Astaria, adalah nama yang diberikan oleh kedua orang tua saya 24 tahun yang lalu. Ayah saya Rezeki. S (alm) dan Ibu saya Usihen, P memberikan nama tersebut tentunya memiliki arti tersendiri, yaitu asta yang artinya delapan (anak ke 8) dan ria artinya riang, ataupun gembira. Yang ketika saya bertanya kepada kedua orang tua saya makna dari nama tersebut adalah “anak ke-8 yang riang”. Ya, nama adalah doa, sehingga menjadikan saya salah satu orang yang periang di keluarga saya.
Medan, 07 Oktober 1986 adalah tempat dan tanggal lahir saya. Ketika saya berumur 6 tahun, saya dibawa oleh keluarga saya untuk menetap di Pekanbaru. Dan menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SDN 17 Pekanbaru selama 6 tahun dengan hasil yang memuaskan dan selalu mendapatkan ranking selama duduk di bangku SD tersebut. Setelah lulus dari SD saya melanjutkan pendidikan ke SLTP N 15 Pekanbaru, yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya. Dan setelah tamat SLTP saya melanjutkan pendidikan ke SMA N 3 Pekanbaru, yang merupakan salah satu SMA favorit di daerah saya. Bukan hanya karena bangunanya dan fasilitasnya yang sangat memadai tetapi juga akreditasi nya yang bernilai A.
Setelah saya tamat SMA saya melanjutkan pendidikan di Universitas Riau yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang dengan mengambil Prodi Paud. Setahun saya kuliah saya mencoba mengajar di salah satu TK di daerah tempat saya tinggal untuk menambah pengalaman saya. Ketika saya lulus D II dengan IP 3,19 saya sudah memiliki pekerjaan sehingga tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan seperti teman-teman yang lain.
Tiga tahun saya bekerja banyak suka duka yang saya lalui, tapi itulah hidup selalu bergulir sesuai dengan roda waktu. Tahun berikutnya saya memutuskan untuk pindah ke salah satu MI swasta di daerah pesisir sebagai tenaga pendidik di MI tersebut. Dua tahun saya lalui, awal tahun ketiganya saya memutuskan untuk berhenti karena pemeritah mengeluarkan satu undang-undang yang berisi bahwa guru haruslah S1, sedangkan saya masih DII. Saya memutuskan untuk kuliah di UIR melalui program regular karna saya masih merasa untuk menjadi seorang guru bukan ijazah yang diperlukan tetapi ilmu. Saya mengambil Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, sembari sebagai tenaga pengajar di Bibingan Belajar Ganesa Operation agar saya mampu mempunyai biaya kuiah saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar