ILOKUSI DALAM
IKLAN PARTAI POLITIK
DI TELEVISI
Oleh :Astaria
Npm. :116210880
Kelas :VI D
Program Studi
Pendidikan Bahasa Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Islam Riau
Pekanbaru
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah,
puji syukur ke Hadirat Allah Swt. yang telah memberikan nikmat dan karuniaNya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam juga disampaikan
kepada Nabi besar Muhammad Saw. yang telah membawa umatnya dari alam jahiliah
kealam yang penuh pengetahuan dan teknologi.
Penulis mengucapkan terimakasih
kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moril maupun materil kepada
penulis dalam menyelesaikan tugas ini. Kepada Ibu Fatmawati M.Pd. selaku dosen
pembimbing dan teman-teman yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu. Semoga
Allah Swt. memberikan balasan atas budi baik yang telah diberikan kepada
penulis.
Penyusunan makalah ini belum sempurna, masih banyak terdapat
kesalahan dan kekurangan dari segi isi maupun cara penulisannya. Demi
tercapainya kesempurnaan makalah ini penulis mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca yang sifatnya membangun.
Pekanbaru,
1 April 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................. 1
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHLUAN ........................................................................ 2
1.1. Latar belakang ...................................................................... 2
1.2 Rumusan masalah ................................................................. 3
1.3 Tujuan masalah ...................................................................... 3
BAB II
ISI ............................................................................................... 4
2.1. Tindak tutur ilokusi ............................................................. 4
2.2. Analisis Data ........................................................................ 7
BAB III SIMPULAN
DAN SARAN............................................ 14
3.1.Simpulan.................................................................................. 14
3.2. Saran ..................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 15
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang dan Masalah
1.1.1
Latar Belakang
Bahasa
memegang peranan penting dalam kehidupan
kita. Bahasa mempunyai dua fungsi pertama
komunikasi, kedua digunakan untuk mengumpulkan ide-ide baik secara lisan
maupun tulisan. Haliday dalam Wijana (1996:5) menyatakan “Bahasa adalah sistem
yang membentuk budaya manusia”. Bahasa
memiliki berbagai cabang disiplin ilmu,
satu diantaranya adalah pragmatik. Pragmatik merupakan cabang linguisik yang mempelajari bahasa yang digunakan untuk
berkomunikasi dalam situasi tertentu (Moris dalam Nadar, 2009:2). Situasi
tertentu disebut juga dengan konteks. Konteks adalah latar belakang pemahaman
yang sama oleh penutur dan mitra tutur
pada waktu membuat tuturan
tertentu (Leech dalam Nadar, 2009:6).
Tindak tutur memiliki tiga pembagian
yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan
Chaer (2009:78)
Dalam kajian
tindak tutur(speech act) dikenal
adanya makna lokusi, makna ilokusi, dan makna perlokusi. Yang dimaksud dengan
makna lokusi adalah makna seperti yang dinyatakan dalam ujaran makna harfiah,
atau makna apa adanya. Sedangkan yang dimaksud dengan makna ilokusi adalah
makna seperti yang dipahami oleh pendengar. Sebaliknya yang dimaksud dengan
makna perlokusi adalah makna yang diinginkan oleh penutur.
Ketika
seorang penutur di dalam tuturan
mengndung ilokusi atau jika seseorang melakukan suatu tindakan dalam melakukan
sesuatu, Searle dalam Nadar (2009:15) membagi tindak ilokusi menjadi lima
bagian(1) representative, (2) direktis, (3) komisif, (4) ekspresif, (5)
deklarasi.
Semua
ilokusi sangat mungkin terjadi pada lingkungan kita, seperti keluarga, tema, pasar,
terminal, dsb. tetapi ada satu hal yang mungkin saja kita lupakan, bahwa tindak
ilokusi juga terdapat pada program di televisi, baik itu penawaran produk
maupun jasa. Selain digunakan sebagai sarana promosi produk dan jasa, televise juga sering digunakan
sebagai sarana kampanye oleh beberapa partai politik ketika menjelang pemilihan
umum. Penelitian yang penulis lakukan ini membahasa mengenai tindak ilokusi
yang disampaikan oleh tokoh-tokoh partai politik saat mengkampanyekan
partainya.
1.1.2
Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah penulis nyatakan terdahulu, maka dapatlah
diformulasikan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Ilokusi
apa sajakah yang terdapat dalam iklan/kampanye partai politik?
2. Ilokusi
manakah yang paling dominan dalam iklan/kampanye partai politik?
1.2 Tujuan
Berdasarkan rumusan
masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
1. Mengetahui
jenis ilokusi yang terdapat dalam iklan/kampanye partai politik.
2. Mengetahui
jenis ilokusi yang paling dominan dalam iklan/kampanye partai politik.
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Tindak
Tutur Ilokusi
Tindak tutur ilokusi menurut Tarigan
(2009:35) “Melakukan sesuatu tindakan
dalam mengatakan sesuatu”. Tindak tutur ilokusi berdasarkan
kriterianya diklasifikasikan menjadi
A. Tindak
Tutur Ilokusi Asertif/Representatif. Tindak tutur ini melibatkan pembicara pada
kebenaran proposisi yang di ekspresikan, misalnya menyatakan, memberitahukan,
menyarankan, membanggakan, mengeluh, menuntut, melaporkan.
B.
Tindak Tutur Ilokusi Direktif. Tindak
tutur ini dimaksudkan untuk menimbulkan
beberapa efek melalui tindakan sang penyimak, misalnya: memesan,
memerintahkan, memohon, mengundang,
meminta, , menganjurkan, menasihatkan.
C.
Tindak Tutur Ilokusi Komisif. Tindak
tutur ini melibatkan pembicara pada
beberapa tindakan yang akan datang, misalnya menjanjikan, sumpah, menawarkan,
mengancam, memanjatkan (doa).
D. Tindak
Tutur Ilokusi Ekspresif. Tindak tutur ini mempunyai fungsi mengekspresikan, mengungkapkan atau
memberitahukan sikap psikologis sang pembicara
menuju suatu pernyataan keadaan
yang diperkirakan oleh ilokusinya.
Misalnya mengucapkan terimakasih, mengucapkan selamat, memaafkan, mengampuni,
menyalahkan, memuji, mengucapkan belasungkawa.
E.
Tindak Tutur Ilokusi Deklaratif. Tindak
tutur ini ilokusi yang performansinya berhasil menyebabkan korespondensi yang
sangat baik antara isi proposisional dengan realitas. Misalnya menyerahkan
diri, memecat, membebaskan, membaptis, menamai, mengucilkan, menunjuk, menentukan, menjatuhkan hukuman, memvonis.
2.2.
Analisis Data
A. Iklan
Golkar (Urutan Presiden)
1. Presiden kita ni, sudah enam.
2. Semua
presiden meninggalkan legisty-nya,
meninggalkan sesuatu yang baik bagi
bangsa ini.
3. Presiden
Soekarno mempersatukan Indonesia, Presiden Soeharto memajukan ekonomi Indonesia, Presiden Habibi, Gusdur, Megawati, Presiden SBY
memberikan image Indonesia
yang baik di dunia internasional.
4. Apakah
kesemua presiden itu sudah berhasil? Tentu jawabnya belum, tapi mereka sudah mencoba untuk bangsa ini .
5. Saya
harapkan kalian adalah generasi emas
Indonesia, yang pada seratus tahun Indonesia merdeka,2045, kalianlah
pemimpin-pemimpin bangsa segala bidang.
Iklan/
kampanye tersebut disampaikan oleh calon presiden dari Partai Golkar, ARB,
menjelang pemilihan anggota legeslaatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan
tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a. Tindak
tutur ilokusi asertif menyatakan. Pada
kalimat (3) ARB menyatakan bahwa semua presiden yang pernah memimpin di
Indonesia kecuali Soekarno (dari partai PNI) dan Soeharto (dari partai Golkar)
tidak membuat perubahan apa-apa selain member image baik di dunia
Internasional. Semua Presiden (bukan dari Golkar) tidak memiliki program yang
baik, sehingga Indonesia “jalan di tempat”.
b. Tindak
tutur ilokusi aekspresif mengeluh. Pada
kalimat (4) modus kalimatnya adalah interogatif, akan tetapi hal yang ingin
disampaikan ialah bangsa Indonesia (diwakili ARB) mengeluh karena empat
presiden terakhir tidak berhasil memimpin Indonesia.
c. Tindak
tutur deklaratif memvonis. Pada jawaban kalimat (3) ARB memvonis bahwa tidak semua presiden tersebut berhasil
memperbaiki roda kehidupan masyarakat di Indonesia.
d. Tindak
tutur ilokusi ekspresif memuji. Pada kalimat “tapi mereka sudah mencoba untuk bangsa ini” merupakan
pujian kepada keempat presiden yang terakhir walau hanya membuat Indonesia
memiliki image baik di mata dunia.
e. Tindak
tutur ilokusi asertif menyarankan.
Konteks kampanye ini adalah di depan para generasi mahasiswa. Pada kalimat (5)
terdapat maksud untuk menyarakan agar
2045 mahasiswa tersebut akan menjadi pemimpin dan harus mampu menjadi pemimpin
yang baik (tidak hanya memberikan image baik
di mata dunia)
B. Iklan
Gerindra (Macan Asia)
1. Saat Indonesia menjadi macan asia, kita berhasil
menancapkan bendera merah putih di
Puncak Everst, puncak tertinggi di dunia.
2. Saatnya
membuat macan asia mengaum kembali.
3. Dengan
Petani dan nelayan terbaik di dunia kita dapat memberi pangan kepada anak-anak kita.
4. Dengan
para pekerja yang terkuat di dunia, kita
dapat membangun ekonomi kita yang akan
menjadi terkuat di Asia.
5. Jadilah
macan asia mengaum. Coblos Gerindra.
Iklan/
kampanye tersebut disampaikan oleh calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo,
menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan
tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a. Tindak
tutur ilokusi ekspresif memuji. Pada kalimat (1) Prabowo memuji pemerintahan
(dulu) saat menjadi salah satu Negara yang disegani di Asia (masa Soeharo) bahkan hampir merambah
dunia internasional.
b. Tindak
tutur ilokusi ekspresif mengeluh. Pada kalimat (1 dan 2) terdapat keluhan,
karena “predikat macan asia” tidak mampu di pertahankan oleh pemimpin setelah
Soeharto.
c. Tindak
tutur ilokusi komisif menjanjikan. Pada
kalimat (2) Prabowo menjanjikan akan
menjadikan Indonesia disegani kembali di Asia seperti masa pemerintahan
Soeharto terutama swasembada pangan.
d. Tindak
tutur ilokusi komisif menjanjikan . Pada
kalimat (3) Prabowo menyampaikan programnya menjadikan petani, nelayan, pekerja
(pekerjaan dominan di Indonesia) yang selama ini kurang di perhatikan akan
disejahterakan (dibina dan dilatih) sehingga menjadi petani, nelayan, dan
pekerja yang unggul sehingga tidak memerlukan produk /bahan makanan yang
diimpor dari negara lain. Menjadikan Indonesia mandiri dan dapat mengekspor
produk bukan mengimpor produk dari
negara lain.
e. Tindak
tutur ilokusi asertif menyarankan. Pada
kalimat (5) Prabowo menyarankan agar
mencoblos Gerindra. Jika Gerindra menang dan dapan memimpin negri ini, maka ia
akan menjadikan Indonesia menjadi negara
yang disegani di Asia. Dan menjadikan macan asia adalah program yang
akan dilaksanakannya.
C. Iklan
Hanura (Perubahan WIN-HT)
1. Semua
punya tujuan.
2. Indonesia
perlu pertolongan, harus ada perubahan
agar pembangunan berjalan maksimal.
3. Agar ketidakpastian hukum dan korupsi diberantas.
4. Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah agar rakyat Indonesia memperoleh
pendidikan dan fasilitas kesehatan yang layak serta menciptakan lapangan
pekerjaan .
5. WIN-HT
bertekad untuk berjuang merubah
Indonesia menjadi Negara yang maju seperti yang diharapkan masyarakat indonesia.
Iklan/
kampanye tersebut disampaikan oleh calon wakil presiden dari Partai Hanura, Hary
Tanoe Soedibjo (HT), menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu yang
lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a. Tindak
tutur ilokusi asertif memberitahukan.
Pada kalimat (1) HT menyatakan semua partai yang ada memiliki tujuan
yang berbeda-beda, tidak terkecuali Hanura.
b. Tindak
tutur ilokusi komisif menjanjikan. Pada kalimat (2) HT menyatakan bahwa program
Gerindra ialah mengutamakan Indonesia bukan untuk kepentingan pribadi. Program
tersebut dijelaskan pada kalimat selanjutnya.
c. Tindak
tutur ilokusi ekspresif mengeluh. Pada
kalimat (2 dan seterusnya) merupakan hal
yang menjadi keluhan di masyarakat. HT juga mengeluhkan kinerja pemerintah
yang tidah pernah mementingkan masyarakat (pertolongan kepada
Indonesia).
d. Tindak
tutur ilokusi komisif berjanji. Pada kalimat (5) WIN-HT berjanji akan memenuhi
semua program yang telah dibuatnya demi kemajuan Indonesia.
e. Tindak
tutur ilokusi asertif menyarankan. Pada
kalimat (5)WIN-HT menyarankan kepada masyarakat agar memilih Gerindra sehingga program tersebut dapat terlaksana
dengan baik.
D. Iklan
PDIP (Mandat Jokowi)
1. Berikan
mandat kepada Ir. Joko Widodo
menjadi calon presiden .
2. Tahun
ini, tahun penentuan untuk menjadikan Indonesia hebat yang berdaulat, berdikari
dan berkepribadian.
3. Karnanya
PDI Perjuangan menyiapkan pemimpin
berkarakter yang siap mendedikasikan hidupnya
untuk rakyat.
4. “Bismilahirahmanirahim,
saya siap” (Jokowi)
5. Coblos
PDI Perjuangan nomor 4. Jokowi Presiden.
Iklan/
kampanye tersebut disampaikan oleh ketua umum
dari PDI P, Megawai Soekarno Putri, menjelang pemilihan anggota
legislatif beberapa waktu yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa
ilokusi diantaranya:
a. Tindak
tutur ilokusi deklaratif menunjuk. Pada
kalimat (1) Megawati memberikan informasi kepada masyarakat bahwa dia telah
memberikan mandat kepada Jokowi untuk menjadi calon presiden RI dari partai PDI
P.
b. Tindak
tutur ilokusi direktif meminta. Pada kalimat (1) Megawati meminta kepada
masyarakat agar masyarakat juga memberikan mandate kepada Jokowi menjadi capres RI dengan cara mencoblos PDI P pada
saat pemilu legislatif. Karena apabila jumlah suara PDI P mencapai 20%, maka
Jokowi dipastikan menjadi capres dari PDIP.
c. Tindak
tutur ilokusi ekspresif mengeluh. Pada
kalimat (2) terdapat keluhan, bahwa selama ini Indonesia walaupun sudah merdeka
tetapi tidak berdaulat (karena masih mengharapkan bantuan negara lain) serta
tidak memiliki kepribadian (tidak tegas)
d. Tindak
tutur ilokusi asertif memberitahukan. Pada kalimat (2) terdapat pernyataan
bahwa tahun ini penentuan Indonesia hebat (penentuan pemimpin yang hebat)
karena presiden yang saat ini memimpin (tidak hebat versi PDI P) tidak dapat
mencalonkan diri kembali menjadi presiden.
e. Tindak
tutur ilokusi ekspresif memuji .Pada kalimat (3) Megawati menyampaikan bahwa capres (Jokowi) yang
mereka pilih bukan calon yang sembarangan, karna memiliki karakter dan lebih
mengutamakan kepentingan rakyat.
f. Tindak
tutur ilokusi deklarasi memutuskan /memvonis. Pada kalimat (4) Jokowi
menyatakan diri siap menjadi capres RI dan siap menjalankan semua yang telah
diprogramkan (yang telah disebutkan Megawati sebelumnya).
g. Tindak
tutur ilokusi direktif meminta. Pada kalimat (5) Megawati meminta agar masyarakat mencoblos no urut 5 yaitu PDI P
pada saat pemilu legislative tersebut, agar dapat mewujudkan semua program yang
telah direncanakannya yang dipimpin oleh Jokowi nantinya.
E. Iklan
Nasdem (Pok Ame-Ame)
1. Pok ame ame belalang kupu-kupu, siang makan nasi
kalau malam minum susu.
2. Yok
rame-rame kita pilih partai baru,( knapa???) kalau itu lagi nanti kita gak
maju-maju (hahahaha).
3. Pok
ame -ame belalang kupu-kupu, ayo rame-rame coblos biru nomor 1
4. (coblos
apa?) biru nomor 1. biru nomor 1. biru nomor 1. biru nomor 1.
5. (partai
nasdem, gerakan perubahan)
Iklan/
kampanye tersebut disampaikan dalam bentuk lagu yang mengubah lirik lagu pok
ame-ame. Iklan ini muncul menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu
yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a. Tindak
tutur ilokusi ekspresif mengeluh. Pada kalimat (2) lirik lagu tersebut mengeluhkan bahwa partai yang selama ini ada tidak pernah
memberikan kemajuan bagi masyarakat.
b. Tindak
tutur ilokusi komisif menjanjikan. Pada
kalimat (2) lirik lagu tersebut bermaksud mengajak masyarakat untuk memilih
partai baru serta menyatakan bahwa
partai baru (Nasdem) akan membawa masyarakat hidup lebih maju lagi nantinya.
c. Tindak
tutur ilokusi direktif menganjurkan.
Pada kalimat (3) lirik lagu tersebut mengajak agar masyarakat jangan salah
coblos dengan partai yang berwarna biru. Partai berwarna biru ada dua.
Masyarakat diajak untuk memilih partai yang berwarna biru dengan nomor urut
satu (Nasdem).
d. Tindak
tutur ilokusi asertif menyatakan. Pada kalimat (5) merupakan jargon kampanye
dari Nasdem. Partai ini didirikan dengan tujuan untuk mengadakan perubahan dari
pemerintahan yang ada selama ini.
F. Iklan
PAN (Kerja nyata)
1. Ayo kita kerja nyata, PAN PAN delapan.
2. Ayo kita kerja nyata, PAN PAN delapan .
Pada
video yang ditampilkan PAN menyampaikan
visinya melalui visual.
· Peningkatan
kesejahteraan. Hal ini terlihat daei visual adanya orang yang tidak mampu (pemulung) sedang sakit, dan
ditolong oleh grup band ungu dengan pakaian safari.
· Pemberantasan korupsi. Hal ini terlihat dari
visual adanya seseorang yang membuka sebuah koper yang berisi penuh dengan
uang, dengan wajah yang kurang senang Onci (gitaris ungu) menolak uang tersebut.
Iklan/
kampanye tersebut disampaikan dalam bentuk lagu yang mengubah lirik lagu grup
bang Ungu. Iklan ini muncul menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa
waktu yang lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
a. Tindak
tutur ilokusi ekspresif mengeluh. Pada visual iklan ini mengeluhkan pemerintah
yang kurang memerhatikan kesejahteraan masyarakat dan maraknya korupsi di
Indonesia.
b. Tindak
tutur ilokusi komisif menjanjikan. Pada visual iklan ini PAN ingin menyampaikan
bahwa partai PAN tidak akan membeda-bedakan masyarakat (tolong-menolong),
mensejahterakan masyarakat, dan PAN anti korupsi.
c. Tindak
tutur ilokusi direktif menyarankan. Melalui visual tersebut PAN menyampaikan
program kerjanya. Sehingga masyarakat mengetahui dan mau memilih PAN pada
pemilu legislatif mendatang.
G.
Iklan Demokrat (Program Rakyat)
1. a
: “Kenapa tulis nomor 7 disitu kang?”
b
: “Lho.. kan, saya dapat ini dari bantuan program rakyat pak SBY, makanya saya pasti coblos nomor
tujuh kang.”
2. a
: “Mbak yu,, bajumu demokrat to?”
b
: Enje
buk, berkat demokrat anakku bisa sekolah lagi.
3. Jika
ingin sejahtera seperti kami. Pilih partai demokrat. Jangan lupa coblos nomor 7
partai demokrat.
Iklan/
kampanye tersebut disampaikan dalam bentuk
percakapan yang antara warga desa.
Iklan ini muncul menjelang pemilihan anggota legislatif beberapa waktu yang
lalu. Pada iklan tersebut terdapat beberapa ilokusi diantaranya:
1. Tindak
tutur ilokusi asertif menyatakan. Pada
kalimat (1a) terdapat kalimat interogatif tentang angka 7, maksud yang ingin di
sampaikan adalah angka 7 adalah nomor urut dari partai demokrat.
2. Tindak
tutur ilokusi ekspresif memuji . Pada
kalimat (1b) partai demokrat, pimpinan SBY pro terhadap rakyat. Partai ini
dulunya berjanji adanya program bantuan rakyat, dan program tersebut dibuktikan
( masyarakat menyukainya sambil menunjuk kapal)
3. Tindak
tutur ekspresif memuji. Pada kalimat
(1b) menyatakan bahwa partai demokat itu jika telah berkuasa tidak akan lupa
dengan janji-janjinya selama kampanye.
4. Tindak
tutur ilokusi ekspresif membanggakan. Kalimat (2a) merupakan kalimat
interogatif yang bermakna partai tersebut dicintai rakyat ( bangga memakai baju
demokrat)
5. Tindak
tutur ilokus ekspresif membanggakan. Kalimat (2b) menyampaikan program kerja
demokrat yang terbukti meringankan biaya pendidikan sekolah.
6. Tindak
tutur ilokusi direktif menganjurkan.
kalimat (3) menyarankan kepada masyarakat agar memilih partai demokrat, karena
partai ini mensejahterakan rakyat dengan program-programnya terdahulu.
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
1. Ilokusi
yang terdapat pada iklan partai politik tersebut meliputi:
a. Asertif
menyatakan, memberitahu, dan menyarankan.
b. Deklaratif
memvonis, dan menunjuk.
c. Ekspresif
memuji, mengeluh, dan membanggakan.
d. Komisif
menjanjikan.
e. Direktif
meminta, menganjurkan,dan menyarankan.
2. Dari
sumber data yang diperoleh, ilokusi yang paling dominan ialah ekspresif
mengeluh, ekspresif memuji, dan komisif
menjanjikan. Ekspresif mengeluh paling banyak disampaikan dari partai yang
berlawanan dengan partai yang sedang memimpin Indonesia. Ekspresif memuji
banyak disampaikan oleh partai yang sedang memegang peranan saast ini. Selain
itu, ekspresif memuji juga disampaikan oleh partai pemenang terdahulu yang
perah menjadi pemegang kekuasaan di Indonesia. Komisif menjanjikan disampaikan
oleh keseluruhan partai yang ada tanpa terkecuali.
3.2 Saran
Daftar
Pustaka


Tidak ada komentar:
Posting Komentar