Sabtu, 19 Februari 2022

Samakah Komunikasi Nonverbal dengan Tulisan?

 

Samakah Komunikasi Nonverbal dengan Tulisan?

Sebagai makhluk sosial, tentunya kita tidak akan luput untuk berinteraksi dengan manusia yang lainnya setiap hari.  Interaksi yang kita lakukan dapat melalui komunikasi verbal dan nonverbal. Kedua hal  ini tentu tidak asing bagi kita karena sudah sangat sering didengar dan bahkan mungkin sudah dipraktikkan. Tapi apakah yang kita lakukan atau kita pahami tersebut adalah benar disebut dengan komunikasi verbal dan nonverbal?

Secara umum kita memahami bahwa komunikasi terdiri atas dua, yaitu verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung (secara lisan) kepada teman bicara, sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang dilakukan menggunakan media/alat bantu seperti dalam bentuk surat ataupun tulisan. Tapi benarkah pernyataan tersebut?

Mengutip dari Lamudin Finoza, 193:3 ”Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahasa (lisan dan tulis), sedangkan komunikasi secara nonverbal  dilakukan dengan menggunakan media selain bahasa. Alat komunikasi nonverbal  yang wujudnya berupa aneka simbol, isyarat, kode, dan bunyi-misalnya tanda lalu lintas, morse, sirine, atau terompet-barulah bermakna setelah “diterjemahkan” ke dalam bahasa manusia.”

Dari peryataan tersebut, dapatlah kita pahami bahwa pemahaman kita selama ini mengenai komunikasi verbal dan nonverbal tidak benar, tetapi juga tidak keliru. Hanya saja pandangan dan pemahaman kita yang kurang luas. Hal ini bisa saja terjadi karena kita hanya mendengarkan atau mengambil kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang banyak betebaran tanpa mengetahui sumber aslinya.

Berdasarkan pernyataan tersebut sangat jelas bahwa bahasa lisan maupun tulisan termasuk ke dalam komunikasi verbal. Hal ini karena komunikasi verbal menggunakan bahasa sebagai medianya, baik itu bahasa lisan maupun tulisan. Sedangkan komunikasi nonverbal menggunakan media yang bukan berasal dari bahasa. Akan tetapi media nonbahasa tersebut akan menjadi bahasa ketika sudah diterjemahkan ke dalam bahasa manusia. Misalnya,  bunyi sirine ambulan dapat diterjemahkan ke dalam makna keadaan darurat, sehingga yang mendengar sirine ambulan akan segera menepi karena memahami adanya situasi darurat yang harus didahulukan.

Nah, ternyata komunikasi verbal itu memang benar berkomunikasi secara langsung (lisan) tetapi ternyata tidak salah juga jika kita menyebutnya berkomunikasi melalui media tulis (surat). Sedangkan komunikasi secara nonverbal tidak tepat jika kita menyebutnya dengan komunikasi secara lisan. Hal ini karena komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan media bahasa.


Daftar Pustaka 

Finoza, Lamudin. 2013. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia

Selasa, 19 Januari 2016

Ciri ciri planet









MERKURIUS
1.      Planet yang paling dekat dengan matahari
2.      Planet paling kecil
3.      Banyak terdapat kawah
4.      Tidak memiliki satelit

VENUS
1.      Planet kedua terdekat dari matahari
2.      Planet yang paling dekat dengan bumi
3.      Dikenal dengan bintang diufuk timur, bintang kejora
4.      Permukaannya terdiri atas gas, uap asam, dan debu  sehingga permukaannya sulit diamati
5.      Planet terpanas karena banyak menganduk karbondioksida yang mengakibatkan efek rumah kaca
6.      Planet retrograd  karena memiliki arah rotas dari timur ke barat
7.      Tidak memiliki satelit

BUMI
1.      Planet ketiga dari matahari
2.      Memiliki atmosfer sehingga  dapat dijadikan tempat tinggal makhluk hidup
3.      Planet kelima terbesar
4.      Memiliki satelit bulan
5.      Disebut juga dengan bima sakti

MARS
1.      Planet keempat dari matahari
2.      Memiliki atmosfir denggan ukuran sangat tipis
3.      Permukaannya berupa kawah dan lembah, dan gunung merapi
4.      Terdapat gunung tertinggi di tata surya gunung Olympus
5.      Memiliki dua satelit yaitu phobos dan deimos

JUPITER
1.      Planet terbesar dalam tata surya
2.      Kala rotasinya sangat cepat yaitu 10 jam
3.      Memiliki 63 satelit, satelit terbesar  adalah ganymedes

SATURNUS
1.      Planet terbesar kedua
2.      Memiliki cincin
3.      Memiliki 56 satelit yang berupa es, satelit terbesar ialah titan yang diselubungi atmosfer
4.      Memiliki awan badai dengan nama bintik putih raksasa yang muncul setiap 30 tahun sekali
5.      Cincin saturnus ditemukan Galileo galilei

URANUS
1.      Planet ketiga terbesar
2.      Ditemukan oleh William Herschel
3.      Atmosfernya berawan sangat tebal
4.      Memiliki cincin tetapi sangat tipis
5.      Dijuluki dewa yunani kuno
6.      Planet pertama yang ditemukan menggunakan teleskop
7.      Berwarna biru
8.      Suhu Uranus -183o C
9.      Memiliki 5 satelit Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, Oberon.
10.  Sateit terbesar Oberon
Neptunus
1.      Planet pembuat ulah karena sering keluar dari jalur orbitnya
2.      Ditemukan J.G. Galle
3.      Kembaran Uranus karena mirip
4.      Memiliki dua satelit Tritn dan Nereid
5.      Anet terjauh dari matahari

Jenis- Jenis Karangan



Mengarang adalah pekerjaan merangkai kata, kalimat, alinea, untuk menjabarkan dan atau mengulas topic dan tema tertentu agar  memperoleh hasil akhir  berupa karangan. Ketika disuruh guru untuk mengarang bebas maka siswa akan dengan lancar melakukannya. Tidak tau alasaan pastinya apa, mungkin karena ada kata “bebas” jadi siswa sekehendak hati ingin menguraikan apa dan guru tidak bisa mendoktrin bahwa karangan itu salah karena kata “bebas” tersebut. Akan tetapi jika guru memberikan suatu karangan dan meminta siswa menentukan jenis suatu karangan maka mulailah mata berkunang-kunang :D :D.
Penggolongan karangan menurut cara penyajian dan tujuan penyampaiannya  dapat dibedakan atas
1.      Karangan deskripsi
2.      Karangan narasi
3.      Karangan eksposisi
4.      Karangan argumentasi
5.      Karangan persuasi
berikut akan dijelaskan satu per satu
1.      Karangan deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan yang melukiskan sebuah benda sebagaimana adanya. Penulis harus menggunakan kecermatan dan ketelitian dalam pemilihan diksi agar karangan ini dapat dipahami pembaca sehingga seolah-olah pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan, dan menikmati sendiri objek tersebut tanpa melihatnya atau bahakan belum pernah melihatnya. Tujuan deskripsi ini memperluas pengetahuan dan pemahaman pembaca  dengan jalan melukiskan  hakikat objek yang sebenarnya dengan tidak mencampurkan keadaan yang sebenarnya dengan interpretasi penulis sendiri.
2.      Karangan narasi
Karangan narasi adalah karangan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan tindak tanduk perbuatan manusia  dalam sebuah peristiwa  secara kronologis atau yang terjadi  dalam kesatuan waktu. Karangan ini terbagi menjadi dua bagian.
a.       Karangan narasi ekspositoris
Karangan ini bertujuan untuk memberitahu kepada pembaca agar pengetahuannya menjadi luas. Contohnya kisah perjalanan, autobiografi, kisah perampokan, kisa pembunuhan, kisah perjuangan dll.
b.      Karangan narasi sugestif
Karangan ini mampu memberikan daya khayal bagi pembaca. Karangan ini juga mampu menyampaikan makna melalui daaya khayal tersebut. Contohnya cerpen, novel.
3.      Karangan eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang bertujuan memberitahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Tujuan dari karangan ini adalah memperluas pengetahuan pembaca. Penulis dapat memaparkan sesuatu melalui tulisannya. Akan tetapi penulis tidak dapat memaksakan pendapatnya agar diterima pembaca. Pembaca hanya sekedar diberitahu tentang sesuatu. Contoh karangan eksposisi ini banyak dijumpai pada berita yang tulis pada media cetak.
4.      Karangan persuasi
Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan membuat pembacanya percaya, yakin, dan terbujuk terhadap sesuatu yang disampaikan. Dalam karangan ini fakta-fakta akan diuraikan sedemikian rupa sehingga kesimpulannya dapat diterima secara meyakinkan. Dalam karangan ini pemilihan diksi dan kemampuan retorika sangat dibutuhkan sehingga sangat berpengaruh kuat  terhadap  emosi atau perasaan pembaca. Contoh karangan ini bisa dijumpai pada brosur produk penjualan, promosi suatu partai politik, motivator-motivator dalam bisnis dan pendidikan, kampanye penggalangan dana.
5.      Karangan argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu. Keteramplian penulis dalam bernalar dan menyusun ide yang logis juga sangat diperlukan dalam penyusunan karangan ini. Karangan ini mengemukakan alasan atau bantahan sedemikian rupa dengan tujuan mempengaruhi  keyakinan pembaca untuk menyetujuinya. Karangan ini sering kita jumpai pada media cetak yang berupaya menggiring opini public terhadap suatu hal yang terjadi.

Kamis, 03 Desember 2015



ini ketika  chemistri  itu mulai dibangun

diskusi di sela sela istirahat
ini kunjungan ke rumag deni yang ayahnya sakit ;-(
yang ini selfie disela jam belajar
dan pada akhirnya kita bersama kembali
walaupun gak bareng  yang penting entar selvie bareng... hehhe
Bukan takdir yang mempertemukan kita tetapi Allah yang  mempertemukan kita dengan dengan caranya sendiri. Skenarioyang indah telah dibuatnya dan kita adalah para pemain utamanya. Awalnya kita tak saling mengnal satu sama lain. Lo siapa gue siapa! Lalu kita diperemukan dalam satu wadah universitas. Kita menjalani kehidupan layaknya mahasiswa lainnya. Awalnya tak ada “Chemistry” peremanan hanya sebatas “akademisi”. Chemistry mulai terbangun dengan adanya suatu penugasan atas nama kelas. Kita mulai saling mengenal dengan melakukan perjalanan penelitian di “kota kenangan itu”. Perjalanan itu membuahkan hasil. Selain mendapatkan gelar juara 1, Chemistry juga semakin erat satu sama lain. Kegiatan berikutnya kita jalani dengan adanya kegiatan apresiasi sastra. Yah,,, walaupun hanya juara 3 tapi kebersamaan dan kekompakan yang menyatukan kita.serta berbagai kegiatan lain.


 Chemistry semakin menyatu karna bukan hanya kita yang menyatu bahkan kluarga besar kita masing-masing juga sudah mnjadi “ibu dan ayah” kita besama.
Hingga pada suatu waktu, mungkin kita lelah. Ya… sebagai manusia terkadang kita merasa jenuh, kita menginginkan sesuatu yang beda dan ingin menyendiri. Untuk beberapa saat chemistry itu hilang siring dengan keegoisan yang melanda hati masing-masing. Tapi itu tidak lama. Dan pada akhirnya kita menyadari semua kesalahan dan keegoisan kita masing-masing. Kita menyadari kita saling mmbutuhkan, kita saling mnyayangi satu dengan yang lain. Dan pada akhirnyakita memutuskan untuk besama dan berkumpul kmbli. Semoga berkekalan sampai nanti