Jumat, 30 Desember 2011

karya ilmiah

Karya Ilmiah

METODE-METODE PEMBELAJARAN 
(Ceramah, Diskusi, Tanya jawab)


Disusun oleh
               Astaria

Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau

Jl. Kaharuddin Nasution

PEKANBARU – RIAU





KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karuni-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Selain itu Shalawat beririn salam juga disampaikan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang tlah membawa umatnya dari alam jahiliyah ke alam yang penuh ilmu pengetahuan dan teknologi.
            Dalam makalah ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa sebagai karya manusia biasa, makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan dari segi isi maupun cara penulisannya. Demi tercapainya kesempurnaan makalah ini dengan segenap kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatna membangun.
            Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepda semua pihak yang telah memberikan bantuan moril maupun materil kepada penulis dalam menyelesaikan tugas ini, terutama kepada Ibu Sri Rahayu, S.Pd M.Pd selaku dosen Telaah Kurikulum SMTA dan teman-teman yang yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga Allah SWT menberikan balasan atas budi baik yang telah diberikan kepada penulis.

Pekanbaru,  Oktober  2011
Penulis            













                                                                               



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. 3
DAFTAR ISI
BAB   I      PENDAHLUAN ........................................................................ 5
BAB   II    ISI  ............................................................................................... 6
                  2.1.  Metode ceramah ................................................................... 6
                  2.2.  Metode diskusi ..................................................................... 9
                  2.3.  Metode tanya jawab  ........................................................... 11
BAB   III   KESIMPULAN DAN SARAN ............................................... 14
                  3.1. Kesimpulan ........................................................................... 14
                  3.2. Saran ..................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 17


















BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar belakang
FKIP adalah sebuah sarana ataupun wadah yang akan menciptakan calaon-calon pendidik yang professional dibidangnya  dikemudian hari. Sebagai seorang pendidik nantinya akan selalu memberikan berbagai materi pelajaran kepada siswanya  sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Materi terebut  memiliki kompleksitas yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan keterampilan seorang guru yang professional untuk menyampaikan materi tersebut agar mendapatkan  hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk itu guru harus menguasai berbagai metode-metod dalam mengajar untuk mempermudah penyampaian materinya dan diharapkan pemahaman dari siswanya. Metode-metode pembelajaran  yang ada sangat banyak dan bervariasi sehingga  mempermudah guru untuk memilih metode yang sesuai dengan kondisi ataupun keadaan siswa maupun lingkungan yang mendukung. Didalam makalah ini hanya akan membahas  tiga metode pembelajaran yaitu: ceramah, diskusi, Tanya jawab. 

  1. Perumusan
Didalam makalah ini akan membicarakan tentang:
    1. Apa Kebaikan  dan kelamahan metode ceramah?
    2. Apa Kebaikan  dan  kelemahan metode diskusi?
    3. Apa Kebaikan  dan kelemahan metode Tanya jawab?

  1. Tujuan
                        Tujuan penulisan makalah ialah:
    1. Agar pendidik mengetahui kebaikan  dan kelemahan metode ceramah
    2. Agar pendidik mengetahui kebaikan  dan kelemahan metode diskusi
    3. Agar pendidik mengetahui kebaikan  dan kelemahan metode Tanya jawab


BAB II
ISI
  1. Metode Ceramah
Cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan ialah cara mengajar dengan ceramah. Metode Ceramah adalah cara mengajar dengan penuturan secara lisan tentang suatu bahan yang telah ditetapkan dan dapat menggunakan alat bantu. Sejak dahulu guru dalam usaha menularkan pengetahuannya kepada siswa ialah secara lisan atau ceramah. Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau  informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.
Biasanya guru menggunakan teknik ceramah bila memiliki tujuan agar siswa mendapatkan informasi tentang suatu pokok  atau persoalan tertentu. Memang hal itu wajar digunakan bila sekolah itu tidak memiliki  bahan bacaan tentang masalah  yang akan dibicarakan. Mengingat juga bahwa jumlah  siswa pada umumnya banyak sehingga sulit untuk menggunakan  teknik penyajian lain  kecuali ceramah untuk menjangkau jumlah siswa sebanyak itu.
Guru yang memiliki keterampilan berbicara  yang dapat menarik perhatian siswa, biasanya cenderung  untuk menggunakan teknik ceramah, kurang perhatian pada penggunaan teknik-teknik lain karena akan tidak mengembangkan kepandaian berbicara siguru. Didorong pula oleh tanggung jawab guru untuk berusaha memperkenalkan pokok-pokok terpenting yang merupakan suatu kerangka  yang bulat dari suatu pelajaran baru, dengan sendirinya guru akan menggunakan teknik ceramah. dengan alas an siswa harus tertarik dengan pelajaran baru itu, ditunjang pula keterampilan guru untuk berbicara  maka siswa akan menyenangi bahan pelajaran yang baru tersebut. Kemudian bila guru sedang mengajar bermaksud ingin membuat kesimpulan  pelajaran yang baru diberikan itu, untuk mengambil inti sari atau pokok-pokok terpenting, agar siswa terbiasa berbuat demikian, maka teknik ceramah  berperan pula.



Situasi penggunaan metode ceramah:
1.      Bila guru ingin menyampaikan fakta  dimana tidak ada bahan bacaan  yang merangkum fakta  yang dimaksud.
2.      Bila jumlah peserta didiknya banyak
3.      Guru adalah pembicara yang baik dan  semangat
4.      Guru akan menyimpulkan pokok-pokok yang penting
5.      Guru akan  memperkenalkan  pokok-pokok yang baru
6.       Bahan tertulis tidak sesuai dengan tingkat  kepandaian siswa
7.      tidak tersedianya bahan  bacaan yang sesuai dengan materi atau masalah yang dipelajari
Memang kita tidak menutup diri bahwa teknik ceramah adalah  teknik mengajar yang tradisional  yang sudah digunahkan oleh guru sejak lama sekali. Namun  dari semua metode-metode yang akan digunakan pasti memiliki kebaikan dan keburukan.

 Kebaikan dari metode ceramah diantaranya  adalah sebagai berikut: 
1.      Biaya kecil 
2.      Guru mudah menguasai kelas.
3.      Mudah dilaksanakan .
4.      Mudah mengorganisir kelas .
5.      Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang banyak
6.      Mudah mempersiapkannya .
7.      Guru mudah menerangkannya dengan baik.
8.      Guru dapat memusatkan perhatiannya pada materi.
Keburukan dari  metode ceramah diantaranya  adalah sebagai berikut: 
1.      Verbalisme ( pengertian kata-kata saja)
2.      Merugikan siswa yang menggunakan  system  pembelajaran visual
3.      Membosankan
4.      Siswa memberikan pengertian lain pada ucapan guru
5.      Menyebabkan anak-anak pasif
6.      Tidak memberikan kesempatan berkembang  self activity”
7.      Siswa lebih cenderung menghafal.
Dari uraian diatas diharapkan guru mampu memahami kapan hendak menggunakan  metode ceramah tersebut, dan jika menggunakan metode ceramah  guru hendaknya perlu mengiringi  usaha untuk mengatasinya. Usaha untuk mengatasi kelemahan dari metode tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:   selama guru melakukan ceramah  guru perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Sikap itu perlu diambil untuk meneliti apakah siswa telah menguasai pengertian dari setiap pokok persoalan yang telah diuraikan guru. Juga dapat dipakai untuk meneliti apakah perhatian siswa  masih ada pada  uraian pelajarannya, atau dengan pertanyaan tersebut dapat mengembalikan  atau membangkitkan  perhatian siswanya kepada  uraian pelajarannya kembali. Pada kesempatan lain guru memberikan kebebasan kebebasan pada siswanya untuk mengajukan pertanyaan, ditengah-tengah guru berceramah atau diahir pembelajaran setelah guru selesai menerangkan  materi. Teknik ini disamping menggiatkan daya pikir siswa berarti pula guru  mengkombinasikan metode ceramah dengan metode Tanya jawab. Kemungkinan lain diwaktu guru menjelaskan  perlu disertai dengan contoh yang konkrit  menggunakan alat peraga atau media pendidikan. Dengan demikian diharapkan tidak menimbulkan  salah pengertian  atau tafsiran  yang berbeda  terhadap  apa yang  telah dijelaskan oleh guru.
Mengingat bahwa setiap penggunaan teknik-teknik  penyajian itu  harus mencapai  sasaran berdaya guna  dan berhasil guna  maka dalam  memnggunakan teknik ceramah  perlu memperhatikan prosdur pelaksanaannya  yang urutannya sebagai berikut:
1.      Guru harus secara terampil dan  berdasarkan pemikiran yang mendalam  perlu merumuskan tujuan instruksional (yang sangat khusus dan konkrit) sehingga betul-betul dapat tercapai  bila pelajaran telah berlangsung.
2.      Mempertimbangkan dari berbagai segi apakah metode ceramah telah tepat pada pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuaan seperti yang telah dirumuskan
3.      Memahami bahan  pelajaran itu dari segi urutan dan luasnya, sehingga guru dapat menyusun bahan ajarannya  sesuai urutannya.
Untuk menggunakan teknik ceramah  secara murni itu tidak mudah maka dalam pelaksanaannya perlu menaruh perhatian untuk mengkombinasikan dengan teknik-teknik penyajian yang lain sehingga proses  belajar mengajar  yang dilaksanakan  dapat berlangsung dengan intensif.
  1. Metode Diskusi
      Metode diskusi adalah cara belajar dimana guru dan siswa  bersama-sama mencari jawaban  yang tepat  dalam suatu persoalan. Teknik diskusi adalah salah satu  teknik belajar mengajar yang dilakukan seorang guru disekolah. Didalam diskusi ini proses interaksi  antara dua atau lebih  individu yang terlibat, saling bertukar  pengalaman, informasi, menyelesaikan masalah.
      Tujuan  penggunaan teknik diskusi adalah:
  1. Dengan diskusi  siswa didorong  menggunakan pengetahuan dan pengalamannya  untuk menyelesaikan masalah, tanpa harus selalu bergantung pada pendapat orang lain. Mungkin ada perbedaan pandangan, sehingga memberikan jawaan yang berbeda, hal ini bukan masalah  asal pendapat itu logis dan mendekai kebenaran. Jadi, siswa dilatih berfikir dan menyelesaikan  masalah sendiri.
  2. Siswa mampu menyatakan pendapatnya secara lisan, karena itu perlu  untuk melatih  kehidupan yang demokratis. Dengan demikian siswa melatih  diri untuk menyatakan pendapatnya sendiri secara lisan  tentang  suatu masalah bersama.
  3. Diskusi memberikan kemungkinan pada siswa untuk  belajar  berpartisipasi  dalam pembicaraan  untuk menyeleasikan  suatu masalah  bersama.
Didalam diskusi seorang guru berperan sebagai berikut:
a.       Memimpin diskusi sebagai  pengatur kegiatan
Ø   Mengatur duduk siswa,  sehingga masing-masing duduk dalam lingkaran atau seperti ladam kuda
Ø   Bertanya kepada  anggota diskusi
Ø   Menjaga agar peserta tidak berebut dalam  berbicara
Ø   Mendorong peserta agar ikut aktif
b.      Benteng penangkis
Ø   Mengembalikan  pertanyaan kepaa kelompok  diskusi bila perlu
Ø   Memberi petunjuk  bila mengalami  hambatan 
c.       Sebagai petunjuk jalan
Ø   Memberi petunjuk umum  tentang kemajuan  yang telah dicapai oleh kelompok
Ø   Jika pernyataan salah dibetulkan oleh guru.
Kebaikan dari metode diskusi adalah:
1.      Menyadarkan  anak didik  bahwa menyelesaikan  masalah dapat  dengan berbagai jalan
2.      Dengan berdiskusi  dapat saling mengemukakan pendapat
3.      Membiasakan mendengar  pendapat orang lain , membiasakan hidup toleransi
4.      Menimbulkan kesanggupan  pada anak didik  untuk merumuskan  pikirannya secara teratur.
5.      Pertanyaan yang serasi  mendorong siswa aktif  berpikir
6.      Memperluas pandangan
7.      Membantu mengembangkan kepemimpinan

Kelemahan dari metode diskusi adalah:
1.      Kadang-kadang dapat terjadi  adanya pandangan dari berbagai sudut  masalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembiucaraan menjadi menyimpang sehingga memerlukan waktu yang panjang. Untuk mengatasi ini  instruktur harus benar-benar menguasai masalahmya  dan mampu mengarahkan pembicaraan  sehingga dapat  membqatasi waktu yang diperlukan.
2.      Dalam diskusi  menghendaki pembuktian logis  yang tidak terlepas dari fakta-fakta  dan tidak merupakan  jawaban yang hanya  dugaan  atau coba-coba saja.  Maka pada siswa dituntut  kemampuan berpikir ilmiah, hal tersebut tergantung pada  kematangan,  pengalaman, dan pengetahuan siswa.
3.      Tidak dapat dipakai pada kelompok besar
4.      Peserta mendapat informasi yang terbatas
5.      Mungkin dikuasai oleh orang-orang  yang suka berbicara
           
Diskusi baik dilaksanakanan  bila mempermasalahkan:
1.      Hal-hal yang menarik minat  dan perhatian siswa.  Siswa akan memiliki motivasi  yang kuat dalam menyelesaikan masalah  jika mereka berminat  dan menaruh perhatian  terhadap masalah tersebut.
2.      Masalah itu harus mengandung  banyak kemungkinan  jawaban,  dan masing-masing jawaban  dapat dijamin kebenarannya.
3.      Harus merangsang pertimbangan, kemampuan  berpikir logis dan usaha  memperbandingkan.
Organisasi diskusi ( unsure-unsur pembangun diskusi )
1.      Ketua  yang bertugas  memimpin jalannya diskusi,  membuka diskusi,  mengatur pembicaraan, menutup diskusi,  memutuskan masalah.
2.      Sekertaris/ notulis, yang bertgas mencatat seluruh  kegiatan diskusi  dan membuat laporan diskusi
3.      Pembicara, bertugas menyampaikan  materi diskusi
4.      Peserta, mengikuti  jalannya diskusi.

  1. Metode tanya jawab
Jika  siswa mendengarkan ceramah  terus menerus  maka akan mengantuk dan bosan. Lama kelamaan  perhatiannya menurun  apalagi bila sipenceramah  suara dan ucapan kata-katanya tidak menarik. 
Maka untuk menciptakan  kehidupan interaksi belajar mengajar perlu  ditimbulkan teknik tanya jawab atau dialog.  Metode ini menuntut siswa dan guru yang aktif,  metode ini juga merupakan  suatu teknik  memberi motivasi kepada siswa  agar bangkit pikirannya untuk bertanya, selama mendengarkan pelajaran  atau guru mengajukan  pertanyaan-pertanyaan dan siswa menjawab.  Pastinya pertanyaan itu  mengenai isi pelajaran yang diterangkan oleh guru dan siswa seharusnya sudah mengerti  atau pertanyaan yang lebih luas dan berhubungan  dengan pelajaran dengan begitu pelajara akan semakin mendalam  dan meluas.
Guru melontarkan tanya jawab  mempunyai tujuan  agar siswa dapat  mengerti atau mengingat-ingat  tentang fakta yang dipelajari, didengar ataupun dibaca  sehingga mereka memiliki pengertian yang mendalam  tentang fakta tersebut. Diharapkan pula dengan tanya jawab itu  mampu menjelaskan  langkah-langkah berpikir  atau proses yang ditempuh  dalam menyelesaikan masalah sehingga jalan pikiran tidak meloncat-loncat yang akan merugikan siswa sendiri  dalam menangkap suatu masalah yang akan diselesaikan. Dengan demikian  mungkin siswa  menemukan pemecahan  masalah  dengan cepat dan tepat.
Penggunaan teknik tanya jawab biasanya  baik untuk maksud-maksud yang diperlukan  untuk menyimpulkan  atau mengiktisarikan pelajaran  atau apa yang dibaca. Dengan dibantu tanya jawab  siswa akan tersusun jalan pikirannya  sehingga tercapai perumusan yang baik dan tepat. Tanya jawab dapat membantu tmbuhnya perhatian  siswa terhadap pelajaran  serta mengembangkan  kemampuannya untuk menggunakan  pengetahuannya  menjadi fungsional. Didalam tanya jawab juga guru bermaksud  meneliti daya tangkap siswa untuk memahami bacaan. Selain itu guru juga dapat mengetahui  apakah siswanya  mendengarkan dengan baik  tentang penjelasan-penjelasan yang diberikan sbelumnya.    
            situasi pengunaan metode tanya jawab:
  1. Melanjutkan pelajaran yang sudah lalu
  2. Menilai kemajuan murid
  3. Menyelingi pembicaraan
  4. Menangkap perhatian murid
  5. Mencari jawaban murid
  6. Memimpin pengamatan dan pemikiran anak

Teknik tanya jawab  tidak bisa digunakan  atau kurang mengenai sasaran  bila guru akan  mengungkap maksud seperti:
  1. Ingin menilai  taraf dan kadar pengetahuan siswa,  sebab pertanyaan yang diajukan sebagai pelaksanan teknik Tanya jawab tidak pernah bermaksud untuk  menguji atau mengevaluasi siswa, melainkan seharusnya untuk mengingatkan kembali siswa  tentang apa yang dipelajari ataupun pengalamannya.
  2. Jika pertanyaan dapat dijawab  dengan ya atau tidak, atau benar/salah. Pertnyaan ini kurang tepat  karena  jawabannya tidak mendorong siswa  untuk mengingat  atau memikirkan jawabannya kembali, tetapi hanya menebak atau menduga-duga saja.
  3. Bila pertanyaan itu tidak menghendaki  jawaban yang sederhana tetapi kompleks  dan jawaban sangat dibatasi  mengakibatkan pikiran siswa tidak berkembang. Padahal seharusnya  bila pertanyaan itu menghendaki jawaban lebih dari satu maka wajarlah bila guru  memberi kesempatan  kesempatan kepada siwa untuk  memberikan jawaban sebanyak-banyaknya tanpa dibatasi
  4. Pertanyaan yang baik ditujukan kepada seluruh kelas baru ditujuk satu orang  atau menunggu sampai ada yang  menunjuk jari  untuk menjawabnya.  Jadi tidak selayaknya  bila pertanyaan itu selalu ditujukan  pada siswa tertentu saja sehingga yang itu-itu saja yang akan menjawab. Padahal hak dan kewajiban  setiap siswa itu sama, bahkan guru perlu menggugah siswa yang pemalu atau pendiam. Anak semacam itu perlu didorong dimotivasi  sehingga berani  menjawab dan bertanya. Yang  pendai dan berani  menjawab  dengan benar agak perlu dikendalikan  untuk memberi kesempatan  pada orang lain. 

Kebaikan dari metode tanya jawab antara lain:
  1. Mendapat sambutan kelas
  2. Anak lebih cepat mengerti
  3. Partisipasi anak aktif
  4. Pertanyaan merangsang anak untuk berfikir
  5. Anak berani mengemukakan pendapat
  6. Setiap anak mendapat giliran
  7. Dapat diketahui jika ada perbedaan pendapat

Kelemahan dari metode tanya jawab antara lain:
  1. Mudah menyimpang dari persoalan
  2. Jika persoalan menyimpang guru memerlukan waktu yang agak lebih lama  untuk memproleh jawaban  yang benar.
  3. Adanya perbedaan pendapat antara anak dan guru.
  4. Kelancaran jalannya pelajaran agak terlambat karena  diselingi dengan Tanya jawab. 



                                                                                        








BAB III
PENUTUP

  1. SIMPULAN
Kebaikan dari metode ceramah diantaranya  adalah sebagai berikut: 
Ø  Biaya kecil 
Ø  Guru mudah menguasai kelas.
Ø  Mudah dilaksanakan .
Ø  Mudah mengorganisir kelas .
Ø  Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang banyak
Ø  Mudah mempersiapkannya .
Ø  Guru mudah menerangkannya dengan baik.
Ø  Guru dapat memusatkan perhatiannya pada materi.
Keburukan dari  metode ceramah diantaranya  adalah sebagai berikut: 
Ø  Verbalisme ( pengertian kata-kata saja)
Ø  Merugikan siswa yang menggunakan  system  pembelajaran visual
Ø  Membosankan
Ø  Siswa memberikan pengertian lain pada ucapan guru
Ø  Menyebabkan anak-anak pasif
Ø  Tidak memberikan kesempatan berkembang  self activity”
Ø  Siswa lebih cenderung menghafal.

Kebaikan dari metode diskusi adalah:
ü  Menyadarkan  anak didik  bahwa menyelesaikan  masalah dapat  dengan berbagai jalan
ü  Dengan berdiskusi  dapat saling mengemukakan pendapat
ü   membiasakan mendengar  pendapat orang lain , membiasakan hidup toleransi
ü  Menimbulkan kesanggupan  pada anak didik  untuk merumuskan  pikirannya secara teratur.
ü  Pertanyaan yang serasi  mendorong siswa aktif  berpikir
ü  Memperluas pandangan
ü  Membantu mengembangkan kepemimpinan

Kelemahan dari metode diskusi adalah:
ü  Kadang-kadang dapat terjadi  adanya pandangan dari berbagai sudut  masalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembiucaraan menjadi menyimpang sehingga memerlukan waktu yang panjang. Untuk mengatasi ini  instruktur harus benar-benar menguasai masalahmya  dan mampu mengarahkan pembicaraan  sehingga dapat  membqatasi waktu yang diperlukan.
ü  Dalam diskusi  menghendaki pembuktian logis  yang tidak terlepas dari fakta-fakta  dan tidak merupakan  jawaban yang hanya  dugaan  atau coba-coba saja.  Maka pada siswa dituntut  kemampuan berpikir ilmiah, hal tersebut tergantung pada  kematangan,  pengalaman, dan pengetahuan siswa.
ü  Tidak dapat dipakai pada kelompok besar
ü  Peserta mendapat informasi yang terbatas
ü  Mungkin dikuasai oleh orang-orang  yang suka berbicara

Kebaikan dari metode tanya jawab antara lain:
v  Mendapat sambutan kelas
v  Anak lebih cepat mengerti
v  Partisipasi anak aktif
v  Pertanyaan merangsang anak untuk berfikir
v  Anak berani mengemukakan pendapat
v  Setiap anak mendapat giliran
v  Dapat diketahui jika ada perbedaan pendapat

Kelemahan dari metode tanya jawab antara lain:
v  Mudah menyimpang dari persoalan
v  Jika persoalan menyimpang guru memerlukan waktu yang agak lebih lama  untuk memproleh jawaban  yang benar.
v  Adanya perbedaan pendapat antara anak dan guru.
v  Kelancaran jalannya pelajaran agak terlambat karena  diselingi dengan Tanya jawab. 



B.     SARAN
Sebagai seorang calon guru yang professional dikemudian harinya diharapkan kita semua memahami semua metode-metode pembelajaran  yang akan diterapkan dalam memberikan materi pembelajaran, sehingga pembelajaran tersebut menjadi menarik  dan diminati siswa serta tidak mengesampingkan maksud dan tujuan dari pembelajaran tersebut.
Selain itu semua metode pembelajaran  memiliki kelebihan dan kekurangan   serta setiap metode memiliki waktu  dan keadaan yang tepat untuk melaksanakkannya. Akan sangat disayangkan jika seorang guru tidak memahami kondisi untuk menetapkan suatu metode ajar yang efektif dan efisien bagi peserta didiknya.     Jika  seorang guru salah menetapkan  metode ajar atau metodenya tidak sesuai dengan kondisi yang ada bukan hanya siswa yang tidak terkendali dan tidak menyukai meteri pembelajaran akan tetapi tujuan instruksional KBM tidak akan tercapai.
Oleh karena itu penulis menyarankan kepada seluruh pembaca khususnya calon  pendidik professional agar mampu memahami kebaikan, kelemahan serta kondisi yang sesuai  untuk memilih suatu metode ajar yang tepat sehingga pembelajaran menjadi menarik dan diminati  siswa, selain itu tujuan yang telah dirncanakan oleh pendidik dapat tercapai dengan baik.














BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

N.K, Roestyah. 1975.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rhineka Cipta.
Nasution,S. 2010, Kurikulum Dan Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar