My Family
Saya dilahirkan dari keluarga yang keadaan ekonomi menengah kebawah, saya adalah anak ke delapan dari delapan bersaudara. Ayah saya (alm) adalah seorang petani yang menjajakan sendiri hasil usahanya ke pasar terdekat di daerah tempat saya tinggal. Sedangkan ibu saya hanyalah ibu rumahtangga yang sesekali ikut membantu ayah saya membersihkan kebun yang kami kelola sendiri. Ketika saya masih kecil ayah saya pernah berkata “Sesusah apapun hidup kita, ayah akan tetap berusaha menyekolahkan kalian semua minimal tamat SMA”. Dan itu benar-benar dilakukan oleh ayah saya walaupun pada saat krisis ekonomi melanda Negara ini kami anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah berjumlah 5 orang dan kesemuanya duduk dibangku sekolah swasta kecuali saya. Sedangkan pada masa itu biaya pendidikan tidaklah murah, terutama kakak dan abang saya yang bersekolah di Muhammaddiyah dan madrasah swasta. Tetapi walaupun keadaan yang pas-pasan kami semua lulus dari bangku SMA dengan nilai yang memuaskan.
Ayah saya adalah seorang pria yang yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarganya. Bagi saya ia adalah seorang ksatria yang selalu siap kapan pun kami butuhkan. Ia adalah seorang yang mandiri hingga ahir hayatnya, karena ia akan selalu berusaha sendiri melakukan apapun yang ingin dia lakukan tanpa pernah meminta bantuan selama ia mampu melakukannya. Ayahku juga seorang yang humoris sehingga banyak orang yang menyayangi beliau.
Ayahku selalu berpesan kepada kami agar kami menjadi orang yang mandiri, sehingga walaupun kehidupan kita susah orang lain akan tetap menghargai kita tanpa pernah menyepelekan kita, karena kita tidak pernah mengusik orang lain. Ayahku juga berpesan agar kami (anak-anaknya) tidak boleh pecah (bersitegang) dengan sesama saudara apalagi hanya perkara uang dan pihak ketiga (menantu dan pihak lain). Dan masih banyak lagi pesan yang disampaikan oleh ayah. Itulah ayahku, hanya seorang pria yang tamat SMP, tetapi memiliki pandangan dan perjungan agar anak-anaknya tidak sama sepertio beliau kelak.
Ibuku adalah seorang wanita yang pendidikannya hanya sampai SD atau pada masa itu disebut Sekolah Rakyat. Setelah menamatkan SR nya sebenarnya beliau dahulu sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke SMP dan sederajatnya,tetapi karena pada masa itu wanita hanya dituntut untuk mengurus rumah, maka ia pun tidak melanjutkan sekolahnya.
Sejak ibuku melahirkanku ibuku sudah sering sakit, penyebab pastinya akupun tidak tahu, hanya saja sampai saat ini yang sering dikeluhkan ibuku hanyalah persendian (vonis dokter kropos tulang, rhematik, dan asam urat). Tetapi penyakitnya itu tidah membuat dia menjadi wanita yang lemah. Beliau sama seperti ayahku akan berusaha sendiri semampunya.
Ibuku adalah seorang yang sabar dan penyayang, selama ayahku sakit (sekitar 6 bulan lamanya) beliau selalu setia mendampingi ayahku kemanapun ia dibawa berobat, bahkan hingga ahir nafas ayahku ibuku selalu setia menemaninya walaupun kondisinya yang kurang mendukung.
Aku memiliki 5 orang abang dan 2 orang kakak, kesemuanya sangat menyayangiku, mereka semua selalu memenuhi segala inginku dengan cara yang berbeda-beda. Ketika aku menginginkan sesuatu, ada yang langsung memberikannya tanpa bertanya untuk apa, ada yang mengintrogasiku sebelum memenuhi permintaanku, ada yang memberiku cara agar aku dapat meemperoleh inginku (misalnya menyetrika pakaianya agar diberi uang) bahkan ada yang selalu menasehatiku agar aku lebih memilih-milih ketika ingin melakukan sesuatu (pertimbangkan manfaatnya). Semua itu aku terima karena bagiku apapun yang mereka katakan, mereka menginginkannku menjadi yang terbaik (mandiri, dewasa).
Aku bahagia hidup berdampingan dengan saudara-saudara ku, kami memiliki sifat yang saling berbeda satu sama lain, tetapi itu bukanlah suatu pemisah diantara kami, tetapi suatu pemersatu kami dengan keunikan masing-masing. Kami memiliki aktifitas masing-masing setiap harinya. Akan tetapi ketika ada acara perayaan (lebaran, ulang tahun dll) kami akan selalu saling menyempatkan diri untuk berkumpul, bercanda, saling melepas tawa, bahkan tidak jarang saling mengejek dan menceritakan masa lalu (masa kanak-kanak).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar