Jumat, 30 Desember 2011

my n frends


MY FRIEND
Awal juli adalah pertama kali kami menginjakkan kaki ke UIR atas nama seorang mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia. Setelah sebelumnya kami diospek oleh senior-senior.  Hari pertama dilalui dengan sibuk mencari kelas, karena fkip sendiri terdiri dari tiga lantai dan ruangan yang cukup banyak. Menurut jadwal hari pertama ini  dua mata kuliah yang akan kami terima  dengan jadwal ataupun jam yang lumaya jauh yaitu pukul 11.00 dan 16.00. resah menanti pukul 11 lewat dosen pertama masuk  lengkap dengan silabus dan “antek-antek” pelajarannya.
            Selesai matakuliah pertama, saatnya menunggu mata kuliah berikutnya. Setelah dinanti hingga pukul 17.00 dosen tak kunjung tiba, kami pun memutuskan untuk kembali kerumah masing-masing  dengan sejuta alasan. Keesokannya kembali ke kampus dengan kegiatan yang sudah “normal”. Perkuliahan berlangsung dengan baik hiingga saat ini.
            Kami  mendapat kelas D, yang jumlahnya kurang lebih 67 orang. Kami semua berasal dari berbagai jenis daerah dan latar belakang pendidikan. Di kelas itu lebih dominan oleh anak-anak daerah seperti, palalawan, bangkinang, bagan, bengkalis, dll. Sedangkan kami yang asli pekanbaru hanya dapat dihitung dengan jari.
            Keragaman asal, sifat, watak dan carakter di kelas tersebut tidak membuat kami saling menjauhkan diri. Justru lebih mempererat pertemanan kami. Kelas kami termasuk kelas paling fenomenal di tingkatnya karena termasuk kelas yang berisik dan kritis terhadap materi pelajaran. Bagaimana  tidak berisik dengan jumlah yang fantastis serta perbandingan laki-laki dan perempuan dalam satu kelas tersebut seimbang. Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan kelima kelas yang lainnya.
            Kekompakan kami di kelas terjalin dan terjaga dengan sendirinya. Kami saling menghargai, menghormati dan saling mendukung baik ketika belajar maupun di luar pelajaran. Hal ini dapat terlihat ketika kami mengadakan diskusi diluar kelas atau mengulang pelajaran ataupun dalam mengerjakan tugas yang diberikan dosen. Bahkan ketika kami mendapat tugas atas nama kelas (lomba diskusi karya ilmiah), yang hanya ditunjuk beberapa orang (Tari , Amdan, Susi, Firdaus, Dan Wulan). Teman-teman yang lain ikut membantu dan berpartisipasi mencari data (Nugra, Karno, Siti, Pika, Amin, Ari, Adi, dan Doni) ke daerah-daerah diluar kota pekanbaru.
            Partisipasi teman-teman yang lain juga cukup besar  seperti Desi, Tika, Roza dan teman-teman yang lain  sibuk mempersiapkan yel-yel yang akan dipertandingkan. Windy yang sibuk mengurus kostum untuk perlombaan yang dibantu oleh rekan yang lain. Selain itu partisipasi mereka menyumbangkan  tenaga dan pikiran mereka ketika kami mempersiapkan makalah kami tidak dapat diragukan lagi. Seperti Bambang yang selalu  ada menemani kami ketika mengerjakan makalah. Ini merupakan sebagian kecil bukti kekompakan kami di dalam maupun diluar kampus yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
            Kekompakan, pertemanan dan persahabatan kami selalu di iringi dengan gelak tawa dan canda. Tidak hanya keceriaan yang menemani kami terkadang amarah, kekesalan dan ucapan yang sedikit kasar ikut meramaikan pertemanan kami. Saya yang sedikit kesal apabila mereka tidak dapat membedakan jalur serius dan bercanda sering marah dan menghardik mereka. Ini saya lakukan hanya semata-mata agar kita bisa menempatkan posisi dengan situasi.
            Maaf kepada  agung  karena saya pernah berkata sedikit kasar. Maaf kepada deni karena seya pernah memberikan pilihan yang sulit. Maaf kepada dewi yang sekarang agak terabaikan. Maaf kepada rino karena kesalah pahaman. Maaf kepada wulan dan susi karena sering terjadi pertentangan dalam diskusi serta maaf kepada teman-teman yang lain atas tindak tanduk yang kurang mengenakkan.  

daftar riwayat hidup

Daftar  Riwayat Hidup
Nama                           : Astaria
Tempat, tanggal lahir  ; Medan, 07 Oktober 1986
Jenis kelamin               : Perempuan
Alamat                                    : Jl. Umban Sari Rumbai Pekanbaru
Telepon                       : 081365710190
Agama                         : Islam
Kebangsaan                 : Indonesia
Golongan darah          : A

Pendidikan formal
  1. SDN 17 Rumbai, tahun lulus 1999
  2. SLTP N 15 Pekanbaru, tahun lulus 2002
  3. SMA N 3 Pekanbaru, tahun lulus 2005
  4. DII FKIP UNRI tahun lulus 2008
Pendidikan non formal
  1. kursus Komputer di Lami Komputer, tahun 2009, bersertifikat

Pengalaman kerja
  1. sebagai tenaga pendidik di TK al-fitrah, dari tahun 2006-2009
  2. sebagai tenaga pendidik di SD/MI Miftahuddin, dari tahun 2009-2011
  3. sebagai tenaga pengajar di Ganesha Operation, dari bulan Juli 2011 sampai sekarang
Pengalaman berorganisasi
  1. sebagai sekertaris PMR Wira di SMA N 3 tahu 2003/2004
  2. sebagai anggota Korps PMI  UNRI, tahun 2007
  3. sebagai seksi sosial di SD/MI Miftahuddin tahun 2010/2011
  4. sebagai official cabang olahraga catur Rumbai dalam O2SN tingkat kota Pekanbaru tahun 2010/2011
  5. sebagai seksi pendidikan dalam Remaja Masjid Al-Jihad, Rumbai

organisasi

Organisasi adalah suatu wadah  yang dapat melatih para mahasiswa untuk belajar berorganisasi  ketika masih berstatus sebagai mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan sangat baik dan biasanya  akan mendukung kemampuan kita sebagai mahasiswa untuk berani berbicara di muka umum ataupun berani mengemukakan pendapat. Selain itu organisasi juga biasanya melakukan aktifitas sosial kemasyarakatan, sebagai bukti kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.
FKIP adalah suatu program pendidikan yang nantinya akan menciptakan sosok guru yang akan menjadi teladan bagi murid ataupun masyarakatnya. Sebagai mahasiswa FKIP sebaiknya kita mampu mengikuti kegiata berorganisasi karena akan memnbantu kita untuk berlatih berbicara, karena ketika kita sudah menyandang nama seorang guru maka kita akan dituntut harus mampu dan berani berbicara di muka umum.
Saat ini saya   tidak mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang ada di kampus. Hal ini karena kegiatan saya yang sangat padat. Walaupun saya sangat menginginkan mengikuti kegiatan berorganisasi tersebut  terutama HIMA. Kegiatan saya sangat padat dipengaruhi oleh usaha yang saya lakukan agar saya akan tetap bertahan di FKIP ini hingga saya wisuda kelak. Pagi hingga siang kuliah dan sore hingga malam saya bekerja di Bimbel GO, dan ini berlaku setiap hari sehingga saya tidak memiliki waktu untuk berorganisasi. Hari-hari dimana tidak masuk kuliah saya isi dengan mengerjakan setumpuk tugas yang diberikan dosen, yang biasanya deatline nya hanya seminggu.
Ketika hari-hari tidak kuliah tidak ada tugas saya mengikuti kegiatan-kegiatan yan dilakukan oleh mahasiswa, hanya saja yang tidak berbenturan dengan jam mengajar saya di bimbel tersebut. Misalnya dengan mengikuti seminar, dan sebagai peserta dalam lomba karya ilmiah yang di ikuti oleh HIMA.   

biografi

Astaria, adalah nama  yang diberikan oleh kedua orang tua saya 24 tahun yang lalu. Ayah saya Rezeki. S (alm) dan Ibu saya Usihen, P memberikan nama tersebut tentunya memiliki arti tersendiri, yaitu asta yang artinya delapan (anak ke 8) dan ria artinya riang, ataupun gembira. Yang ketika saya bertanya kepada kedua orang tua saya makna dari nama tersebut adalah “anak ke-8 yang riang”. Ya, nama adalah doa, sehingga menjadikan saya  salah satu orang yang periang di keluarga saya.
Medan, 07 Oktober 1986 adalah tempat dan tanggal lahir saya. Ketika saya berumur 6 tahun, saya dibawa oleh keluarga saya untuk menetap di Pekanbaru. Dan menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SDN 17 Pekanbaru selama 6 tahun dengan hasil yang memuaskan dan selalu mendapatkan ranking selama duduk di bangku SD tersebut.  Setelah lulus dari SD saya melanjutkan  pendidikan ke SLTP N 15 Pekanbaru, yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya. Dan setelah tamat SLTP saya melanjutkan pendidikan ke SMA N 3 Pekanbaru, yang merupakan salah satu SMA favorit di daerah saya. Bukan hanya karena bangunanya dan fasilitasnya yang sangat memadai tetapi juga akreditasi nya yang bernilai A.
Setelah saya tamat SMA saya melanjutkan pendidikan di Universitas Riau yang bekerja sama  dengan Universitas Negeri Padang dengan mengambil Prodi Paud.  Setahun saya kuliah saya mencoba mengajar di salah satu TK di daerah tempat saya tinggal untuk menambah pengalaman saya. Ketika saya lulus D II dengan IP 3,19 saya sudah memiliki pekerjaan sehingga tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan seperti teman-teman yang lain.
Tiga tahun saya bekerja banyak suka duka  yang saya lalui, tapi itulah  hidup selalu bergulir sesuai dengan roda waktu. Tahun berikutnya saya memutuskan untuk pindah ke salah satu MI swasta di daerah pesisir sebagai tenaga pendidik di MI tersebut. Dua tahun saya lalui, awal tahun ketiganya saya memutuskan untuk berhenti karena  pemeritah mengeluarkan satu undang-undang  yang berisi bahwa guru haruslah S1, sedangkan saya masih DII. Saya memutuskan untuk kuliah di UIR melalui program regular karna saya masih merasa untuk menjadi seorang guru bukan ijazah yang diperlukan tetapi ilmu.  Saya  mengambil Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, sembari sebagai tenaga pengajar di Bibingan Belajar Ganesa Operation agar saya mampu mempunyai biaya kuiah saya.