Karya Ilmiah
METODE-METODE PEMBELAJARAN
(Ceramah, Diskusi, Tanya jawab)

Disusun oleh
Astaria
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau
Jl. Kaharuddin Nasution
PEKANBARU – RIAU
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karuni-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Selain itu Shalawat beririn salam juga disampaikan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang tlah membawa umatnya dari alam jahiliyah ke alam yang penuh ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam makalah ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa sebagai karya manusia biasa, makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan dari segi isi maupun cara penulisannya. Demi tercapainya kesempurnaan makalah ini dengan segenap kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatna membangun.
Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepda semua pihak yang telah memberikan bantuan moril maupun materil kepada penulis dalam menyelesaikan tugas ini, terutama kepada Ibu Sri Rahayu, S.Pd M.Pd selaku dosen Telaah Kurikulum SMTA dan teman-teman yang yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga Allah SWT menberikan balasan atas budi baik yang telah diberikan kepada penulis.
Pekanbaru, Oktober 2011
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................. 3
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHLUAN ........................................................................ 5
BAB II ISI ............................................................................................... 6
2.1. Metode ceramah ................................................................... 6
2.2. Metode diskusi ..................................................................... 9
2.3. Metode tanya jawab ........................................................... 11
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ............................................... 14
3.1. Kesimpulan ........................................................................... 14
3.2. Saran ..................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 17
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar belakang
FKIP adalah sebuah sarana ataupun wadah yang akan menciptakan calaon-calon pendidik yang professional dibidangnya dikemudian hari. Sebagai seorang pendidik nantinya akan selalu memberikan berbagai materi pelajaran kepada siswanya sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Materi terebut memiliki kompleksitas yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan keterampilan seorang guru yang professional untuk menyampaikan materi tersebut agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk itu guru harus menguasai berbagai metode-metod dalam mengajar untuk mempermudah penyampaian materinya dan diharapkan pemahaman dari siswanya. Metode-metode pembelajaran yang ada sangat banyak dan bervariasi sehingga mempermudah guru untuk memilih metode yang sesuai dengan kondisi ataupun keadaan siswa maupun lingkungan yang mendukung. Didalam makalah ini hanya akan membahas tiga metode pembelajaran yaitu: ceramah, diskusi, Tanya jawab.
- Perumusan
Didalam makalah ini akan membicarakan tentang:
- Apa Kebaikan dan kelamahan metode ceramah?
- Apa Kebaikan dan kelemahan metode diskusi?
- Apa Kebaikan dan kelemahan metode Tanya jawab?
- Tujuan
Tujuan penulisan makalah ialah:
- Agar pendidik mengetahui kebaikan dan kelemahan metode ceramah
- Agar pendidik mengetahui kebaikan dan kelemahan metode diskusi
- Agar pendidik mengetahui kebaikan dan kelemahan metode Tanya jawab
BAB II
ISI
- Metode Ceramah
Cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan ialah cara mengajar dengan ceramah. Metode Ceramah adalah cara mengajar dengan penuturan secara lisan tentang suatu bahan yang telah ditetapkan dan dapat menggunakan alat bantu. Sejak dahulu guru dalam usaha menularkan pengetahuannya kepada siswa ialah secara lisan atau ceramah. Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.
Biasanya guru menggunakan teknik ceramah bila memiliki tujuan agar siswa mendapatkan informasi tentang suatu pokok atau persoalan tertentu. Memang hal itu wajar digunakan bila sekolah itu tidak memiliki bahan bacaan tentang masalah yang akan dibicarakan. Mengingat juga bahwa jumlah siswa pada umumnya banyak sehingga sulit untuk menggunakan teknik penyajian lain kecuali ceramah untuk menjangkau jumlah siswa sebanyak itu.
Guru yang memiliki keterampilan berbicara yang dapat menarik perhatian siswa, biasanya cenderung untuk menggunakan teknik ceramah, kurang perhatian pada penggunaan teknik-teknik lain karena akan tidak mengembangkan kepandaian berbicara siguru. Didorong pula oleh tanggung jawab guru untuk berusaha memperkenalkan pokok-pokok terpenting yang merupakan suatu kerangka yang bulat dari suatu pelajaran baru, dengan sendirinya guru akan menggunakan teknik ceramah. dengan alas an siswa harus tertarik dengan pelajaran baru itu, ditunjang pula keterampilan guru untuk berbicara maka siswa akan menyenangi bahan pelajaran yang baru tersebut. Kemudian bila guru sedang mengajar bermaksud ingin membuat kesimpulan pelajaran yang baru diberikan itu, untuk mengambil inti sari atau pokok-pokok terpenting, agar siswa terbiasa berbuat demikian, maka teknik ceramah berperan pula.
Situasi penggunaan metode ceramah:
1. Bila guru ingin menyampaikan fakta dimana tidak ada bahan bacaan yang merangkum fakta yang dimaksud.
2. Bila jumlah peserta didiknya banyak
3. Guru adalah pembicara yang baik dan semangat
4. Guru akan menyimpulkan pokok-pokok yang penting
5. Guru akan memperkenalkan pokok-pokok yang baru
6. Bahan tertulis tidak sesuai dengan tingkat kepandaian siswa
7. tidak tersedianya bahan bacaan yang sesuai dengan materi atau masalah yang dipelajari
Memang kita tidak menutup diri bahwa teknik ceramah adalah teknik mengajar yang tradisional yang sudah digunahkan oleh guru sejak lama sekali. Namun dari semua metode-metode yang akan digunakan pasti memiliki kebaikan dan keburukan.
Kebaikan dari metode ceramah diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Biaya kecil
2. Guru mudah menguasai kelas.
3. Mudah dilaksanakan .
4. Mudah mengorganisir kelas .
5. Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang banyak
6. Mudah mempersiapkannya .
7. Guru mudah menerangkannya dengan baik.
8. Guru dapat memusatkan perhatiannya pada materi.
Keburukan dari metode ceramah diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Verbalisme ( pengertian kata-kata saja)
2. Merugikan siswa yang menggunakan system pembelajaran visual
3. Membosankan
4. Siswa memberikan pengertian lain pada ucapan guru
5. Menyebabkan anak-anak pasif
6. Tidak memberikan kesempatan berkembang “self activity”
7. Siswa lebih cenderung menghafal.
Dari uraian diatas diharapkan guru mampu memahami kapan hendak menggunakan metode ceramah tersebut, dan jika menggunakan metode ceramah guru hendaknya perlu mengiringi usaha untuk mengatasinya. Usaha untuk mengatasi kelemahan dari metode tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: selama guru melakukan ceramah guru perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Sikap itu perlu diambil untuk meneliti apakah siswa telah menguasai pengertian dari setiap pokok persoalan yang telah diuraikan guru. Juga dapat dipakai untuk meneliti apakah perhatian siswa masih ada pada uraian pelajarannya, atau dengan pertanyaan tersebut dapat mengembalikan atau membangkitkan perhatian siswanya kepada uraian pelajarannya kembali. Pada kesempatan lain guru memberikan kebebasan kebebasan pada siswanya untuk mengajukan pertanyaan, ditengah-tengah guru berceramah atau diahir pembelajaran setelah guru selesai menerangkan materi. Teknik ini disamping menggiatkan daya pikir siswa berarti pula guru mengkombinasikan metode ceramah dengan metode Tanya jawab. Kemungkinan lain diwaktu guru menjelaskan perlu disertai dengan contoh yang konkrit menggunakan alat peraga atau media pendidikan. Dengan demikian diharapkan tidak menimbulkan salah pengertian atau tafsiran yang berbeda terhadap apa yang telah dijelaskan oleh guru.
Mengingat bahwa setiap penggunaan teknik-teknik penyajian itu harus mencapai sasaran berdaya guna dan berhasil guna maka dalam memnggunakan teknik ceramah perlu memperhatikan prosdur pelaksanaannya yang urutannya sebagai berikut:
1. Guru harus secara terampil dan berdasarkan pemikiran yang mendalam perlu merumuskan tujuan instruksional (yang sangat khusus dan konkrit) sehingga betul-betul dapat tercapai bila pelajaran telah berlangsung.
2. Mempertimbangkan dari berbagai segi apakah metode ceramah telah tepat pada pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuaan seperti yang telah dirumuskan
3. Memahami bahan pelajaran itu dari segi urutan dan luasnya, sehingga guru dapat menyusun bahan ajarannya sesuai urutannya.
Untuk menggunakan teknik ceramah secara murni itu tidak mudah maka dalam pelaksanaannya perlu menaruh perhatian untuk mengkombinasikan dengan teknik-teknik penyajian yang lain sehingga proses belajar mengajar yang dilaksanakan dapat berlangsung dengan intensif.
- Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara belajar dimana guru dan siswa bersama-sama mencari jawaban yang tepat dalam suatu persoalan. Teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar mengajar yang dilakukan seorang guru disekolah. Didalam diskusi ini proses interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling bertukar pengalaman, informasi, menyelesaikan masalah.
Tujuan penggunaan teknik diskusi adalah:
- Dengan diskusi siswa didorong menggunakan pengetahuan dan pengalamannya untuk menyelesaikan masalah, tanpa harus selalu bergantung pada pendapat orang lain. Mungkin ada perbedaan pandangan, sehingga memberikan jawaan yang berbeda, hal ini bukan masalah asal pendapat itu logis dan mendekai kebenaran. Jadi, siswa dilatih berfikir dan menyelesaikan masalah sendiri.
- Siswa mampu menyatakan pendapatnya secara lisan, karena itu perlu untuk melatih kehidupan yang demokratis. Dengan demikian siswa melatih diri untuk menyatakan pendapatnya sendiri secara lisan tentang suatu masalah bersama.
- Diskusi memberikan kemungkinan pada siswa untuk belajar berpartisipasi dalam pembicaraan untuk menyeleasikan suatu masalah bersama.
Didalam diskusi seorang guru berperan sebagai berikut:
a. Memimpin diskusi sebagai pengatur kegiatan
Ø Mengatur duduk siswa, sehingga masing-masing duduk dalam lingkaran atau seperti ladam kuda
Ø Bertanya kepada anggota diskusi
Ø Menjaga agar peserta tidak berebut dalam berbicara
Ø Mendorong peserta agar ikut aktif
b. Benteng penangkis
Ø Mengembalikan pertanyaan kepaa kelompok diskusi bila perlu
Ø Memberi petunjuk bila mengalami hambatan
c. Sebagai petunjuk jalan
Ø Memberi petunjuk umum tentang kemajuan yang telah dicapai oleh kelompok
Ø Jika pernyataan salah dibetulkan oleh guru.
Kebaikan dari metode diskusi adalah:
1. Menyadarkan anak didik bahwa menyelesaikan masalah dapat dengan berbagai jalan
2. Dengan berdiskusi dapat saling mengemukakan pendapat
3. Membiasakan mendengar pendapat orang lain , membiasakan hidup toleransi
4. Menimbulkan kesanggupan pada anak didik untuk merumuskan pikirannya secara teratur.
5. Pertanyaan yang serasi mendorong siswa aktif berpikir
6. Memperluas pandangan
7. Membantu mengembangkan kepemimpinan
Kelemahan dari metode diskusi adalah:
1. Kadang-kadang dapat terjadi adanya pandangan dari berbagai sudut masalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembiucaraan menjadi menyimpang sehingga memerlukan waktu yang panjang. Untuk mengatasi ini instruktur harus benar-benar menguasai masalahmya dan mampu mengarahkan pembicaraan sehingga dapat membqatasi waktu yang diperlukan.
2. Dalam diskusi menghendaki pembuktian logis yang tidak terlepas dari fakta-fakta dan tidak merupakan jawaban yang hanya dugaan atau coba-coba saja. Maka pada siswa dituntut kemampuan berpikir ilmiah, hal tersebut tergantung pada kematangan, pengalaman, dan pengetahuan siswa.
3. Tidak dapat dipakai pada kelompok besar
4. Peserta mendapat informasi yang terbatas
5. Mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara
Diskusi baik dilaksanakanan bila mempermasalahkan:
1. Hal-hal yang menarik minat dan perhatian siswa. Siswa akan memiliki motivasi yang kuat dalam menyelesaikan masalah jika mereka berminat dan menaruh perhatian terhadap masalah tersebut.
2. Masalah itu harus mengandung banyak kemungkinan jawaban, dan masing-masing jawaban dapat dijamin kebenarannya.
3. Harus merangsang pertimbangan, kemampuan berpikir logis dan usaha memperbandingkan.
Organisasi diskusi ( unsure-unsur pembangun diskusi )
1. Ketua yang bertugas memimpin jalannya diskusi, membuka diskusi, mengatur pembicaraan, menutup diskusi, memutuskan masalah.
2. Sekertaris/ notulis, yang bertgas mencatat seluruh kegiatan diskusi dan membuat laporan diskusi
3. Pembicara, bertugas menyampaikan materi diskusi
4. Peserta, mengikuti jalannya diskusi.
- Metode tanya jawab
Jika siswa mendengarkan ceramah terus menerus maka akan mengantuk dan bosan. Lama kelamaan perhatiannya menurun apalagi bila sipenceramah suara dan ucapan kata-katanya tidak menarik.
Maka untuk menciptakan kehidupan interaksi belajar mengajar perlu ditimbulkan teknik tanya jawab atau dialog. Metode ini menuntut siswa dan guru yang aktif, metode ini juga merupakan suatu teknik memberi motivasi kepada siswa agar bangkit pikirannya untuk bertanya, selama mendengarkan pelajaran atau guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa menjawab. Pastinya pertanyaan itu mengenai isi pelajaran yang diterangkan oleh guru dan siswa seharusnya sudah mengerti atau pertanyaan yang lebih luas dan berhubungan dengan pelajaran dengan begitu pelajara akan semakin mendalam dan meluas.
Guru melontarkan tanya jawab mempunyai tujuan agar siswa dapat mengerti atau mengingat-ingat tentang fakta yang dipelajari, didengar ataupun dibaca sehingga mereka memiliki pengertian yang mendalam tentang fakta tersebut. Diharapkan pula dengan tanya jawab itu mampu menjelaskan langkah-langkah berpikir atau proses yang ditempuh dalam menyelesaikan masalah sehingga jalan pikiran tidak meloncat-loncat yang akan merugikan siswa sendiri dalam menangkap suatu masalah yang akan diselesaikan. Dengan demikian mungkin siswa menemukan pemecahan masalah dengan cepat dan tepat.
Penggunaan teknik tanya jawab biasanya baik untuk maksud-maksud yang diperlukan untuk menyimpulkan atau mengiktisarikan pelajaran atau apa yang dibaca. Dengan dibantu tanya jawab siswa akan tersusun jalan pikirannya sehingga tercapai perumusan yang baik dan tepat. Tanya jawab dapat membantu tmbuhnya perhatian siswa terhadap pelajaran serta mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuannya menjadi fungsional. Didalam tanya jawab juga guru bermaksud meneliti daya tangkap siswa untuk memahami bacaan. Selain itu guru juga dapat mengetahui apakah siswanya mendengarkan dengan baik tentang penjelasan-penjelasan yang diberikan sbelumnya.
situasi pengunaan metode tanya jawab:
- Melanjutkan pelajaran yang sudah lalu
- Menilai kemajuan murid
- Menyelingi pembicaraan
- Menangkap perhatian murid
- Mencari jawaban murid
- Memimpin pengamatan dan pemikiran anak
Teknik tanya jawab tidak bisa digunakan atau kurang mengenai sasaran bila guru akan mengungkap maksud seperti:
- Ingin menilai taraf dan kadar pengetahuan siswa, sebab pertanyaan yang diajukan sebagai pelaksanan teknik Tanya jawab tidak pernah bermaksud untuk menguji atau mengevaluasi siswa, melainkan seharusnya untuk mengingatkan kembali siswa tentang apa yang dipelajari ataupun pengalamannya.
- Jika pertanyaan dapat dijawab dengan ya atau tidak, atau benar/salah. Pertnyaan ini kurang tepat karena jawabannya tidak mendorong siswa untuk mengingat atau memikirkan jawabannya kembali, tetapi hanya menebak atau menduga-duga saja.
- Bila pertanyaan itu tidak menghendaki jawaban yang sederhana tetapi kompleks dan jawaban sangat dibatasi mengakibatkan pikiran siswa tidak berkembang. Padahal seharusnya bila pertanyaan itu menghendaki jawaban lebih dari satu maka wajarlah bila guru memberi kesempatan kesempatan kepada siwa untuk memberikan jawaban sebanyak-banyaknya tanpa dibatasi
- Pertanyaan yang baik ditujukan kepada seluruh kelas baru ditujuk satu orang atau menunggu sampai ada yang menunjuk jari untuk menjawabnya. Jadi tidak selayaknya bila pertanyaan itu selalu ditujukan pada siswa tertentu saja sehingga yang itu-itu saja yang akan menjawab. Padahal hak dan kewajiban setiap siswa itu sama, bahkan guru perlu menggugah siswa yang pemalu atau pendiam. Anak semacam itu perlu didorong dimotivasi sehingga berani menjawab dan bertanya. Yang pendai dan berani menjawab dengan benar agak perlu dikendalikan untuk memberi kesempatan pada orang lain.
Kebaikan dari metode tanya jawab antara lain:
- Mendapat sambutan kelas
- Anak lebih cepat mengerti
- Partisipasi anak aktif
- Pertanyaan merangsang anak untuk berfikir
- Anak berani mengemukakan pendapat
- Setiap anak mendapat giliran
- Dapat diketahui jika ada perbedaan pendapat
Kelemahan dari metode tanya jawab antara lain:
- Mudah menyimpang dari persoalan
- Jika persoalan menyimpang guru memerlukan waktu yang agak lebih lama untuk memproleh jawaban yang benar.
- Adanya perbedaan pendapat antara anak dan guru.
- Kelancaran jalannya pelajaran agak terlambat karena diselingi dengan Tanya jawab.
BAB III
PENUTUP
- SIMPULAN
Kebaikan dari metode ceramah diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø Biaya kecil
Ø Guru mudah menguasai kelas.
Ø Mudah dilaksanakan .
Ø Mudah mengorganisir kelas .
Ø Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang banyak
Ø Mudah mempersiapkannya .
Ø Guru mudah menerangkannya dengan baik.
Ø Guru dapat memusatkan perhatiannya pada materi.
Keburukan dari metode ceramah diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø Verbalisme ( pengertian kata-kata saja)
Ø Merugikan siswa yang menggunakan system pembelajaran visual
Ø Membosankan
Ø Siswa memberikan pengertian lain pada ucapan guru
Ø Menyebabkan anak-anak pasif
Ø Tidak memberikan kesempatan berkembang “self activity”
Ø Siswa lebih cenderung menghafal.
Kebaikan dari metode diskusi adalah:
ü Menyadarkan anak didik bahwa menyelesaikan masalah dapat dengan berbagai jalan
ü Dengan berdiskusi dapat saling mengemukakan pendapat
ü membiasakan mendengar pendapat orang lain , membiasakan hidup toleransi
ü Menimbulkan kesanggupan pada anak didik untuk merumuskan pikirannya secara teratur.
ü Pertanyaan yang serasi mendorong siswa aktif berpikir
ü Memperluas pandangan
ü Membantu mengembangkan kepemimpinan
Kelemahan dari metode diskusi adalah:
ü Kadang-kadang dapat terjadi adanya pandangan dari berbagai sudut masalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembiucaraan menjadi menyimpang sehingga memerlukan waktu yang panjang. Untuk mengatasi ini instruktur harus benar-benar menguasai masalahmya dan mampu mengarahkan pembicaraan sehingga dapat membqatasi waktu yang diperlukan.
ü Dalam diskusi menghendaki pembuktian logis yang tidak terlepas dari fakta-fakta dan tidak merupakan jawaban yang hanya dugaan atau coba-coba saja. Maka pada siswa dituntut kemampuan berpikir ilmiah, hal tersebut tergantung pada kematangan, pengalaman, dan pengetahuan siswa.
ü Tidak dapat dipakai pada kelompok besar
ü Peserta mendapat informasi yang terbatas
ü Mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara
Kebaikan dari metode tanya jawab antara lain:
v Mendapat sambutan kelas
v Anak lebih cepat mengerti
v Partisipasi anak aktif
v Pertanyaan merangsang anak untuk berfikir
v Anak berani mengemukakan pendapat
v Setiap anak mendapat giliran
v Dapat diketahui jika ada perbedaan pendapat
Kelemahan dari metode tanya jawab antara lain:
v Mudah menyimpang dari persoalan
v Jika persoalan menyimpang guru memerlukan waktu yang agak lebih lama untuk memproleh jawaban yang benar.
v Adanya perbedaan pendapat antara anak dan guru.
v Kelancaran jalannya pelajaran agak terlambat karena diselingi dengan Tanya jawab.
B. SARAN
Sebagai seorang calon guru yang professional dikemudian harinya diharapkan kita semua memahami semua metode-metode pembelajaran yang akan diterapkan dalam memberikan materi pembelajaran, sehingga pembelajaran tersebut menjadi menarik dan diminati siswa serta tidak mengesampingkan maksud dan tujuan dari pembelajaran tersebut.
Selain itu semua metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan serta setiap metode memiliki waktu dan keadaan yang tepat untuk melaksanakkannya. Akan sangat disayangkan jika seorang guru tidak memahami kondisi untuk menetapkan suatu metode ajar yang efektif dan efisien bagi peserta didiknya. Jika seorang guru salah menetapkan metode ajar atau metodenya tidak sesuai dengan kondisi yang ada bukan hanya siswa yang tidak terkendali dan tidak menyukai meteri pembelajaran akan tetapi tujuan instruksional KBM tidak akan tercapai.
Oleh karena itu penulis menyarankan kepada seluruh pembaca khususnya calon pendidik professional agar mampu memahami kebaikan, kelemahan serta kondisi yang sesuai untuk memilih suatu metode ajar yang tepat sehingga pembelajaran menjadi menarik dan diminati siswa, selain itu tujuan yang telah dirncanakan oleh pendidik dapat tercapai dengan baik.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
N.K, Roestyah. 1975.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rhineka Cipta.
Nasution,S. 2010, Kurikulum Dan Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar