Selasa, 19 Januari 2016

Jenis- Jenis Karangan



Mengarang adalah pekerjaan merangkai kata, kalimat, alinea, untuk menjabarkan dan atau mengulas topic dan tema tertentu agar  memperoleh hasil akhir  berupa karangan. Ketika disuruh guru untuk mengarang bebas maka siswa akan dengan lancar melakukannya. Tidak tau alasaan pastinya apa, mungkin karena ada kata “bebas” jadi siswa sekehendak hati ingin menguraikan apa dan guru tidak bisa mendoktrin bahwa karangan itu salah karena kata “bebas” tersebut. Akan tetapi jika guru memberikan suatu karangan dan meminta siswa menentukan jenis suatu karangan maka mulailah mata berkunang-kunang :D :D.
Penggolongan karangan menurut cara penyajian dan tujuan penyampaiannya  dapat dibedakan atas
1.      Karangan deskripsi
2.      Karangan narasi
3.      Karangan eksposisi
4.      Karangan argumentasi
5.      Karangan persuasi
berikut akan dijelaskan satu per satu
1.      Karangan deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan yang melukiskan sebuah benda sebagaimana adanya. Penulis harus menggunakan kecermatan dan ketelitian dalam pemilihan diksi agar karangan ini dapat dipahami pembaca sehingga seolah-olah pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan, dan menikmati sendiri objek tersebut tanpa melihatnya atau bahakan belum pernah melihatnya. Tujuan deskripsi ini memperluas pengetahuan dan pemahaman pembaca  dengan jalan melukiskan  hakikat objek yang sebenarnya dengan tidak mencampurkan keadaan yang sebenarnya dengan interpretasi penulis sendiri.
2.      Karangan narasi
Karangan narasi adalah karangan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan tindak tanduk perbuatan manusia  dalam sebuah peristiwa  secara kronologis atau yang terjadi  dalam kesatuan waktu. Karangan ini terbagi menjadi dua bagian.
a.       Karangan narasi ekspositoris
Karangan ini bertujuan untuk memberitahu kepada pembaca agar pengetahuannya menjadi luas. Contohnya kisah perjalanan, autobiografi, kisah perampokan, kisa pembunuhan, kisah perjuangan dll.
b.      Karangan narasi sugestif
Karangan ini mampu memberikan daya khayal bagi pembaca. Karangan ini juga mampu menyampaikan makna melalui daaya khayal tersebut. Contohnya cerpen, novel.
3.      Karangan eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang bertujuan memberitahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Tujuan dari karangan ini adalah memperluas pengetahuan pembaca. Penulis dapat memaparkan sesuatu melalui tulisannya. Akan tetapi penulis tidak dapat memaksakan pendapatnya agar diterima pembaca. Pembaca hanya sekedar diberitahu tentang sesuatu. Contoh karangan eksposisi ini banyak dijumpai pada berita yang tulis pada media cetak.
4.      Karangan persuasi
Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan membuat pembacanya percaya, yakin, dan terbujuk terhadap sesuatu yang disampaikan. Dalam karangan ini fakta-fakta akan diuraikan sedemikian rupa sehingga kesimpulannya dapat diterima secara meyakinkan. Dalam karangan ini pemilihan diksi dan kemampuan retorika sangat dibutuhkan sehingga sangat berpengaruh kuat  terhadap  emosi atau perasaan pembaca. Contoh karangan ini bisa dijumpai pada brosur produk penjualan, promosi suatu partai politik, motivator-motivator dalam bisnis dan pendidikan, kampanye penggalangan dana.
5.      Karangan argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu. Keteramplian penulis dalam bernalar dan menyusun ide yang logis juga sangat diperlukan dalam penyusunan karangan ini. Karangan ini mengemukakan alasan atau bantahan sedemikian rupa dengan tujuan mempengaruhi  keyakinan pembaca untuk menyetujuinya. Karangan ini sering kita jumpai pada media cetak yang berupaya menggiring opini public terhadap suatu hal yang terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar