Mengarang
adalah pekerjaan merangkai kata, kalimat, alinea, untuk menjabarkan dan atau
mengulas topic dan tema tertentu agar
memperoleh hasil akhir berupa
karangan. Ketika disuruh guru untuk mengarang bebas maka siswa akan dengan lancar
melakukannya. Tidak tau alasaan pastinya apa, mungkin karena ada kata “bebas”
jadi siswa sekehendak hati ingin menguraikan apa dan guru tidak bisa mendoktrin
bahwa karangan itu salah karena kata “bebas” tersebut. Akan tetapi jika guru
memberikan suatu karangan dan meminta siswa menentukan jenis suatu karangan
maka mulailah mata berkunang-kunang :D :D.
Penggolongan
karangan menurut cara penyajian dan tujuan penyampaiannya dapat dibedakan atas
1. Karangan
deskripsi
2. Karangan
narasi
3. Karangan
eksposisi
4. Karangan
argumentasi
5. Karangan
persuasi
berikut
akan dijelaskan satu per satu
1.
Karangan deskripsi
Karangan
deskripsi adalah karangan yang melukiskan sebuah benda sebagaimana adanya.
Penulis harus menggunakan kecermatan dan ketelitian dalam pemilihan diksi agar karangan ini dapat dipahami pembaca
sehingga seolah-olah pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan, dan menikmati
sendiri objek tersebut tanpa melihatnya atau bahakan belum pernah melihatnya.
Tujuan deskripsi ini memperluas pengetahuan dan pemahaman pembaca dengan jalan melukiskan hakikat objek yang sebenarnya dengan tidak
mencampurkan keadaan yang sebenarnya dengan interpretasi penulis sendiri.
2.
Karangan narasi
Karangan
narasi adalah karangan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan tindak
tanduk perbuatan manusia dalam sebuah
peristiwa secara kronologis atau yang
terjadi dalam kesatuan waktu. Karangan
ini terbagi menjadi dua bagian.
a. Karangan
narasi ekspositoris
Karangan ini bertujuan untuk memberitahu
kepada pembaca agar pengetahuannya menjadi luas. Contohnya kisah perjalanan,
autobiografi, kisah perampokan, kisa pembunuhan, kisah perjuangan dll.
b. Karangan
narasi sugestif
Karangan ini mampu memberikan daya khayal bagi pembaca. Karangan ini juga mampu
menyampaikan makna melalui daaya khayal tersebut. Contohnya cerpen, novel.
3.
Karangan eksposisi
Karangan
eksposisi adalah karangan yang bertujuan memberitahu, mengupas, menguraikan,
atau menerangkan sesuatu. Tujuan dari karangan ini adalah memperluas
pengetahuan pembaca. Penulis dapat memaparkan sesuatu melalui tulisannya. Akan
tetapi penulis tidak dapat memaksakan
pendapatnya agar diterima pembaca. Pembaca hanya sekedar diberitahu tentang
sesuatu. Contoh karangan eksposisi ini banyak dijumpai pada berita yang tulis
pada media cetak.
4.
Karangan persuasi
Karangan
persuasi adalah karangan yang bertujuan membuat pembacanya percaya, yakin, dan terbujuk terhadap sesuatu yang disampaikan.
Dalam karangan ini fakta-fakta akan diuraikan sedemikian rupa sehingga
kesimpulannya dapat diterima secara meyakinkan. Dalam karangan ini pemilihan
diksi dan kemampuan retorika sangat dibutuhkan sehingga sangat berpengaruh
kuat terhadap emosi atau perasaan pembaca. Contoh karangan
ini bisa dijumpai pada brosur produk penjualan, promosi suatu partai politik,
motivator-motivator dalam bisnis dan pendidikan, kampanye penggalangan dana.
5.
Karangan argumentasi
Karangan
argumentasi adalah karangan yang
bertujuan meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap,
dan tingkah laku tertentu. Keteramplian penulis dalam bernalar dan menyusun
ide yang logis juga sangat diperlukan dalam penyusunan karangan ini. Karangan
ini mengemukakan alasan atau bantahan sedemikian rupa dengan tujuan
mempengaruhi keyakinan pembaca untuk
menyetujuinya. Karangan ini sering kita jumpai pada media cetak yang berupaya
menggiring opini public terhadap suatu hal yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar