal)
3.      Tindak tutur ekspresif memuji.  Pada kalimat (1b) menyatakan bahwa partai demokat itu jika telah berkuasa tidak akan lupa dengan janji-janjinya selama kampanye.
4.      Tindak tutur ilokusi ekspresif membanggakan. Kalimat (2a) merupakan kalimat interogatif yang bermakna partai tersebut dicintai rakyat ( bangga memakai baju demokrat)
5.      Tindak tutur ilokus ekspresif membanggakan. Kalimat (2b) menyampaikan program kerja demokrat yang terbukti meringankan biaya pendidikan sekolah.
6.      Tindak tutur  ilokusi direktif menganjurkan. kalimat (3) menyarankan kepada masyarakat agar memilih partai demokrat, karena partai ini mensejahterakan rakyat dengan program-programnya terdahulu.







BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.      Ilokusi yang terdapat pada iklan partai politik tersebut meliputi:
a.       Asertif menyatakan, memberitahu, dan menyarankan.
b.      Deklaratif memvonis, dan menunjuk.
c.       Ekspresif memuji, mengeluh, dan membanggakan.
d.      Komisif menjanjikan.
e.       Direktif meminta, menganjurkan,dan menyarankan.
2.      Dari sumber data yang diperoleh, ilokusi yang paling dominan ialah ekspresif mengeluh, ekspresif memuji, dan  komisif menjanjikan. Ekspresif mengeluh paling banyak disampaikan dari partai yang berlawanan dengan partai yang sedang memimpin Indonesia. Ekspresif memuji banyak disampaikan oleh partai yang sedang memegang peranan saast ini. Selain itu, ekspresif memuji juga disampaikan oleh partai pemenang terdahulu yang perah menjadi pemegang kekuasaan di Indonesia. Komisif menjanjikan disampaikan oleh keseluruhan partai yang ada tanpa terkecuali.

3.2  Saran








Daftar Pustaka












Tidak ada komentar:

Posting Komentar